Cintahim

October 28, 2009

“Rumah ini akan tetap menjadi rumahku. Setiap ruangnya adalah kamarku. Setiap orang di sini adalah keluargaku. Setiap detiknya adalah tempat belajarku. Rumah ini adalah jalan menuju Tuhanku.”

Malam ini, kembali saya terduduk di sebuah tempat favorit saya. Teringat setahun lalu, ketika saya pertama kali diterima untuk menjadi bagian dari rumah ini. Entah mengapa rasanya sulit menuliskankata-kata di sini. Begitu banyak kenangan yang telah diraih selama setahun. Betapa saya sangat terikat dengan rumah ini. Betapa saya mencintai rumah ini, dengan segala sifat penghuninya, dengan segala kekurangan dan ketidaknyamanannya, dengan apa adanya. Abstrak dan begitu egosentrik. Saya terikat dengan benda tidak konkret.

Menginap di rumah ini adalah sebuah pengalaman yang sangat saya nantikan. Di awal masuknya saya ke rumah ini, Tuhan memberikan saya kesempatan untuk menjaga rumah ini. Rumah ini menjadi saksi terlelapnya saya sementara ada ujian dan tugas yang harus diselesaikan esok hari. Rumah ini menjadi saksi tawa dan canda saya dengan kakak-kakak saya. Rumah ini menjadi saksi atas pembelajaran yang saya dapati setahun ini. Rumah ini menjadi saksi dipertemukannya saya dengan orang-orang hebat. Rumah ini begitu berarti.

Saya suka tinggal di sini, dan saya tak bisa berpaling dari sini. Rumah ini dan keluarga di sini, saya menyesal tidak dapat berkorban dengan maksimal untuk mereka. Saya menyesal tidak dapat menjaga kebersihan rumah ini. Saya menyesal karena tidak dapat hadir di rumah ini setiap saat. Saya menyesal karena saya tidak berhasil mengangkat nama rumah ini.

Rumah ini. Semoga tetap menjadi rumahku.

Nasib Transformasi

October 26, 2009

bagaimanakah nasib transformasi yang ditulis di sini 14 Agustus 2009?

sedangkan sekarang telah sampai pada 26 Oktober 2009?

Ternyata

August 14, 2009

Ternyata saya terlalu lunak pada diri sendiri

Ternyata saya belum siap berkorban demi meraih visi

Ternyata selama ini saya hanya menjadi tong kosong yang berbunyi nyaring

Ternyata selama ini..

Dan

Hanya ada satu kata..

TRANSFORMASI!!!

Setelah membaca beberapa buku. Berpikir kembali, apa itu sukses? Benarkah sukses tersebut pantas diperjuangkan?

Puting? Jangan berpikiran kotor dulu ketika kata ini dilontarkan. Simak dulu cerita saya:

Ketika SMA, guru SMA saya bernama Pak Indro, bertanya kepada kami (para siswa), “What is your puting?”
Tentu saja, setelah pertanyaan itu dilontarkan, kami sekelas tertawa. Para siswa tertawa dengan terbahak-bahak, sedangkan para siswi tertawa dengan muka memerah, malu-malu kucing. Meskipun kami tertawa, raut wajah Pak Indro tetap serius. Tidak sedikit pun tercermin ada tawa di mukanya. Beliau begitu berwibawa, sampai-sampai kami sekelas terdiam.

Pak Indro mendatangi salah satu teman saya. Beliau menanyakan pertanyaan yang sama, namun kali ini secara personal kepada teman saya yang perempuan. Lalu, teman saya memaparkan secara ilmiah dan sopan mengenai definisi puting yang merupakan anggota tubuh manusia. Setelah pemaparan dari teman saya selesai, Pak Indro menggeleng.

Pak Indro berjalan menuju papan tulis putih yang ada di sebelah timur. Beliau menggambarkan garisan-garisan dan lekukan-lekukan yang mencerminkan
pegunungan.

