7 Kesalahan Fatal Seputar Pembuatan Buku Tugas Akhir

Kebetulan saya baru saja mencetak dan menjilid tugas akhir. Ada beberapa pelajaran berharga yang saya ambil dari proses pembuatan buku tugas akhir ini. Saya rasa hal ini perlu saya share di sini agar tidak ada lagi orang-orang yang bernasib sama seperti saya. Inilah, 7 kesalahan fatal seputar pembuatan buku tugas akhir.

1. Salah menuliskan nama pada cover

Seberapa penting sih menuliskan nama pada tugas akhir? Tentu saja sangat penting, karena ini adalah tugas akhir Anda, bukan tugas akhir dari orang lain. Oleh karena itu nama dipampang pada cover tugas akhir.

Nah, jangan lupa untuk menulis nama Anda sesuai dengan akta kelahiran. Jika perlu, mintalah notaris untuk mengecek apakah nama yang Anda tuliskan sudah sesuai atau belum. Ini adalah kasus nyata yang saya alami, dimana saya kurang mengetikkan huruf ‘r’ sehingga nama saya tertulis sebagai “Fiki”.

Nama yang tidak sesuai akta

Kenyataan yang sangat menyakitkan adalah saya salah menuliskan nama sendiri pada cover draft Tugas Akhir. Walhasil, saya menjadi bahan tertawaan pada saat sidang berlangsung. Maka dari itu, pelajaran pertama yang paling penting adalah, cermati cover tugas akhir Anda. Cover adalah bagian terpenting dan dilihat pertama kali.

Ingat, ini adalah pelajaran pertama yang sangat vital dan mendasar!

2. Menuliskan nama pacar pada kata pengantar

Kata pengantar pada tugas akhir memiliki tingkat keformalan yang tinggi. Saya sendiri pada saat sidang disalahkan pada penulisan rincian orang-orang yang diberi ucapan terima kasih. Sebab, saya menaruh dosen pembimbing dan dosen lab dibawah ucapan terima kasih kepada Tuhan, keluarga, dan sahabat-sahabat tercinta. Lagipula, seharusnya ucapan terima kasih kepada Tuhan tidak perlu dituliskan lagi mengingat biasanya sudah dilakukan pada awal sekali di kata pengantar.

Nah, selain itu penguji saya, Bu Aciek juga mengajukan pertanyaan kepada saya, “Mas, ini nama pacar kamu tulis di kata pengantar atau tidak?

Kepada si Cantik Imudh Lutjuw, terima kasih atas semangat dan kasih sayang yang tiada hentinya

Bayangkan saja, apabila sehari sebelum wisuda, Anda putus dengan pacar Anda. Apa yang hendak Anda lakukan? Akankah Anda akan menunda wisuda hanya untuk melakukan revisi sekali lagi pada buku tugas akhir Anda?

Lalu bayangkan jika kelak wanita yang Anda nikahi bukanlah orang yang Anda tuliskan namanya di buku tugas akhir? Belum lagi jika anak cucu Anda kelak membaca buku tugas akhirnya? Yah, tidak masalah sih sebenarnya, jika Anda siap untuk kondisi di atas.

Single?

Tapi, beruntung. Saya tidak memiliki pacar sehingga tidak mungkin menuliskan nama pacar pada kata pengantar tugas akhir. Maka dengan lantang saya menjawab pertanyaan penguji,

Tidak bu! Saya sama sekali tidak menuliskan nama pacar saya pada kata pengantar ini!

Dan itulah satu-satunya pertanyaan yang bisa saya jawab dengan keyakinan 100% pada sidang tugas akhir.

3. Tidak mengikuti format penulisan yang diberikan

Biasanya masing-masing program studi memiliki aturan tersendiri untuk format penulisan, mulai dari margin, ukuran font, tata cara penyertaan gambar dan tabel. Serta jangan lupa bahwa format menulis harus baku sesuai dengan EYD yang disempurnakan(*tetot*mengulang kata yang disempurnakan).

Oh iya, Anda juga harus dapat membedakan antara bisa ular dengan dapat. Sering terjadi, seseorang menuliskan kata “bisa” padahal yang dimaksud adalah “dapat”. Selain itu jangan lupa untuk cermat dalam menuliskan rincian.

Yah sejujurnya, ini masalah mau atau tidak membaca format dan meneliti ulang draft saja sih. Kebetulan pada hampir seluruh halaman draft saya   terdapat kesalahan format.

4. Memberi area untuk “Lampiran” padahal tidak melampirkan apa-apa

Ini agaknya lucu. Jangan sampai karena template yang Anda pakai memiliki lampiran, lalu Anda menuliskan halaman berjudul “Lampiran” namun tidak menyertakan apa-apa.

Ekspresi saya setelah menyadari bahwa draft TA saya adalah yang tersampah yang pernah ada

Dan saya mengalami ini, #truestory.

5. Salah memilih waktu dan tempat pencetakan dan penjilidan

Menjelang musim wisuda, tentu saja  tempat penjilidan dan pengeprintan akan penuh sesak oleh laporan TA yang menanti untuk dijilid dan diprint. Oleh karena itu cermatlah memilih tempat untuk mempercayakan tugas akhir Anda.

Saya sendiri numpang mencetak laporan di kosan teman saya, kebetulan printer dia bisa digunakan dengan gratis asalkan saya mau membantu dia mencari pendamping wisuda. Nama teman saya adalah Fitrian Pambudi, single, ganteng, jago main gitar, dan berjiwa kepemimpinan, dan selalu sumringah. Hubungi saya jika Anda berminat menjadi PWnya.

