9 Hal yang Harus Dicoba Selama Kuliah di ITB

Ada banyak hal menarik yang bisa dicoba selama berkuliah di ITB, main voli bareng Dik Doang misalnya. Nah, di sini saya hendak memberikan list hal-hal yang menurut saya harus dicobain selama berkuliah di ITB, beserta alasan dan sedikit tipsnya🙂

Main voli bareng Dik Doang (itu yang di tengah pake baju kuning)

1. NR 4.00

Well, ini adalah impian seluruh mahasiswa ITB semenjak sidang penerimaan mahasiswa baru. Sedari awal mahasiswa ITB baru masuk, di saat lembaran transkrip dan raport di ol.akademik masih bersih, semua orang bermimpi untuk mendapatkan IPK 4.00, atau minimal IP 4.00 di semester pertama kalau mikir realistisnya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, beberapa orang akan menyadari bahwa dirinya tidak ditakdirkan oleh Tuhan untuk mendapatkan IPK sempurna. Memang beginilah suratan takdir.😦

Lalu, mahasiswa ITB yang mulai stress dengan kegersangan kampus teknik pun mulai mencoba realistis, namun tetap idealis.

“Kalau saya tidak bisa mendapatkan IP 4.00 minimal ada satu semester dimana NR saya 4.00!”

Deklarasi ini biasanya dilakukan beberapa menit setelah menerima NR pertama. Beberapa menit setelah ditimpa kegalauan sesaat bagi mereka yang high achiever sedari SMA. Waktu pun berlalu. Menjelang tingkat akhir, ketika mereka sudah lulus, beberapa orang belum berhasil mencapai target yang sudah diturunkan beberapa kali lipat ini.

Tetapi, sebagian dari mereka tidak menyerah! Sebagian dari mereka akhirnya memutuskan untuk mengambil sebuah pilihan berat dalam hidupnya. Yakni, mengorbankan waktu liburan yang seharusnya bisa dipergunakan untuk bermain DotA seharian untuk mengambil kuliah di semester pendek.

Saya sendiri semasa kuliah pernah mendapatkan NR 4.00 ketika mengambil kuliah Sejarah Desain yang sangat berkesan meskipun hanya 2 sks. Hahaha. Tidak apalah, yang penting cita-cita kesampaian😀

Dosen Sejarah Desain, Pak Yan Yan Sunarya http://www.facebook.com/YanYanSunarya .. kuliahnya selalu menggemparkan

2. Jadi asisten praktikum/asisten dosen

Pada saat kita menjadi peserta praktikum, asisten praktikum selalu terlihat jago dan pintar. Beberapa asisten yang dikaruniai tampang sedikit di atas rata-rata tak jarang menjadi idola para mahasiswa. Belum lagi asisten untuk kuliah. Mereka seperti malaikat penolong yang membuat kita mengerti tentang apa yang diajarkan di kuliah, terlebih jika dosennya kurang jago dalam menerangkan. Dan memang terkadang asisten dosen itu menyejukkan mata.

Nah, itu semua yang terlihat dari sudut pandang mahasiswa yang diasistensi. Ada saatnya kamu harus mencoba untuk menjadi orang yang mengasistensi. Ini adalah suatu pengalaman yang sangat menarik, karena terkadang kita justru lebih mengerti tentang sesuatu ketika kita mengajari orang lain. Dan enaknya jadi asisten adalah, mendapatkan kompensasi. Kompensasi yang bisa didapatkan adalah berupa uang, mungkin sertifikat atau rekomendasi, serta jika kamu beruntung, kamu bisa cuci mata atau cari kecengan!

Contoh asisten ngeceng, kebetulan peserta praktikum adalah jurusan yang cukup “rindang”. Sumber: http://sketsaelektro.wordpress.com/2012/04/24/tentang-elektronika-industri/

Saya sendiri pernah merasakan jadi asisten praktikum di labdasar elektro, untuk mahasiswa EL tingkat dua. Ya, sayangnya elektro. Sekali lagi ELEKTRO. Hmm. jadi ingat kalau saya belum mengambil sertifikat :))

3. Ikutan lomba, seminar, conference

Mengikuti lomba-lomba, seminar, dan conference itu seru loh. Kamu bisa menambah pengalaman, jalan-jalan dan bisa menambah panjang halaman di CV. Apalagi kalau meraih penghargaan, kamu juga bisa membawa pulang uang tunai untuk menyuplai kebutuhan gorengan di kosan. Hahaha.