Beliau lalu berkata, “Puting adalah puncak tertinggi,” sembari menunjuk pada sebuah puncak pada gambar yang dibuatnya. Lalu, Pak Indro menunjuk ke arah sebuah puncak yang lebih rendah dari puncak tertinggi pada gambar tersebut. “Sering kali, kita sudah puas dengan mencapai sebuah puncak dalam hidup kita, ” beliau melanjutkan. Apa yang beliau bawakan pada kami hari ini mampu menyedot seluruh perhaian kami. Kami terkesima. Beliau melanjutkan kembali, “Kita merasa berada di puncak tertinggi, padahal puncak yang kita raih bukanlah puncak tertinggi.”

“Sekarang, apa puncak tertinggi kalian?”

Begitulah, makna yang sangat mendalam bisa kita dapatkan dari sebuah kata ‘puting’.

Lalu, apakah puting Anda?

to be continued..

Seorang Superman

Tulisan ini merupakan sebuah bentuk jurnalisasi dari apa yang saya dapatkan di Bidang Pengembangan Karakter Himpunan Mahasiswa Elektro Teknik ITB. Jurnalisasi ini seharusnya memuat apa saja yang saya dapatkan dari acara Kementerian Karakter, namun saya baru menulisnya untuk kali pertama. Ya, saya memang baru pertama kali ini mendapatkan ‘sesuatu’ dari sebuah acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Karakter!

Siang itu, sebelum waktu sholat jumat, saya datang ke HME. Saya datang ke sana karena sebelumnya saya menerima sms dari Arkan untuk mencetak delapan buah sertifikat untuk pembicara diskusi senang. Padahal, pada saat malam sebelumnya Arkan telah bersedia untuk mencetak sertifikat tersebut. Selain itu, di malam tersebut saya juga mendapatkan amanah dari Roffi untuk fokus di tim formatur. Saya pun baru menyadari bahwa lembar pendaftaran TFT saya tertinggal di HME. Setelah sampai di HME, saya pun segera mencari lembar pendaftaran TFT tersebut. Cukup ceroboh memang, saya telah melalaikan hal yang menjadi tanggung jawab saya. Dan saya tidak hanya ceroboh untuk satu kesempatan saja. Sebelumnya pun saya banyak melalaikan tanggung jawab ini. TFT diundur tiga kali, dan pada setiap kesempatan publikasi, selalu saja terjadi keteledoran dari saya. Entah lembaran ada yang hilang karena lupa diambil oleh PJ kelas, entah lembaran tersebut kurang lengkap, entah saya tidak tahu lembaran itu di mana, dan saya juga tidak bisa memberikan data yang jelas. Saya memang teledor. Yah, apapun keteledoran yang telah saya lakukan, saya harus tetap bersemangat dalam mempublikasikan TFT tersebut sebab TFT akan dilaksanakan dua hari lagi, pikir saya waktu itu.

Read the rest of this entry »

Kebab, Makanan Favorit Saya

December 30, 2008

Sejak SMA, kebab selalu menjadi makanan favorit saya. Entah mengapa, jika memakan kebab rasanya nikmat dan mantap. Jenis kebab yang saya sukai adalah original beef cheese kebab. Memakan satu saja sudah membuat saya cukup kenyang. Kelezatan kebab bergantung kepada daging bakarnya. Ketika digigit pertama kali di bagian yang terpanggang, daging tersebut sangat renyah. Setelah itu, daging terasa sangat empuk.Daging sapi tersebut dipadu dengan saus tomat dan mayonnaise serta sayuran dan keju menjadi sangat nikmat. Tepung yang membungkusnya juga gurih dan agak kenyal. Kebab memang sangat nikmat.

