Saya, Elektron, dan Khayalan

Ini adalah sekelumit kisah tentang saya dan Elektron. Alkisah di sebuah kampung bernama Electricity, terdapatlah sebuah legenda. Dalam legenda tersebut dikisahkan bahwa Electricity pernah memiliki sebuah senjata yang Maha dahsyat. Dituturkan bahwa senjata tersebut mampu memberikan energi positif bagi negeri Garuda. Kekuatan senjata tersebut mampu membuat keberadaan Electricity diakui oleh rakyat negeri Garuda.  “Elektron,” begitulah penduduk Electricity menyebutnya.

Tahun demi tahun berlalu, senjata maha dahsyat tersebut terkurung. Senjata tersebut terkurung dalam sebuah peti raksasa. Peti itu tak kunjung juga dibuka oleh empunya. Menyalakan kembali Elektron ternyata bukanlah hal yang mudah. Orang-orang yang memiliki akses untuk membuka peti tersebut tak kunjung berhasil menyalakan kembali Elektron. Senjata maha dahsyat tersebut masih belum dapat menerangi negeri Garuda dari gelap dan gulita.

Bergantinya hari-hari membuat pelita Elektron meredup. Terkurungnya Elektron dalam peti tersebut membuat orang-orang mulai melupakannya. Beberapa penduduk Electricity bahkan menginginkan peti yang menyimpan Elektron untuk dimusnahkan saja.

Meskipun Elektron sedang terkurung, ternyata beberapa rakyat negeri Garuda masih ada yang ingat kepada Elektron. Mereka masih mengharapkan senjata ini akan sekali lagi menerangi negeri Garuda. Demikian halnya dengan beberapa penduduk Electricity, ada yang masih percaya tentang kemahadahsyatan Elektron. Mereka adalah para penjaga yang selama ini terus menjaga peti raksasa yang menyimpan Elektron. Mereka adalah sedikit di antara orang-orang yang percaa bahwa Elektron masih diperlukan dan akan bersinar sekali lagi. Hanya orang-orang yang mau melakukan ritual khusus yang dapat membukanya.

Orbit. Begitulah nama ritual ini. Dan suatu ketika, para penjaga memberikan kesempatan bagi penduduk Electricity untuk menjalankan ritual ini. Saya pun akhirnya mengikuti ritual tersebut. Saya bukanlah orang yang hebat. Banyak kesalahan yang saya lakukan ketika menjalankan ritual tersebut.

Saya sudah di ujung tanduk ketika Orbit memasuki gerbang terakhir. Saya sempat merasa lemah, dan kalah. Saya merasa tidak akan mampu membuka gerbang tersebut. Saya kembali berpikir-dan terus berpikir. Berat rasanya untuk mengangkat kunci Elektron yang sangat kecil tersebut. Bukan kuncinya yang berat, tetapi tangan ini terlalu lemah untuk dapat mengangkat. Sebab, setelah saya membuka gerbang terakhir ini, saya akan menjadi penjaga peti raksasa tersebut. Ketika pada akhirnya saya melewati gerbang ini, saya akan menjadi satu dari sekitar 20 orang yang menjaga Elektron. Saya akan menjadi salah satu orang yang bertanggung jawab untuk menggunakan senjata mahadahsyat bernama Elektron. Bukan tanggung jawab yang ringan.

Zap!

Akhirnya saya membuka kunci tersebut. Saya menjadi salah seorang penjaga Elektron. Saya telah memilih mengambil tanggung jawab tersebut.

Waktu berlalu, dan akhirnya saya menjadi salah seorang yang membuka peti raksasa itu. Senjata bernama Elektron itu kini telah keluar dari penjara. Para penjaga pun larut dalam euforia. Kami tenggelam dalam rasa senang karena berhasil sekali lagi membuka peti tersebut. Senjata itu kini telah kembali hidup.

Kami bahagia.
Kami terlarut.

Dan, kami melupakan satu hal. Senjata ini menjadi bermakna ketika sinarnya telah mampu menerangi negeri Garuda. Dan kami lupa itu. Dan itulah sebuah tantangan bagi kami sekarang. Sebuah tantangan yang akan kami jawab.

Elektron yang sekarang bukan Elektron yang dulu pernah menyinari negeri Garuda. Elektron yang sekarang adalah Elektron yang memulai lembaran baru, yang akan mencoba menyinari negeri ini sekali lagi. Satu kali lagi.

Saya, Elektron, dan Presenticcon

Kunci Terakhir Ritual Orbit:

http://www.facebook.com/note.php?note_id=494323275519

One thought on “Saya, Elektron, dan Khayalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s