Kebab, Makanan Favorit Saya

Sejak SMA, kebab selalu menjadi makanan favorit saya. Entah mengapa, jika memakan kebab rasanya nikmat dan mantap. Jenis kebab yang saya sukai adalah original beef cheese kebab. Memakan satu saja sudah membuat saya cukup kenyang. Kelezatan kebab bergantung kepada daging bakarnya. Ketika digigit pertama kali di bagian yang terpanggang, daging tersebut sangat renyah. Setelah itu, daging terasa sangat empuk.Daging sapi tersebut dipadu dengan saus tomat dan mayonnaise serta sayuran dan keju menjadi sangat nikmat. Tepung yang membungkusnya juga gurih dan agak kenyal. Kebab memang sangat nikmat.

Setelah kuliah di Bandung, saya jadi jarang memakan kebab. Saya pernah membeli kebab di foodcourt Bandung Indah Plaza. Namun, kebab di situ sama sekali tidak nikmat, sangat berbeda dengan Saif Kebab yang bisa saya nikmati di Jogja dengan harga yang jauh lebih murah. Selain itu, di depan rumah kos saya juga telah dibuka sebuah warung kebab. Tidak jauh beda, rasa kebab tersebut kurang ‘kebab’.  Komentar saya ketika memakan kebab di Bandung adalah, “Kebab kok kayak gini?”

Komentar saya tersebut mungkin disebabkan oleh kesan pertama saya terhadap kebab. Kebab yang pertama kali saya makan adalah jenis kebab seperti yang dijual di Saif Kebab. Tentu saja ketika saya ingin menikmati kebab, kebab yang saya maksud adalah seperti kebab yang ada dalam kesan pertama yang tersimpan dalam memori saya. Dan, ketika saya menyantap kebab dengan daging yang tidak terpanggang dengan baik serta kulit kebab yang renyah, saya merasa aneh dan tidak dapat menikmati kebab tersebut.

Kebab ini menjadi salah satu hal yang paling saya rindukan dari Jogja. Kandungan gizi dari kebab ini nampaknya cukup. Andaikan di Bandung ada kebab yang seperti ini, mungkin saya akan selalu membelinya setiap hari. Tentu saja jika membelinya setiap hari, saya bisa meningkatkan berat badan. Hahaha.

Kebab adalah makanan favorit saya, bagaimana dengan Anda?

Menjajal Transjogja

Gambar Bus Transjogja

Kemaren sore, saya akhirnya menjajal Transjogja. Transjogja ini sudah memiliki situs tidak resmi yang memberikan info kepada publik di sini. Awalnya saya sedang asyik browsing di depan laptop. Tiba-tiba om saya memanggil saya untuk membantunya membawa barang-barang sebab Om Aris dan Tante Rahma akan ke Madiun. Saat itu saya hanya mengenakan celana pendek motif kotak-kotak dan kaos oblong bertuliskan ‘Bali’. Melihat tangan yang sudah belang warnanya, saya pun mengenakan jaket.

Saya pun mengantarkan Om saya sampai ke halte Transjogja. Setelah itu, Om saya menawarkan kepada saya untuk mengantarkan sampai terminal. Dan akhirnya, dengan pakaian yang santai dan membawa sapu, saya naik Transjogja. Transjogjanya saat itu penuh sesak. Banyak sekali penumpang yang berdiri, termasuk saya. Kondektur mengeluh karena jalanan di Malioboro macet sekali. Malioboro memang selalu macet, apalagi ketika musim liburan, kemacetannya semakin bertambah.

Continue reading “Menjajal Transjogja”

My 10 Things

Tugas dari mbak sabrinaaa. Kita mulai sajalah:
1. Each blogger must post these rules2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules.4. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names5. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog
Teman-teman saya yang saya undang adalah: yang saya tag di facebook!

1. no action think only

Saya orangnya terlalu hobi dan banyak mikir, most of my life time buat tidur dan berpikir. Penjelasan lebih lanjut di postingan selanjotnyaa. Intinya saya kebanyakan mikir, makanya saya mulai latihan “the power of just doing it”. Continue reading “My 10 Things”

Menjelang 17 Tahun

Saya dilahirkan pada tangal 23 Mei 1992 M. Dalam beberapa hari ke depan, dunia akan menambah hitungan tahun masehinya menjadi tahun 2009. Artinya, sekitar lima bulan lagi, saya hitungan umur saya akan bertambah. Bertambahnya hitungan umur berbeda dengan bertambahnya umur yang saya miliki. Dengan bertambahnya hitungan umur, saya mungkin dapat memiliki KTP dan SIM secara resmi. Mungkin juga, saya boleh menonton film yang memiliki rating 17 tahun ke atas, atau mungkin juga membeli rokok dengan legal.

Pendapat orang-orang mengenai tahun ke-17

Continue reading “Menjelang 17 Tahun”

3N : Senjata Ampuh untuk Berkarya

Suatu ketika, saya sedang bermain bersosialisasi di facebook. Di sana seniro-seniro saya sedang kegandrungan mengedit foto. Dengan teknik masking, mereka berusaha menyunting foto teman mereka agar teman mereka bisa terlihat konyol menghibur. Muka cowok dipasang ke badan cewek. Setelah foto cukup ‘indah’ dilihat, maka foto pun diunggah. Setelah diunggah, ditaglah banyak orang agar foto tersebut ngetop. Ditaglah banyak orang agar semua orang tahu bahwa detik itu juga sebuah sampah karya telah dipublikasikan. Berikut contoh foto-foto yang dimaksud:

Yang menarik adalah, pada komentar di foto tersebut muncul komen yang sangat menarik dari Mas Bombom, calon tunggal ketua ARC yang sudah hampir pasti menjadi ketua ARC sejak pemungutan suara belum dilakukan. Komentar tersebut mencerminkan keperihatinan karena di saat mahasiswa Harvard berhasil membuat facebook dan menjadi kaya di usia muda, kami para mahasiswa Teknik Elektro ITB justru heboh menggunakan facebook. Membaca komentar tersebut, saya justru teringat sebuah pesan yang selalu disampaikan oleh Guru Kimia SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Pak Sutadji. Pesan tersebut adalah:

Jangan lupa 3N : Niteni, Nirokke, Nambahi

Mari kita bahas lebih lanjut mengenai filosofi 3N ini! Continue reading “3N : Senjata Ampuh untuk Berkarya”