Chemistry yang terjalin saat mengikuti lomba roket dan harus menginap di pedalaman

Tapi saya serius loh. Ada banyak yang bisa didapatkan dari mengikuti lomba-lomba, sekalipun kamu kalah. Saya berkali-kali ikut lomba dan kebanyakan saya kalah. Tapi, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari merasakan belajar karena memang merasa butuh (bukan dipaksa oleh kuliah), belajar mengelola tim, dan mendapat banyak wawasan dan teman baru. Terkadang, mengikuti lomba bersama orang yang baru kita kenal, bisa membuat kita jauh lebih akrab dengan mereka loh.

Foto yang saya ambil ketika jalan-jalan di sela conference di surabaya. Kapan lagi bisa ngedate sama dora?

Ikut conference juga merupakan salah satu pengalaman seru. Untuk sesaat, kamu bisa merasa benar-benar menjadi bagian dari suatu komunitas ilmiah, meskipun keseharian kamu sangat tidak rasional dan kurang terpelajar (bercanda)😀

Oh, iya buat kamu semua jangan pernah minder kalau mau ikut lomba atau conference. Kamu bisa bertanya kepada teman-teman kamu yang pinter-pinter, ajak mereka gabung di tim kamu, dan cari dosen pembimbing yang baik. Dunia keprofesian dan keilmuan bukan hanya milik orang pintar, tetapi juga milik orang-orang yang bisa melihat peluang dan mau bekerja keras dan mempelajari hal baru. Jika kamu tidak pintar, cari teman yang pintar. Belajar dari mereka, jangan gabut! Hehe

Ga bisa menang lomba yang kelewat serius? Kalo cuman mau dapet medali mah ikut aja lomba cerdas cermat internal di himpunan😀

Seriously bro! You have to give it a try!

4. Ikutan komunitas atau organisasi

Yang ini kayaknya nggak perlu dijelasin lagi deh. Ikutan organisasi sudah pasti seru dan menambah banyak teman. Dalam berorganisasi, kita akan mendapatkan banyak sekali konflik dan tangung jawab. Dari tantangan tersebutlah kita akan dapat mempelajari yang namanya soft skills.

Serunya berorganisasi #1 Main balap karung

DSC_8223

Serunya berorganisasi#2 Trolling pas ospek

Serunya berorganisasi #3 Bisa ngajarin adik-adik yang masih sekolah

Satu hal yang perlu diingat, soft skills itu tidak didapatkan dari jabatan. Soft skills diperoleh dari keseriusan kita dalam belajar menjalani interaksi dengan orang lain. Kita akan belajar mengenal banyak kepribadian orang, dan kita juga akan mendapatkan tugas-tugas yang seru dari organisasi yang kita ikuti.

Gak pernah ada ruginya kok kenalan sama orang baru dan nambah temen. Percayalah, nanti setelah lulus pengalaman kita dalam berorganisasi akan sangat berguna. Dan ingat, pengalamannya yang berguna, bukan statusnya.

Oh iya, sebisa mungkin tambahlah teman sebanyak-banyaknya. Dulu waktu sidang penerimaan mahasiswa baru, pernah ada yang memberi nasihat kalau sebelum lulus, kita harus mengenal 3000 orang. Apakah gampang? Enggak.

5. Dateng forsil/forbas yang sangat archaic

Kalau mau melihat bagaimana karakter anak ITB yang berasal dari berbagai latar belakang, cobalah datang ke forsil atau forbas. Niscaya kamu akan menemukan sesuatu yang menarik (exceptional experience).

6. Ketemu/melihat pejabat pemerintahan/businessman/artis/orang terkenal lainnya

Di ITB, akan ada banyak sekali kesempatan buat kamu untuk bertemu orang terkenal. Kamu bisa menjumpai mereka pada seminar-seminar atau melalui kegiatan di organisasi. Nggak ada salahnya sesekali menyempatkan diri untuk melihat mereka berbicara. Akan sangat bagus jika kamu bisa menjalin relasi dengan mereka. Banyak yang bisa kita pelajari dari mereka loh, maklum mereka sudah punya banyak pengalaman.

7. Bermalam, mandi, boker di kampus

Ingat lagu kampusku rumahku? Ya, kamu perlu mencoba untuk benar-benar memaknainya secara literal. Bermalam di Lab, mengobrol dengan satpam dan pedagang sekitar. Terkadang, bermalam di kampus akan membawa kamu ke pengalaman tak terduga. Saya misalnya, pernah harus berurusan dengan polisi karena kebetulan jadi saksi kebakaran di ITB yang terjadi pada jam satu malam.

