Kapan Ganesha Unjuk Gigi?

“ITB menjadi lembaga pendidikan tinggi dan pusat pengembangan sains, teknologi dan seni yang unggul, handal dan bermartabat di dunia, yang bersama dengan lembaga terkemuka bangsa menghantarkan masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang bersatu, berdaulat dan sejahtera.”

Pernahkah teman-teman mendengar kutipan di atas? Kutipan di atas merupakan visi ITB, yang seharusnya juga divisualisasikan oleh mahasiswa ITB sebagai bagian dari organisasi bernama ITB.  Universitas riset, world class university, adalah suatu cita-cita yang seharusnya berusaha diwujudkan oleh seluruh elemen ITB.
Sekarang, pernahkah teman-teman mendengar sebuah kegiatan bernama PKM? PKM merupakan sebuah wahana yang disediakan oleh Dikti dalam mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa. Berikut merupakan kutipan tentang PKM yang saya ambil dari buku pedoman PKM:
“PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggung jawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.”

PKM mungkin bukan satu-satunya ajang bergengsi yang dapat melambungkan mahasiswa dengan karya-karya hebatnya. PKM juga bukan satu-satunya jalan bagi mahasiswa untuk dapat memberikan bakti karya nyatanya bagi bangsa ini. Tetapi, menurut saya, PKM adalah ajang pembuktian dari kata-kata yang kita ucapkan, maupun kebanggaan yang dimiliki. PKM adalah ajang untuk bertindak dengan segala potensi yang kita punyai.
Tindakan. Tindakan adalah satu hal yang mampu mengalahkan ribuan kata-kata. Teman saya yang mewakili PALAPA HME untuk menerima penghargaan dari IEEE sempat bercerita sedikit mengenai pengalamannya. Ikhsan menceritakan bahwa salah seorang ilmuwan mengatakan bahwa PALAPA adalah suatu project yang sangat bagus. Sebab ,di luar negeri sekalipun, wacana untuk menaikkan rasio elektrifikasi dengan cara sejenis telah banyak. Namun, wacana tersebut kebanyakan hanya menjadi angin lalu, alias hanya “omong doang”. Dunia ini penuh dengan wacana, namun hanya tindakanlah yang mampu membawa dunia kepada perubahan.
Sudah saatnya, mahasiswa ITB mulai bertindak, tidak sekedar berwacana dan bermimpi setinggi langit. Membangun jembatan menuju pulau impian mungkin tidak lebih nikmat daripada memimpikan tinggal di pulau impian. Tapi, untuk dapat benar-benar tinggal di pulau impian, kita harus segera melakukan suatu tindakan nyata, minimal kita harus mulai mencari bahan untuk membangun jembatan tersebut jika kita belum mampu membangunnya. Ya, kita semua harus membuatnya terjadi, bukan sekedar mimpi.
Untuk dapat mencapai visi ITB, kita harus segera bertindak. PKM adalah salah satu wahana yang disediakan oleh Dikti bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitasnya dalam membangun bangsa Indonesia. Semua disiplin ilmu dapat terfasilitasi di sana. Penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan kewirausahaan, penerapan teknologi, penulisan gagasan, semuanya telah difasilitasi di sana. Ajang ini adalah ajang yang sempurna untuk menyalurkan kreativitas kita, belum lagi jika usulan kita diterima, kita akan mendapatkan dana hibah dari Dikti. Ini adalah kesempatan yang baik bagi kita untuk membuktikan bahwa kita tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkuliah di ITB.
Prestasi kita di PIMNAS mungkin tidak terlalu menonjol dibandingkan dengan universitas lain, sampai saat ini. Kondisi ini bukan berarti kontribusi kita kepada negeri ini kurang. Tetapi, hal ini mengindikasikan bahwa kita mungkin belum memanfaatkan PKM sebagai salah satu ajang untuk menyalurkan kreativitas kita. Saya yakin, ketika kita mampu berprestasi lebih di PIMNAS, kita telah berkontribusi lebih untuk bangsa ini.
Mari, kita persiapkan diri kita untuk PKM selanjutnya. Putar otak kita, peras kreativitas kita agar kita mampu mengungkapkan ide-ide gila yang dapat membawa bangsa ini menuju kehidupan yang cerdas. Kita telah mendapatkan banyak fasilitas selama kita berada di bumi ganesha ini. Tempaan yang keras telah kita terima, ilmu-ilmu yang berguna telah kita pelajari. Sekarang, sudah saatnya kita bertindak dengan segala potensi yang kita miliki. Jutaan rakyat Indonesia telah menanti ide dan inovasi kita, kapan ganesha unjuk gigi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s