Aku Seorang Koruptor

Aku berada di sebuah restoran di kota Bandung. Di depanku berdiri seorang Kepala Sekolah Dasar di daerah tertinggal di Jawa Barat. Sambil meneguk secangkir kopi, saya memulai pembicaraan, “Gimana Pak, anak-anak masih sekolah?”

“Susah Pak, orang tua mereka sepertinya udah nyerah. Gak kuat ngebiayain.”

“Hmm, dana bantuan yang dari Diknas belum turun Pak?”

“Wah itu dia Pak, sampai sekarang dana yang dijanji-janjikan itu belum turun. Yah, anak-anak sih udah mulai nyambi ngamen sekarang.”

***

Setahun berlalu. Kini aku dijerat hukum. Aku dituntut atas kasus korupsi yang aku lakukan pada saat menjabat sebagai anggota DPR. Kini tiba saatnya orang-orang yang ada di wahana keadilan itu mencercaku dengan pertanyaan yang mungkin akan membuatku mendekam sangat lama di bui. Akhirnya pertanyaan dilontarkan oleh panji keadilan,”Ke mana larinya dana yang saudara terima?”

“Dana itu saya berikan kepada suatu Sekolah Dasar di daerah Jawa Barat. Uang tersebut saya gunakan untuk mengembangkan SD tersebut. Rinciannya bisa dicek.”

***

Hanya sebuah cerita fiksi singkat yang saya tulis setelah mengobrol dengan @irfahlevi.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s