Setelah kuliah di Bandung, saya jadi jarang memakan kebab. Saya pernah membeli kebab di foodcourt Bandung Indah Plaza. Namun, kebab di situ sama sekali tidak nikmat, sangat berbeda dengan Saif Kebab yang bisa saya nikmati di Jogja dengan harga yang jauh lebih murah. Selain itu, di depan rumah kos saya juga telah dibuka sebuah warung kebab. Tidak jauh beda, rasa kebab tersebut kurang ‘kebab’.  Komentar saya ketika memakan kebab di Bandung adalah, “Kebab kok kayak gini?”

Komentar saya tersebut mungkin disebabkan oleh kesan pertama saya terhadap kebab. Kebab yang pertama kali saya makan adalah jenis kebab seperti yang dijual di Saif Kebab. Tentu saja ketika saya ingin menikmati kebab, kebab yang saya maksud adalah seperti kebab yang ada dalam kesan pertama yang tersimpan dalam memori saya. Dan, ketika saya menyantap kebab dengan daging yang tidak terpanggang dengan baik serta kulit kebab yang renyah, saya merasa aneh dan tidak dapat menikmati kebab tersebut.

Kebab ini menjadi salah satu hal yang paling saya rindukan dari Jogja. Kandungan gizi dari kebab ini nampaknya cukup. Andaikan di Bandung ada kebab yang seperti ini, mungkin saya akan selalu membelinya setiap hari. Tentu saja jika membelinya setiap hari, saya bisa meningkatkan berat badan. Hahaha.

Kebab adalah makanan favorit saya, bagaimana dengan Anda?

Menjajal Transjogja

December 30, 2008

Gambar Bus Transjogja

Kemaren sore, saya akhirnya menjajal Transjogja. Transjogja ini sudah memiliki situs tidak resmi yang memberikan info kepada publik di sini. Awalnya saya sedang asyik browsing di depan laptop. Tiba-tiba om saya memanggil saya untuk membantunya membawa barang-barang sebab Om Aris dan Tante Rahma akan ke Madiun. Saat itu saya hanya mengenakan celana pendek motif kotak-kotak dan kaos oblong bertuliskan ‘Bali’. Melihat tangan yang sudah belang warnanya, saya pun mengenakan jaket.

Saya pun mengantarkan Om saya sampai ke halte Transjogja. Setelah itu, Om saya menawarkan kepada saya untuk mengantarkan sampai terminal. Dan akhirnya, dengan pakaian yang santai dan membawa sapu, saya naik Transjogja. Transjogjanya saat itu penuh sesak. Banyak sekali penumpang yang berdiri, termasuk saya. Kondektur mengeluh karena jalanan di Malioboro macet sekali. Malioboro memang selalu macet, apalagi ketika musim liburan, kemacetannya semakin bertambah.

Transjogja ini cukup nyaman dan murah. Sebuah terobosan transportasi di kota Jogjakarta. Sayangnya, jalanan di Jogja belum mendukung keberadaan Transjogja. Jalanan yang sempit sangat membatasi kenyamanan berlalu lintas. Lebar jalan yang hanya selebar bus ditambah sebuah motor menyebabkan perjalanan kali ini agak mengerikan. Setiap kali ada motor yang melintas di depan bus, sopir langsung mengklakson dengan kencang agar motor tersebut minggir. Namun, tidak semua pengendara motor mau minggir. Kengerian ini terus berlangsung sepanjang perjalanan dengan Transjogja.

Menurut saya seharusnya Transjogja ini difasilitasi jalur khusus agar lalu lintas tidak terganggu. Terlepas dari itu, fasilitas daru bus Transjogja sendiri sudah cukup memadai, apalagi harganya cukup murah.

Saya sudah mencobanya, bagaimana dengan Anda?

My 10 Things

December 28, 2008

Tugas dari mbak sabrinaaa. Kita mulai sajalah:
1. Each blogger must post these rules2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules.4. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names5. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog
Teman-teman saya yang saya undang adalah: yang saya tag di facebook!

