Memasarkan Politik

Jaman sekarang ini yang namanya politik udah kayak bisnis.  Produk politiknya bermacam-macam, disesuaikan dengan target pasar. Politikus pun kini sedang beradu kreativitas untuk bisa meraih hati rakyat.  Memang dalam memasarkan politik terdapat banyak produk, bisa berupa program, kebijakan, visi, dan track record. Melalui produk-produk tersebut, brand dari seorang politisi pun terbentuk. Selain itu media pemasarannya pun beragam.

Banyak politikus di masa kini yang berusaha memosisikan diri setara dengan rakyat. Ada yang berusaha tampil sebagai sosok yang nyeni. Politicartist yang berusaha menunjukkan bahwa dirinya menghargai karya seni dan bisa berkarya. Hal ini sah-sah saja, dan kalau memang karyanya bagus mengapa tidak?

Ada juga yang berusaha menunjukkan kecintaannya terhadap olah raga. Hal ini pun sah-sah saja, dan kalau memang membuat olah raga nasional maju mengapa tidak?

Di antara mereka ada yang menjadi Politweepscian yang berusaha untuk dekat dengan rakyat melalui twitter. Namun sayang, tidak semuanya beruntung. Beberapa di antara mereka melakukan blunder. Mereka terlihat tidak dewasa dalam tweets mereka (berasa tweet gw gak galau aja). Hal ini justru menurunkan citra mereka. Tapi, beberapa memang berhasil menjadi sosok yang dekat dengan rakyat melalui social media. Selama mereka benar-benar dekat dengan kita, mengapa tidak?

Melalui pergerakan dan aktivitas dari merekalah citra mereka terbentuk. Mereka tentunya memiliki keunikan masing-masing yang membuat satu politikus berbeda dengan politikus lain. Tentu saja dengan produk-produk mereka yang beragam pula. Perang ide pun dimulai. Tak jarang peperangan frontal terjadi. Hal ini terjadi melalui program-program yang menyasar target sama. Kompetisi benar-benar dilakukan, dengan perbedaan karakteristik dari produk yang diantarkan. Melalui pertarungan-pertarungan ini, kita dapat mengenal karakteristik politikus (dan timnya).

Selain itu, janji-janji sebagai sebuah komoditas kembali dilontarkan. Hal ini bagus. Selama janji-janji tersebut dipenuhi mengapa tidak? Positioning, track record dan janji menjadi produk utama dalam melakukan pemasaran. Dan sebagai pelengkap dalam memopulerkan citra memang dibutuhkan suatu media. Sudah bukan hal yang asing di mana politisi memiliki media massanya sendiri. Tentu saja hal ini diperlukan untuk men-drive opini publik. Dan bahkan pemanfaatan teknologi sebagai media kampanye pun menjadi lahan bisnis tersendiri.

Menarik memang, melihat politik yang sudah menjadi bisnis. Politik bukanlah hal yang busuk meskipun kita akrab dengan istilah politisi busuk. Kita harus realistis bahwa pengaturan kekuasaan memang dibutuhkan di dunia ini. Dan saat ini cara untuk meraih kekuasaan tersebut semakin berkembang. Apa yang dilakukan oleh para pemegang kekuasaan dan calon pemegang kekuasaan dalam memasarkan politik sah-sah saja selama dapat membuat bangsa ini lebih baik. Sebagai rakyat kecil, kita hanya bisa berhati-hati dalam memroses informasi yang kita peroleh agar kelak kita tidak salah memilih pemimpin.

Hanya coretan seorang mahasiswa awam yang tidak tahu apa-apa soal politik.

One thought on “Memasarkan Politik

  1. haha, membahas politik dari kacamata seorang awam politik memang tidak biasa. ada senda gurau, ada sentilan, ada kritik yang membangun. semoga politik kampus kita tidak seburuk politik negara ini ya bung, hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s