Surat buat V

10 tahun yang lalu V pernah bilang kalau V suka sama M, ngga tau kenapa saat itu M kecil yang lugu juga jadi suka sama V. Padahal, V itu orangnya nyebelin. V suka seenaknya sendiri dan ngga pernah mikirin perasaan orang lain, bahkan orang yang V suka.

Mungkin saat itu V dan M terlalu kecil untuk mengenal cinta. Kita terlalu memaksakan hubungan yang ngga seharusnya terjadi.

Meskipun saat itu M masih kecil, M masih ngga ngerti apa itu “cinta” kepada lawan jenis yang bukan keluarga, tapi, M merasa bahagia bisa bersama V dulu. V cinta pertama M, bukan Cuma cinta monyet seperti yang orang-orang bilang.

Waktu V telpon M malem-malem, sebenernya jantung M berdetak sangat kencang. M ngga tau kenapa. Waktu V bilang V suka sama M, sebenernya M pengen teriak saking senengnya. Tapi, M sok jaim di depan V. Waktu V cium tangan M untuk minta maaf karena suatu hal,M juga terus kepikiran V, di kelas M jadi ngga konsen,sampe rumah juga pikiran M dipenuhi oleh V. Waktu ada gosip V dan I, sebenernya M sakit banget dengernya, M pengen nangis, tapi M pura-pura ngga peduli.

Waktu pulang dari pesta perpisahan di villa, dan tiba-tiba V bilang V uda ngga suka lagi sama M, hati M sakit banget. M nangis seharian. Dan waktu V meninggalkan M ke J untuk melanjutkan sekolah, Mila sangat kehilangan V.

Setahun yang lalu, waktu kita reunian, M seneng banget waktu liat V dateng. V ternyata ngga berubah, tetep imut dengan gayanya yang “sok”. Tapi, saat itu M uda jadi milik orang lain. Padahal M pengen banget cerita-cerita ke V tentang kehidupan M selama V pergi.

M nulis surat ini bukan supaya V kembali ke M. M Cuma pengen V tau gimana perasaan M ke V waktu itu. Semoga surat ini bisa meluluhkan es yang menyelimuti hatimu. M sedih banget karena hubungan kita semakin menjauh akhir-akhir ini. Bukan hanya fisik kita yang jauh, tapi hati kita juga jauh. V ngga pernah nyapa M di YM, padahal M pengen banget disapa. M pengen dianggap sebagai “orang yang pernah singgah di hatinya V”.

Meskipun M bukan sapa-sapa V lagi, tapi M pernah jadi sapa-sapanya V. M Cuma pengen V sadari itu.V juga bukan sapa-sapanya M, tapi M ngga akan pernah menghapus kenangan kita sepuluh tahun lalu. V selalu hidup di hati M.

Love,
M xx.🙂

Tulisan ini bukan tulisan saya, tetapi tulisan ini lucu. Makanya saya post di sini. Goodluck buat M si penulis surat. Semoga si V baca suratnya ya teman. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s