1. no action think only

Saya orangnya terlalu hobi dan banyak mikir, most of my life time buat tidur dan berpikir. Penjelasan lebih lanjut di postingan selanjotnyaa. Intinya saya kebanyakan mikir, makanya saya mulai latihan “the power of just doing it”.

2. tertarik pada banyak hal

Saya orangnya tertarik pada segala hal dan punya keingintahuan yang besar. Walhasil, karena terlalu banyak hal yang menarik, saya tidak jago dalam semua hal itu.

3. gampang bosan

Entah mengapa saya gampang sekali bosan.

4. ceria namun kalo mood lagi jelek ..

Saya sangat ceria dan enerjik, namun jika mood saya lagi jelek. Yah begitulah. Lihat saja postingan ini, mood saya lagi jelek

5. rambut bergelombang

Entahlah, yang jelas saya ingat kalau rambut saya dulu lebih tidak bergelombang daripada yang sekarang. Ada yang bilang saya ikal dan ada juga yang bilang saya keriting.

6. kadang cerewet kadang pendiem

Saya emang cerewet dan tukang komentar. Tapi, ada kalanya saya menjadi orang yang paling pendiem.

7. ikut aksel 2 kali

Karena ikut aksel, usia saya termasuk muda dibanding teman seangkatan. Aksel identik dengan prestasi akademik yang cemerlang. Saya sedang berusaha memperbaiki image keakselan saya sebab selama kuliah ini saya males-malesan.

8. pemalas ulung

nulisnya aja males.

9. kamarnya berantakan

males beresin soalnya.

10. gokil, iseng, dan kawan-kawan

yeah pokoknya banyak yang bilang begitu..

Jogja, 28 Desember 2008

Syarif Rousyan Fikri

Menjelang 17 Tahun

December 28, 2008

Saya dilahirkan pada tangal 23 Mei 1992 M. Dalam beberapa hari ke depan, dunia akan menambah hitungan tahun masehinya menjadi tahun 2009. Artinya, sekitar lima bulan lagi, saya hitungan umur saya akan bertambah. Bertambahnya hitungan umur berbeda dengan bertambahnya umur yang saya miliki. Dengan bertambahnya hitungan umur, saya mungkin dapat memiliki KTP dan SIM secara resmi. Mungkin juga, saya boleh menonton film yang memiliki rating 17 tahun ke atas, atau mungkin juga membeli rokok dengan legal.

Pendapat orang-orang mengenai tahun ke-17

Read the rest of this entry »

Suatu ketika, saya sedang bermain bersosialisasi di facebook. Di sana seniro-seniro saya sedang kegandrungan mengedit foto. Dengan teknik masking, mereka berusaha menyunting foto teman mereka agar teman mereka bisa terlihat konyol menghibur. Muka cowok dipasang ke badan cewek. Setelah foto cukup ‘indah’ dilihat, maka foto pun diunggah. Setelah diunggah, ditaglah banyak orang agar foto tersebut ngetop. Ditaglah banyak orang agar semua orang tahu bahwa detik itu juga sebuah sampah karya telah dipublikasikan. Berikut contoh foto-foto yang dimaksud:

Yang menarik adalah, pada komentar di foto tersebut muncul komen yang sangat menarik dari Mas Bombom, calon tunggal ketua ARC yang sudah hampir pasti menjadi ketua ARC sejak pemungutan suara belum dilakukan. Komentar tersebut mencerminkan keperihatinan karena di saat mahasiswa Harvard berhasil membuat facebook dan menjadi kaya di usia muda, kami para mahasiswa Teknik Elektro ITB justru heboh menggunakan facebook. Membaca komentar tersebut, saya justru teringat sebuah pesan yang selalu disampaikan oleh Guru Kimia SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Pak Sutadji. Pesan tersebut adalah:

Jangan lupa 3N : Niteni, Nirokke, Nambahi

Mari kita bahas lebih lanjut mengenai filosofi 3N ini! Read the rest of this entry »