Salah satu gaya tidur di kampus. Sumber: http://sketsaelektro.wordpress.com/2012/03/12/aneka-gaya-tidur-kprg/

Nah, beberapa lab secara resmi atau tidak resmi menyediakan fasilitas untuk tidur. Maklum, mahasiswa tingkat akhir biasanya sangat freak dalam mengerjakan risetnya. Mereka bisa tidak tidur dua hari dua malam jika sudah menjelang deadline pengumpulan draft. Hahaha

Beberapa teman-teman di unit juga saking passionatenya dengan sesuatu jadi sering menginap di kampus. Ada yang kerjanya ngoprek komputer, ada yang kerjanya diskusi tentang ilmu sosial, ada juga yang sekedar untuk bermain tenis meja atau menyanyi-nyanyi. Oh, iya beberapa orang juga memanfaatkan koneksi internet yang lebih kencang di malam hari untuk mendownload film.

Jangan boker sembarangan juga sih, tapinya -_-

Yang perlu diperhatikan ketika menginap di kampus adalah keamanan barang-barang dan tentunya pertahanan terhadap dinginnya malam dan kelaparan🙂

8. Berenang di Indonesia Tenggelam

ELO KUDU NYOBA BANGET BANGET BANGET! Sumpah, ini adalah salah satu pengalaman paling seru. Kapan lagi kita bisa main air di atas peta Indonesia berukuran segede Goban (http://www.youtube.com/watch?v=O2oEdXn8HgA)

Sumber http://bilt4blog.files.wordpress.com/2011/07/indonesia-tenggelam.jpg?w=540

Salah satu tradisi jaman dulu adalah nyeburin orang kalau lagi ulang tahun. Setiap dua puluh tiga menit, pasti ada orang yang diceburin ke Indonesia tenggelam. Belum lagi kalau habis ada ospek atau kepanitiaan, biasanya cebur-ceburan menjadi salah satu ritual yang harus dilakukan. Ya, inilah bentuk bakti kepada bangsa secara simbolis: berenang-renang di atas peta Indonesia.

Tapi perlu berhati-hati juga, tak jarang ada yang terluka karena main air di Indonesia tenggelam. Hape basah, Laptop nyemplung, sudah biasa. Oh iya, ada juga seniro saya, Ikhsan Abdusyakur yang lukanya harus dijahit karena insiden semacam ini. Beware!

Yah, kalau takut diskors, mungkin kamu bisa melakukannya sesaat sebelum wisuda😀

9.  Terlibat kisah cinta

Minimal Anda akan terkurung dalam kampus yang dulu penuh tai burung ini selama 4 tahun. Akan sangat disayangkan jika Anda tidak menjalani kisah cinta di kampus ini. Anda bisa memilih untuk terlibat cinta romantis dengan banyak hal. Ada yang memilih terlibat percintaan dengan solder di laboratorium, dengan wanita, dengan sesama jenis, sampai dengan organisasi.

Beberapa orang sampai segitu niatnya untuk membuat akun “Tugas Akhir” hanya demi supaya agar dia bisa in relationship dengan tugas akhir. -_- (Tentu saja jangan membuat 7 kesalahan jika sedang berhubungan dengan buku tugas akhir)

Umumnya Presiden KM akan in relationship dengan KM ITB, ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar so sweet ke KM ITB. 

Ya, ITB memang kampus penuh cinta. Ada banyak cinta yang bisa dicari di sini. Jika kamu ingin mengejar cinta ilahi, masjid salman juga jaraknya cuman satu seberang. (Subhanallah)

Tapi sesungguhnya, cerita cinta romantis itu semu. Dia tidak abadi, yang abadi justru pertemanan. Teman selalu ada di saat kita butuh. Teman selalu mau mendengar ketika kita habis patah hati, dimarahin dosen, atau mendapatkan masalah lain. Teman juga ada di saat kita butuh tahu informasi ruang ujian, PR, dan tak jarang beserta jawabannya. Teman yang baik akan mengingatkan kita jika kita lupa kalau hari ini ada ujian. Teman yang baik akan memotivasi kita ketika kita sudah menyerah dan tidak mau datang ujian. Tapi, teman yang baik terkadang menjauhi kita jika kita baru saja menginjak kotoran kuda depan salman. T_T

Tapi sekali teman, tetap teman. Masa-masa berbincang-bincang dan bercanda ria dengan teman semasa kuliah, pasti akan selalu dirindukan setelah lulus.🙂

Monumen Friendzone ITB. Sumber: http://sketsaelektro.wordpress.com/

9 thoughts on “9 Hal yang Harus Dicoba Selama Kuliah di ITB

  1. Yang foto asistensi itu paling ok dah…
    Sampai-sampai teman praktikannya ngebenerin kacamata sambil bergumam “WTF, jadi asisten ternyata keren yah”….wkwkwkwk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s