Setengah Jalan di I3M (1)

Tidak terasa sudah setengah jalan perjalanan saya sebagai Presiden Inkubator Ide dan Inovasi Mahasiswa ITB periode 2010/2011. Begitu banyak cerita yang mungkin tidak bisa diwakilkan hanya dengan LPJ 6 Bulan dan semua LPJ Bulanan. Lebih banyak cerita yang terkandung daripada sekedar kumpulan kata yang ada pada I3M Creative Portal.

Dan, di antara pencapaian I3M pada 6 bulan yang telah dilalui ini, ada salah satu yang sangat menarik dan agak nyeleneh buat saya 🙂 Hal ini adalah dimuatnya foto kami di http://www.itb.ac.id/news/3001.xhtml. Memang benar, gambar ini:

bertemakan PKM atau PIMNAS, dan gambar itu merupakan hasil rancangan dari Faikar Izzani, DKV 07, Kepala Bidang Media Inkubator Ide dan Inovasi Mahasiswa ITB. Tetapi, sesungguhnya foto yang satu lagi adalah foto kami saat Presenticcon selesai:

Begitu banyak cerita dan hikmah yang saya dapatkan dari 6 Bulan keberjalanan I3M ini. Tentang kepemimpinan, tentang inovasi, tentang networking, dan sebagian besar tentang perjalanan yang sulit untuk mewujudkan mimpi yang tinggi.

Seorang senior saya berkata, “Jalan Idealis adalah jalan yang sulit.” Dan memang benar, konsekuensi dari bermimpi tinggi ada dua:

1. Anda harus bekerja lebih keras karena mimpi Anda sangat tinggi.

2. Anda harus siap untuk tidak meraih mimpi tersebut karena mimpi Anda mungkin terlalu tinggi sehingga tidak mungkin dicapai di waktu itu.

Lalu, bagaimana I3M di setengah tahun kepengurusan ini? Sudahkah mimpi-mimpi yang melambung tinggi itu mendarat di alam nyata?

Nantikan kelanjutan cerita ini 🙂

The Kraken

Yeah, Jumat, 22 Oktober 2010 kemarin akhirnya sebuah band yang berisikan boneka-boneka Yonny Septian tampil juga di acara syukuran wisuda HME ITB. Malam itu boneka-boneka Yonny tampil membawakan tiga buah lagu: I’ll be There for You (The Rembrandts), Everything (Michael Bubble), dan Jemu (Koes Plus / Gigi).

Malam itu band kami yang telah beberapa kali berlatih di studio mthree akhirnya tampil full team. Di sebuah tempat bernama Bumi Sangkuriang, akhirnya kami memproklamirkan bahwa band yang berisi boneka-boneka Yonny ini memiliki nama The Kraken. Mengapa boneka Yonny? Karena pada dasarnya kami hanya diajari oleh Yonny untuk bermain band, andai saja Yonny bisa membelah diri, tentu saja band kami ini tidak akan berformasi seperti ini:

  • Vokal : Syarif Rousyan Fikri (EL 07 – MPA HME ITB)
  • Gitar : Dimas Agil Triatmojo (EP 07 – Menko PM HME ITB)
  • Gitar : Fitrian Pambudi (EL 07 – Ketua HME ITB)
  • Bass : Aditya Banuaji (EL 07 – Menteri Pelatihan dan Lomba Keelektroan HME ITB)
  • Drum : Yonny Septian Izmantoko (EL 07 – Senator HME ITB)

Melainkan, akan menjadi seperti ini:

  • Vokal: Yonny Septian Izmantoko (EL 07 – Senator HME ITB)
  • Gitar : Yonny Septian Izmantoko (EL 07 – Senator HME ITB)
  • Gitar : Yonny Septian Izmantoko (EL 07 – Senator HME ITB)
  • Bass : Yonny Septian Izmantoko (EL 07 – Senator HME ITB)
  • Drum : Yonny Septian Izmantoko (EL 07 – Senator HME ITB)

Hahaha, sayangnya itu tidak mungkin. Dan sepertinya kami masih perlu banyak latihan.

Oke, sekian dulu cerita tentang The Kraken, sebagai penghujung dari posting ini, saya berikan bonus foto dari Yonny Septian. Hahaha

Enjoy!

Yonny Septian

Semangat Baru untuk Berbagi!

Sudah lama sekai saya tidak menulis di blog ini. Hmm, sebenarnya banyak yang ingin saya ceritakan. Banyak sekali cerita yang harus diabadikan di sini, yang sampai sekarang belum saya tuliskan. Dan sekarang saya sedang sangat bersemangat untuk menulis! Mengapa tidak saya tuliskan saja semuanya di sini, semua cerita! Cerita tentang Inkubator Ide dan Inovasi Mahasiswa, cerita tentang TA saya, tentang HME, tentang Elektron, dan tentang perjalanan hidup saya yang semakin seperti telenovela ini!!

Oiya, sepertinya saya akan melakukan beberapa perubahan di halaman blog ini 🙂 Seperti biasa, saya selalu menyenangi suasana baru, dan terakhir kali saya merindukan suasana baru memberikan jalan pada lahirnya blog ini dan matinya blog lama. Selain itu saya juga telah melahirkan tumblr dan twitter. Hehe

Oke, Relatif dan Absolut, mari kita buat bab baru dalam Kerajaan Kata!

Cinta Abadi

Malam ini, saya kembali terduduk di hadapan sebuah layar. Layar inilah yang telah menjadi cermin perbuatan. Layar ini menampilkan memori yang membuat saya mengenang sejenak berbagai macam ujian yang pernah diberikan kepada saya. Sebagian ujian berhasil saya lampaui dengan susah payah, sebagian lagi gagal saya lalui dan mengakibatkan jatuhnya dosa kepada timbangan hidup saya. Tentu saja ini bukanlah suatu kebanggaan. Menumpuk dosa sangatlah memalukan.

Hidup saya penuh dengan kegagalan. Apakah hidup saya yang penuh kegagalan ini pertanda Tuhan tidak adil? Tidak jarang, kegagalan itu karena usaha saya yang tidak sebanding dengan besarnya mimpi yang saya gantungkan. Tetapi, ada kalanya, kegagalan tersebut lahir dari kerja keras yang tak pernah terbayangkan. Dan, sekali lagi apakah Tuhan tidak adil? Mungkin iya, Continue reading “Cinta Abadi”