Indeks Prestasi, itu Privasi?

Kawan-kawan sekalian, beberapa hari yang lalu muncul suatu kehebohan di twitter. Bukan. Kali ini bukan terjadi kehebohan karena trending topics aneh berasal dari Indonesia. Kejadian menggemparkan tersebut adalah munculnya isu bahwa kita dapat melihat Indeks Prestasi seluruh mahasiswa di Indonesia. Wah? Bukankah IP itu privasi?

Ya, IP yang selama ini menjadi privasi dan menggenapi SARA menjadi SARIP kini diumbar dengan bebas. Siapa yang membeberkan info paling privat dari seluruh calon menantu di Indonesia? Jawabannya cukup mengejutkan, informasi tersebut dapat diakses oleh siapapun di sebuah situs pemerintah. Bisa diasumsikan, pemerintah mengambil kebijakan untuk menjadikan IP sebagai informasi yang bebas diakses publik.😀

Mahasiswa pun dalam beberapa saat punya sebuah game terbaru. Game tersebut cukup hebat, meskipun tidak seperti game biasanya, game ini dapat menimbulkan imersi. Game tersebut -yang mungkin bagi sebagian orang sangat laknat- adalah game melihat IP teman. Ya, banyak sekali teman-teman saya yang meliht IP orang lain. Selama ini IP menjadi hal yang cukup dirahasiakan di lingkungan mahasiswa. Ketika IP orang lain bisa diakses dengan mudah, rasa penasaran yang selama ini terakumulasi pun mendapatkan obatnya.

Tapi, yang saya kurang suka adalah jika ada justifikasi terhadap seseorang hanya dari IP-nya. Nggak fair aja kalau seseorang hanya dilihat dari IP. Mungkin kalau Anda menjustifikasi saya sebagai orang yang tidak optimal dalam menjalani perkuliahan dari melihat IP saya di situ, Anda benar. Iya, mungkin saya memang seorang pemalas, mungkin di beberapa semester saya kurang bertanggung jawab terhadap diri saya sendiri. Tetapi, tidak semua orang yang berusaha optimal di perkuliahan mendapatkan nilai sempurna loh. Dan, tidak semua orang yang mendapatkan nilai yang baik berasal dari proses yang baik. Saya pernah kok kuliah cuman dua kali dalam satu semester-kalau dilihat di lembar presensi, mungkin Anda akan berpikir bahwa saya mahasiswa sit in-  hanya mengerjakan ujian take home dan dapat A. Iya, saya pun pernah menjalani proses perkuliahan dengan Jadi, menurut saya bukan hal yang bijak ketika Anda menilai karakter seseorang dari IP.

Sebagai makhluk yang tidak pernah puas, manusia selalu mencoba mengukur sesuatu. IP adalah salah satu indikator yang dibuat manusia untuk mengukur tingkat kepuasan atas hasil dari proses perkuliahan. Mungkin saya seperti tidak konsisten dengan pendapat saya sebelumnya, tetapi boleh jadi IP adalah cerminan keseriusan dalam perkuliahan. Dan, sampai saat ini mungkin IP adalah indikator yang paling bagus, makanya masih dipakai sampai sekarang. Tapi, biarlah IP itu menjadi indikator buat diri sendiri dalam rangka memperbaiki diri. Jangan sampai kita menjadikan IP sebagai bahan untuk melakukan justifikasi terhadap mahasiswa lain, apalagi menjadikannya bahan tertawaan dan lelucon. *ini saya berbicara kepada diri sendiri juga loh*

Nah, pagi tadi saya mencoba mengakses kembali website tersebut. Saya sudah tidak menemukan angka tertera pada kolom IP. Dan menariknya, sepertinya terjadi revisi pada datanya. Sebelumnya, jumlah sks saya yang tertera hanya sampai 88 pada semester 1 2009, sekarang jadi 95. Kalau saya sendiri bukan tipe orang yang merahasiakan IP sebenarnya. Bahkan pada saat training Strategi Sukses Di Kampus  justru saya bilang ke anak-anak baru itu, “Saya juga sering kok mendapatkan nilai jelek, saya pernah IP hampir satu koma.” Buat saya yang bisa menginspirasi lingkungan sosialnya bukan hanya orang sukses yang hidupnya lancar-lancar saja dan aman-aman saja. Harus ada inspirasi dari orang-orang yang pernah gagal, yang pernah terjatuh namun bisa bangkit kembali. Harus ada wacana bahwa kita tidak harus mengikuti main stream. Iyalah, kalau nggak gitu, apakah orang-orang yang sekarang sedang terjatuh dan terpuruk kita biarkan saja hidup dengan keputusasaan?

Hal ini mungkin membuat mahasiswa kehilangan permainan barunya, dan bisa jadi ini merupakan hal positif bagi para mahasiswa di Indonesia yang menjunjung tinggi kehati-hatian dalam isu SARIP.

Selamat saya ucapkan kepada calon menantu yang mungkin mengalami keresahan yang sangat akbar ketika IP Anda bisa dilihat publik! Semoga kita semua bisa fokus pada perbaikan diri dibandingkan melakukan justifikasi terhadap orang lain🙂

One thought on “Indeks Prestasi, itu Privasi?

  1. Sy stju dg k0ment d’atas yg mngatakn bhwa jgn mnilai se20rg dari IP nya sebab blm tntu org dg IP yg bgus bsa lbih baik drpd org yg IP nya blm bgus
    tp bgmn klau msalx qt pnya IP yg kurang baik spt IP 2,4. . . ??? Apakh akn mmpengaruhi pr0ses dlm mncari pkerjaan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s