Seburuk itu kah Pengembangan Karakter Mahasiswa ITB? (2)

Kebetulan tadi sore saya habis mendatangi pertemuan informal dengan MWA ITB. Dan di sana terjadi beberapa diskusi seputar masalah pengembangan karakter mahasiswa ITB. Ketika mencoba brainstorming kondisi existing dari pembangunan karakter mahasiswa ITB, ada beberapa hal yang menjadi sorotan:

Mau jadi apa sih?

Jika Anda mahasiswa ITB, tahukah Anda, sebenarnya apa nilai yang diharapkan ada pada diri Anda setelah lulus dari ITB? Tahukah Anda, ITB ini ingin membentuk sarjana yang seperti apa? Jika Anda tidak tahu, lalu sedang apa Anda di ITB? Apakah Anda menjalani proses pendidikan?

Atau anda hanyalah robot yang terdaftar sebagai mahasiswa, hadir di kelas, mendapatkan nilai, lalu lulus, dan tinggal menunggu pekerjaan apa yang membutuhkan Anda, tanpa tahu sebenarnya apa potensi Anda dan Anda ingin menjadi siapa?

Mahasiswa tidak bisa dipandang sebagai objek pendidikan semata. Mahasiswa merupakan subjek pendidikan yang seharusnya dapat menjalani proses pendidikan dengan penuh kesadaran. Proses pendidikan hanya akan berhasil ketika seseorang tidak hanya pasif menerima apa yang diberikan penyelenggaraan pendidikan, namun juga aktif mencari dan menemukan makna dalam proses pendidikan.

Sebagaimana kita ketahui, ada yang bilang definisi pendidikan adalah memanusiakan manusia, oleh karena itu pendidikan seharusnya terus menggali kemanusiaan seseorang. Pendidikan seharusnya mampu mengajarkan seseorang untuk menemukan potensinya, lalu menemukan peran apa yang ingin diembannya agar kehidupannya bisa memberikan arti bagi lingkungannya. Ya, secara singkat-padat-berat, pendidikan harus bisa mengajarkan bagaimana seseorang harus menjalani kehidupannya sebagai seorang manusia.

Nah, tentunya ketika telah memahami potensi yang dimiliki dan telah mengerti peran yang akan diambil, diperlukan persiapan. Jika Anda ingin menjadi akademisi, tentu jalurnya akan berbeda dengan jika Anda ingin menjadi wirausahawan. Dari pengamatan saya, cukup banyak yang baru memahami hasrat ini justru ketika mereka sudah akan lulus, atau bahkan telah lulus beberapa tahun.

Dari obrolan dengan rekan-rekan di MWA, hal ini sedikit banyak dikaitkan dengan kondisi masa studi yang dibatasi. Mahasiswa di masa lalu lebih leluasa dalam memerdekakan akal pikiran, sebab mereka memiliki rentang waktu studi yang cukup lama. Mahasiswa bisa menjelajahi berbagai lingkungan untuk lebih mengeksplor potensi diri. Banyak yang sudah memulai bisnisnya semenjak kuliah dan ketika lulus bisnisnya sudah cukup berkembang. Kondisi ini menjadikan mahasiswa cukup mengerti mau jadi apa setelah lulus nanti.

Namun, kita juga tidak bisa menjudge bahwa masa studi yang minim ini menghambat proses penggalian potensi diri. Kita perlu juga menguji efektivitas dari segi waktu. Bisa saja waktu yang dihabiskan mahasiswa ITB di masa kini untuk benar-benar memahami passionnya sama seperti waktu yang dihabiskan mahasiswa ITB di zaman dulu. Bedanya, delapan tahun itu ditempuh dalam dua jenjang yang berbeda, yakni empat tahun di perkuliahan sedangkan empat tahun lagi di dunia kerja. Hingga kini, belum bisa dipastikan efektifitasnya sebab belum ada metode yang jelas untuk mengukurnya.

Menanggapi permasalahan ini, beberapa usulan solusi muncul. Ada yang mengusulkan penambahan fasilitas konseling dari ITB. Saya kira ini cukup bagus, namun perlu dikemas supaya lebih menarik bagi mahasiswa. Selain usul tersebut ada juga yang mengusulkan sistem mentoring dari IA ITB. Ada pula yang mengusulkan agar mahasiswa lebih banyak mengikuti berbagai jenis seminar, bukan apa-apa, melainkan supaya mahasiswa ITB lebih terbuka dan luas horizonnya.

bersambung..

“PENDIDIKAN itu penting. Karena berpendidikan, maka kita tahu bahwa pendidikan itu tidak penting.”

-Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Part 1 : https://rousyan.wordpress.com/2012/01/10/seburuk-itu-kah-pengembangan-karakter-mahasiswa-itb-1/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s