Pambudi, menambang pasir besi di pantai lepas

Pambudi, galau mencari PW di air terjun

Nah, lalu setelah Anda selesai mencetak laporan tugas akhir, tentu saja Anda harus segera mencari tempat penjilidan. Pilihlah tempat yang sepi, murah, cepat, dan berkualitas. Saya sendiri pada penjilidan pertama kali sukses mendapatkan tempat yang sangat cepat melakukan jilid hard cover. Saya taruh jam dua malam, pada jam delapan pagi sudah jadi. Berbeda dengan teman-teman saya, mereka menjilid dari jam lima sore dan baru selesai pada siang keesokan harinya. Namun sayang, dibalik kecepatan itu, ternyata harganya mahal dan kualitasnya jelek sehingga ada halaman yang sobek😦

Oh iya, ada dua pilihan jika Anda ingin bisa menjilid dengan cepat, kualitas bagus, dan harga murah. Jilidlah pada saat orang-orang belum mulai menjilid. Artinya, Anda harus sidang duluan dan melakukan revisi secepat mungkin. Sehingga, sepilah tempat penjilidan pada saat Anda akan menjilid. Lalu, pilihan kedua adalah, jilidlah setelah semua orang selesai menjilid. Artinya, Anda harus menjilid setelah deadline lewat, persis seperti apa yang saya lakukan sekarang. (kebetulan saya melakukan kesalahan ketujuh, sehingga harus menjilid ulang😀, beruntung TU masih memberikan kelonggaran, hehe)

6. Tidak mengedit template 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa biasanya dalam mengerjakan tugas akhir, untuk menghindari kesalahan format, mahasiswa mengopy file laporan tugas akhir temannya. Tentu saja biasanya teman ini memiliki topik yang berbeda dari apa yang dikerjakan oleh mahasiswa. Nah, jangan sampai ada kalimat-kalimat yang lupa Anda ganti. Apalagi jika Anda terburu-buru, bisa saja terdapat kesalahan pada laporan Anda.

Salah satu kengerian yang selalu menjadi momok bagi mahasiswa tugas akhir adalah, adanya kesalahan penulisan namun sudah terlanjur menjilid hard cover buku laporan TA. Berikut saya berikan hasil reportase saya terhadap teman saya, Fadel Randia (@fadelrandia)

“Paling ngeri tuh kalo udah di hard cover ternyata ada yang salah. Makanya gue nggak berani baca lagi kalo udah dijilid”

Fadel Randia yang menembem setelah sidang

Nah, kebetulan kisah naas ini terjadi pada saya. Ketika saya koreksi, ternyata ada satu paragraf pada bab “Implementasi dan Analisis” yang masih merupakan tulisan dari kawan saya Amril Hidayat 13207181. Tapi saya pikir, sudahlah, biarkan saja, toh di dalemnya ini.

7. Sudah menjilid hard cover padahal salah menuliskan NIM

Nah ini adalah kesalahan paling fatal, sebab artinya tidak mengambil pelajaran dari kesalahan pertama. Jadi ini adalah #truestory yang saya alami sendiri. Alkisah, ketika itu saya sudah hendak mengumpulkan semua persyaratan wisuda. Kebetulan foto yang saya kumpulkan ditolak karena fotonya merupakan hasil cetakan digital printing pinggir jalan. Setelah itu, petugas TU, pak Dede HeadQuarter mencari NIM saya pada daftar wisudawan. Eh, ternyata tidak kunjung ketemu. Saya panik. Lalu muncul pertanyaan pamungkas,

Kamu teh, NIMnya 13207188 atau 13207181,” kata beliau (yang sering yman dan facebookan sambil melayani mahasiswa-sambil menyelam minum air) dengan dingin

Makjang, ternyata saya salah menuliskan NIM pada cover laporan tugas akhir saya. Dan sayangnya, saya sudah menjilidnya, hard cover pulak! Ya, sejujurnya saya masih melihat bahwa ada kemajuan di sini. Setidaknya jika pada draft awal, saya salah menulis nama, paling tidak sekarang nama saya sudah benar, meskipun NIM-nya masih salah. Hanya saja, saya kurang beruntung, saya sudah menjilidnya, hard cover pulak!

Sebagai orang yang sudah lulus sidang tugas akhir sejak 20 Januari, tentu ini tamparan keras bagi saya. Apalagi ketika petugas TU yang lain, Bapak OOT (sebenarnya namanya Bapak Taopik, entah kenapa jadi OOT, mungkin Out Of Taopik) berkata seperti ini,

“Loh, Rousyan kan padahal sidang udah dari lama kan? Pasti nyari PW nggak dapet-dapet terus setres ya?

Mehhhhhh! Maka dari itu kawan, telitilah dalam mengerjakan laporan tugas akhir dan jangan menunda-nunda pekerjaan! Yakinlah bahwa Tuhan bersama Mahasiswa Tingkat Akhir!

Salam Cinta dan Kasih Sayang,

Rousyan (@rousyan)

Saya setelah sidang, terima kasih @setoprabowo yang sudah mendokumentasikan

14 thoughts on “7 Kesalahan Fatal Seputar Pembuatan Buku Tugas Akhir

  1. Ini saya baru nyadar gak masukin halaman pernyataan tidak plagiat.. Padahal udah dijilid.. Gimana toh? Bisa gak jilidnya dibuka lagi terus halaman pernyataan tidak plagiatnya diselipin? Udah jilidnya mahal2 pula.. T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s