Beberapa Keping Mimpi yang Tercecer di Kampus

*postingan diedit lagi pas lihat foto-fotonya ga bisa dibuka. tapi udah lupa juga fotonya apa aja😦 akhirnya diganti video youtube aja deh

Di tahun ketiga saya, entah angin mana yang membawa saya, pada akhirnya saya bersama teman-teman yang saya kumpulkan ada pada sebuah keluarga baru. Di keluarga baru itu, kami berbagi gagasan tentang mahasiswa ITB yang semakin kreatif, imajinatif dan visioner. Yang kami bicarakan di situ bukan lagi banyak ribut tentang hal yang selama ini sering diperdebatkan, seperti masalah diksi, esensi, dan tujuan. Yang banyak kami bicarakan di sana adalah hal-hal gila. Ide gila.

Satu hal yang hingga kini saya imani dan yakini. Gagasan dan mimpi adalah awal dari segalanya. Saya sendiri tak pernah menduga bahwa gagasan-gagasan yang waktu itu saya temui, begitu mempengaruhi hidup saya. Sampai akhirnya ketika lulus, saya menyadari bahwa banyak di antara pencapaian penting saya adalah berkat pertemuan saya dengan ide dari mahasiswa-mahasiswa yang telah lebih dahulu meninggalkan kampus ini.

Ketika pertama kali saya didaulat menjadi Presiden I3M, saya mendapatkan warisan berupa ide-ide proyek yang direkomendasikan untuk dilanjutkan. Di antaranya adalah proyek “Multitouch-Screen”, “CampusChannel” dan “Inspire”. Ya, tiga proyek itu adalah proyek “lungsuran” yang sudah antah berantah keadaannya. Anggota proyek yang sudah berkelana entah kemana, atau pimpinan proyeknya susah dihubungi, dan kami saat itu benar-benar kesulitan untuk mem-follow up proyek lungsuran tersebut.

Tapi, ternyata memang benar, mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia. Mimpi memberikan energi yang lebih bagi seorang manusia. Bagi seseorang yang bisa memiliki pandangan ke depan, mimpi bukanlah omong kosong. Mimpi adalah sebuah gagasan dengan tahapan pencapaian yang jelas. Nyata. Mimpi adalah masa depan yang bisa diprediksi. Dan masa depan ummat manusia, ditentukan oleh mimpi-mimpi yang ada saat ini. Peradaban ditentukan oleh apa yang sedang dikerjakan para ilmuwan, insinyur, sosiolog, pengusaha, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat pada tempatnya masing-masing.

Mengapa saya bisa berkata demikian? Ya, percaya atau tidak, beberapa gagasan yang terus berada di pikiran saya selama saya menjadi Presiden I3M, akhirnya mulai terwujud. Yah, semuanya soal waktu, dan mungkin beberapa gagasan justru terwujud setelah saya pensiun dari I3M. Tapi sesungguhnya, ada kepuasan atas ide kecil yang menjadi nyata. Sesimpel apapun ide tersebut, pengorbanan yang kita lakukan untuk mewujudkan ide tersebut akan terbayar. Paling tidak, saya puas berada di kampus ini, dan bahkan terpaksa harus meng-extend waktu studi saya hanya untuk menyaksikan gagasan tersebut mulai nyata.

 

Tim Campus Channel

Dimulai dari proyek Campus Channel. Waktu itu kami mengadakan FGD bertema media dan teknologi(notulen dapat dilihat di http://inovasiitb.tumblr.com/post/1347437502/media-dan-teknologi). Dari FGD tersebut, Menteri Keprofesian HME, Mohammad Ikhsan, berinisiatif untuk mengajukan proyek Campus Channel untuk PKM. Sebagai Presiden I3M, saya pun dengan senang hati bersedia menjadikan I3M sebagai mitra untuk PKM-T. Dan hasil akhirnya, melalui kerja keras berbagai pihak, Tim Inti Proyek (Peserta PKM), rekan-rekan Elektroteknik, DKV, DP,  serta I3M dan Kominfo Kabinet 10/11, Campus Channel ini lolos ke PIMNAS dan menyabet perak presentasi dan emas poster. Kini web campuschannel sendiri dapat diakses di sini: http://campuschannel.itb.ac.id/. Semoga campus channel ini akan tetap bertahan dan dapat menjadi besar, sehingga dapat memberikan nilai positif pada media di Indonesia.

Selain itu untuk proyek Multi-touch Screen, meskipun hingga akhir kepengurusan kami di I3M ide itu sama sekali masih abstrak, akhirnya menjadi tugas akhir dari Kabid Media, Faikar Izzani. Selain menjadi tugas akhir Faikar, kami juga menjadi nominator pada Indonesia ICT Awards 2011 untuk kategori student digital interactive media. Meskipun hingga detik ini kami belum benar-benar berhasil menerapkannya pada museum, setidaknya kami telah sempat membuat ide itu menjadi prototipe yang nyata. Oh iya, selain itu tidak hanya kami yang mulai membuat aplikasi untuk Multi-touch Screen, ada juga beberapa teman lain yang menjadikannya sebagai tugas akhir (video bisa dilihat di atas). Semoga kelak mimpi kami tentang museum yang lebih menarik agar generasi muda lebih mencintai sejarah dan bangsa Indonesia dapat terwujud! Amin!

Lalu untuk proyek satelit “Inspire”, akhirnya saya pun setelah selesai menjabat di I3M mendapatkan kesempatan untuk terlibat lebih lanjut. Jadi waktu masih menjabat, saya sempat menjanjikan akan membantu manajemen ITB-SAT. Namun, kegiatan ITB-SAT sendiri vakum pada saat saya menjabat. Saya hanya sempat mengikuti beberapa kali rapat serta satu workshop nasional. Nah, setelah “pensiun” dari I3M, kebetulan saya mengikuti lomba muatan roket dan memenangkan penghargaan sebagai Kreativitas Terbaik. Ternyata, sistem yang muatan roket yang dibangun memiliki kaitan erat dengan ITB-SAT. Maka dari itu saya dan tim pun bertemu dengan Pak Ridanto, Pimpinan ITB-SAT. Dari situ, janji saya kemudian ditagih. Lalu, petualangan pun berlanjut dengan saya mengambil sedikit bagian dalam tim manajemen. Akhirnya kami mengikuti ISCoS, konferensi seputar satelit pertama di Indonesia. Beberapa rekan memperoleh penghargaan( berita di sini http://www.itb.ac.id/news/3445.xhtml). Selain itu karya kami juga menjadi finalis untuk kategori Best Collaboration pada Proficio Awards. Semoga beberapa tahun ke depan ITB-SAT sebagai satelit pertama rancangan mahasiswa akan terwujud! Amin.

Yak, begitulah. Pada akhirnya saya yang pada mulanya tidak percaya bahwa masa depan dimulai dari imajinasi di masa kini, telah berubah. Segala pengalaman nyata ini, telah membuktikan kepada saya, bahwa ide bukanlah omong kosong. Ide yang dikerjakan akan menjadi nyata. Dan sekali lagi, tak ada mimpi yang terlalu tinggi.

Suatu saat semua mimpi akan terwujud. Entah kapan, entah dimana, entah siapa yang akan melakukannya. Sekarang, siap atau tidak kita ambil bagian? Maukah kita melihat gagasan kita terwujud? Masihkah kita ingin gagasan kita terwujud, meskipun ketika gagasan kita terwujud, kita sudah mati? Maukah kita memulai sebuah inisiasi untuk masa depan yang lebih baik? Maukah kita memberikan banyak manfaat untuk umat manusia?

Ya. Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s