How to Resign for Dummies

Fik, ajarin gw dong How to resign for Dummies

Sejujurnya, saya adalah fresh graduate yang baru pertama kali masuk ke dunia korporat. Dan baru beberapa bulan saja, saya sudah akan resign. Baik masuk ke suatu perusahaan maupun keluar dari suatu perusahaan adalah pengalaman pertama bagi saya. Dan sejujurnya, saya agak bingung bagaimana mengungkapkan rencana ini di awal. Saya pun melakukan sedikit googling tentang cara resign, termasuk bagaimana membuat surat resign.

Nah, pada postingan kali ini saya akan share pengalaman saya dalam proses resign (karena sampai sekarang masih dalam proses).

1. Komunikasikan Rencana

Jika kita sudah tahu memiliki rencana untuk resign dari perusahaan tempat kita bekerja, ada baiknya kita mengungkapkannya kepada atasan Anda dari jauh-jauh hari. Apalagi jika yang kita ikuti adalah program sejenis management trainee dimana kita diharapkan untuk berkarir di sana. Adalah penting bagi kita untuk mengatur ekspektasi orang lain terhadap kita, sebab kita sendiri pun demikian, tidak ingin dikecewakan oleh orang lain.

2. Buat Surat Resmi

Setelah mengomunikasikan secara langsung, kita perlu membuat surat secara resmi. Ada banyak referensi di internet untuk surat resign. Di sini akan saya beri contoh surat resign dari seseorang yang akan resign karena ingin melanjutkan studi.

Dear Company,

First of all thank you for welcoming the new Apprentices with such warmth. I am extremely thankful to be in Company.

While I truly appreciate the opportunities I have been given here, I want to inform you that I just have been offered to continue my studies in Some University.  At the time I decided to join Company Apprenticeship program, I did not  expect that my application for the studies is still being processed as explained in chronological timeline below.

In December 2011,  I applied for higher degree admission. It stated that the result of admission will be released in end of March 2012.
Starting from January 2012, the Company Apprenticeship selection process is held.
In March 2012, I was selected to be Company Apprentice. On the other hand, I did not get any further notice yet from Some University while my friend, who also applied for University, had been interviewed. I had tried to ask about the status of my application, but I did not get any reply. So, I decided to accept Company offer and join Company Apprenticeship 2012.
In the middle of April 2012, I got phone interview from University.
In May 2012, I got notification that I have been offered for admission with University, for the August 2012 intake.

This was not an easy decision to make. I have been satisfied to join Company Apprenticeship. But, I decided to continue my studies. With this in mind, I am seeking your permission to allow me, Syarif Rousyan Fikri, to continue my studies in Some University, where I will be pursuing a Degree in Some Faculty.

I appreciate the opportunities I have been given here, and wish you much success in the future.

Sincerely,

Yah, sejujurnya surat di atas masih banyak salahnya, apalagi untuk surat resmi. Tapi, kurang lebih alurnya seperti itu.

3. Buat Ending yang Bagus

Ketika kita memiliki rencana untuk resign, bukan berarti kita bisa seenaknya melalaikan pekerjaan kita. Bagaimana mengakhiri sesuatu dengan baik dan bijaksana pun penting, terutama untuk kredibilitas kita. Dunia ini sempit dan adil. Bukan tidak mungkin kita akan menemui dan membutuhkan orang-orang yang saat ini bekerja sama dengan kita pada perusahaan yang akan kita tinggalkan. Belum lagi, jika kita melalaikan pekerjaan kita, tentu kita akan memberikan beban tambahan untuk orang yang nantinya akan mengisi posisi kita.

Teman saya yang sudah pernah resign dari perusahaan lain sebelumnya juga bercerita bahwa dua minggu sebelum resign, sudah ada pengganti yang akan mengisi posisinya. Selama dua minggu tersebut teman saya berusaha untuk mentransfer pengetahuan kepada orang baru tersebut. Meskipun tidak mungkin sepenuhnya tersampaikan, setidaknya proses knowledge transfer itu akan membantu orang baru tersebut untuk mengakselerasi pembelajarannya.

4. Pamit

Tentunya selama bekerja, tidak hanya hubungan profesional yang kita jalin dengan rekan-rekan kerja kita, tapi juga hubungan personal. Banyak di antara orang-orang yang baru kita kenal, akhirnya menjadi salah satu sahabat terbaik yang pernah kita punya. Sampai sekarang saya meyakini bahwa orang Indonesia lebih cenderung menjalin hubungan yang personal. Sehingga, ada baiknya jika kita berpamitan kepada rekan-rekan kerja. Jika perlu, buatlah acara farewell seperti karaoke bersama, atau doa bersama.😀

Fikri,
Let’s celebrate our friendship and have an informal one on one before you focus on your next journey.
Thanks.

Dan jujur saja, saya sangat mengapresiasi coach saya yang mengundang saya untuk diskusi one on one secara informal sebelum saya melanjutkan perjalanan berikutnya.

Nah, mungkin sangat antiklimaks, tapi baru segini yang bisa saya tulis sekarang. Banyak dari kata-kata bijak yang saya tulis dari sini berasal dari pelajaran yang diberikan coach saya.

Semoga berguna🙂

2 thoughts on “How to Resign for Dummies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s