Kualitas Diri

Pernahkah Anda merasa bahwa diri Anda tidak lebih dewasa dari diri Anda sendiri setahun lalu? Pernahkah Anda merasa bahwa Anda yang dulu memiliki semangat yang lebih besar dan jauh lebih kuat dari Anda yang saat ini sedang membaca tulisan ini?

Orang bijak pernah berkata bahwa tua itu pasti, namun dewasa adalah pilihan. Ya, dewasa adalah sebuah pilihan. Menurunnya kualitas diri Anda adalah sebuah pilihan yang Anda pilih secara tidak sadar. Kadang Anda merasa kalah oleh keadaan. Keadaan itu kadang seolah memaksa Anda untuk menjadi lemah.

Dan itu semua pilihan, bukan kepastian. Bangkit sekarang dari keterpurukan pun sebuah pilihan. Pilihan yang berat di awal, tapi akan sangat menyenangkan di akhir. Memang sebagai manusia memiliki perasaan, kadang kita punya kecenderungan untuk tetap merasa sedih, kesal, dan segala perasaan negatif lainnya. Tapi ya, itu adalah sesuatu negatif. Dan saya, tidak ingin menyesal dengan memilih untuk jadi negatif. Mengapa? Karena pada akhirnya saya akan lebih bahagia dengan diri yang positif 🙂 Saya bisa tersenyum, gembira, bercanda, dan bersemangat menghadapi hari-hari 🙂

Be positive 🙂

 

 

Foto ini diambil ketika saya sedang menjadi orang paling positif sedunia. Hehe

Advertisements

Pendidikan untuk Mencetak Generasi Pemimpin Solutif

Adalah suatu proses yang wajar di mana dalam suatu tatanan masyarakat terdapat berbagai masalah yang membuat kehidupan bermasyarakat menjadi tidak ideal. Kondisi tidak ideal tersebut menyebabkan anggota dari masyarakat mengalami kesulitan dalam mencapai kebutuhan. Ada berbagai faktor yang menyebabkan manusia sulit mencapai kebutuhannya tersebut, salah satu faktornya adalah ketidakselarasan dengan alam.

Sejak jaman dahulu, manusia selalu berusaha menyelaraskan diri dengan alam. Di saat manusia memiliki kebutuhan rasa aman, namun hujan deras dan badai menghadang, manusia berusaha beradaptasi dengan mencari gua sebagai tempat berteduh. Hal ini merupakan sebuah gambaran nyata bagaimana manusia menyelaraskan diri dengan alam. Kondisi ini berlangsung dengan sangat alami. Adanya kebutuhan manusia menyebabkan manusia belajar untuk bersahabat dengan alam. Benturan antara kebutuhan manusia dengan kondisi alam menyebabkan manusia berpikir. Pemikiran tersebut menghasilkan gagasan-gagasan yang menyebabkan peradaban manusia berkembang.

Melalui ide-ide yang dihasilkan, terciptalah perkembangan peradaban. Dahulu kala manusia berusaha memenuhi kebutuhan makanannya dengan berburu. Senjata yan digunakan awalnya sangat sederhana dan belum bisa menjamin manusia mendapatkan daging hewan yang diburu. Lalu, manusia pun berpikir hingga akhirnya menghasilkan ide-ide untuk membuat senjata yang lebih canggih untuk bisa membunuh hewan buruan. Seiring dengan perkembangan alam, manusia mulai menemukan alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut. Gagasan-gagasan yang dimiliki mulai berkembang sesuai dengan kondisi alam saat itu. Manusia akhirnya berhasil memulai sebuah zaman di mana mereka memenuhi sebagian besar kebutuhan pangan dengan bercocok tanam. Sampai saat ini gagasan tersebut masih abadi sehingga makanan pokok Bangsa Indonesia adalah nasi, hasil dari bercocok tanam.

Di masa kini, Continue reading “Pendidikan untuk Mencetak Generasi Pemimpin Solutif”