Mengapa?

Mengapa sampai detik ini perjuangan saya masih kurang keras?

Mengapa sampai detik ini saya masih terjebak dalam penyesalan?

Mengapa sampai detik ini saya masih suka mengeluh?

Mengapa sampai saat ini saya masih belum menghargai waktu?

Mengapa sampai saat ini saya masih mencari kebahagiaan dari luar diri?

Mengapa sampai saat ini masih ada kata “tidak bisa” dan “tidak mungkin” di kamus saya?

Mengapa sampai saat ini saya masih bermimpi dan belum bangun untuk mewujudkannya, menukar pengorbanan dengan mimpi yang saya inginkan?

dan terakhir

Mengapa saya belum menguasai ilmu ikhlas?

2 thoughts on “Mengapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s