Masa-masa

di masa ini saya mulai menemukan arah. menemukan mimpi. mencoba mengira-ngira apa takdir saya.

di masa inilah puncak dari usaha saya untuk sebuah mimpi yang akhirnya gagal terealisasi. dan di situlah saya mendapat pukulan pertama bahwa takdir yang saya kira ternyata salah.

di masa ini saya merasakan mendapatkan banyak pembelajaran. mengenai cinta, rasa sayang, rasa kepemilikan, serta keikhlasan.

tiba-tiba saja saya sudah berdiri lagi bersama alat yang bisa mengeraskan suara, berbicara kepada orang yang mana saya ada di posisi mereka setahun lalu.  berbicara padahal sendirinya kehilangan arah.

namun saya senang bisa berada di antara mereka 🙂

Advertisements

Mengapa?

Mengapa sampai detik ini perjuangan saya masih kurang keras?

Mengapa sampai detik ini saya masih terjebak dalam penyesalan?

Mengapa sampai detik ini saya masih suka mengeluh?

Mengapa sampai saat ini saya masih belum menghargai waktu?

Mengapa sampai saat ini saya masih mencari kebahagiaan dari luar diri?

Mengapa sampai saat ini masih ada kata “tidak bisa” dan “tidak mungkin” di kamus saya?

Mengapa sampai saat ini saya masih bermimpi dan belum bangun untuk mewujudkannya, menukar pengorbanan dengan mimpi yang saya inginkan?

dan terakhir

Mengapa saya belum menguasai ilmu ikhlas?