Tidak Bertanya dan Tersesat di Jalan

Kisah ini terjadi dua hari yang lalu, hari jumat bertepatan dengan Iedul Adha. Hari itu dimulai dengan sebuah (mungkin) kesialan. Di saat sholat berjamaah akan dimulai, saya sakit perut. Memang beberapa hari ini saya mengalami masalah pencernaan, sebab yang saya makan memang tidak jauh-jauh dari mie goreng, roti bakar coklat, siomay, dan susu (mendadak teringat kasus saudara Lestian dengan susu Rizalbro-nya). Dan sangat menyakitkan ketika saya sudah selesai membuang air, lalu saya keluar dari pintu rumah kos, dan saya mendapati bahwa sholat Iedul Adha telah selesai. Di depan jalan cisitu lama saya tertegun menyaksikan jamaah-jamaah sholat yang memandangi saya dengan ekspresi aneh, seolah ingin memberi tahu bahwa “Sholatnya udah beres mas… -_-“”. Yah, sangat disesalkan memang.

Cukup sampai di sini cerita kali ini. Semoga teman-teman bisa mengambil hikmah atas apa yang terjadi pada saya hari ini, yaitu makanlah makanan yang halal lagi baik.

Bukan! Continue reading “Tidak Bertanya dan Tersesat di Jalan”