Menanti Universitas Generasi Ketiga di Indonesia

*lagi-lagi tulisan tidak akan seberat judulnya

Kebetulan beberapa hari yang lalu salah seorang teman saya berkicau seperti ini di twitter:

apalah awak ini, seorang @rousyan. mana ingat kau apa jabatanku dan fungsiku di MWA? wakil mahasiswa dihilangkan saja tidak ada yang peduli

Entah saya yang terlalu lebay atau melankolis, saya pribadi jadi berintrospeksi. Saya pribadi merasa tidak banyak kontribusi yang saya lakukan selama menjadi anggota MWA. Dan melalui postingan ini, ijinkan saya sekali lagi mencoba membagi wawasan yang saya dapatkan.

Itebeh jadul (sumber)

Pendidikan adalah hal yang sangat vital bagi pembangunan bangsa. Suatu bangsa didefinisikan oleh manusia-manusia, dan melalui senjata bernama pendidikan lah manusia-manusia tersebut dibangun. Nah, tentunya seiring dengan berkembangnya peradaban, alat yang digunakan untuk mengasah manusia ini pun berkembang.

Apa itu Universitas Generasi Ketiga?

Nah, sekarang mari kita berbicara tentang Universitas Generasi Ketiga (3GU: Third Generation University). Yah, sebenarnya saya kurang begitu paham sebab saya belum pernah benar-benar membaca literatur mengenai 3GU ini. Namun, saya sempat menelusuri sedikit di internet, dan menemukan sebuah literatur tentang hal ini. Ada sebuah buku berjudul “Towards the Third Generation University – Managing the University in Transition” yang ditulis oleh  J.G. Wissema, Guru besar inovasi dan kewirausahaan di Delft University of Technology. Nah bagi yang ingin membaca samplenya, silahkan mengunjungi tautan berikut: http://books.google.com.sg/books?id=apCCyECnMuQC&printsec=frontcover&source=gbs_atb#v=onepage&q&f=false

Lalu dari sedikit penelusuran itu saya mengambil kesimpulan bahwa universitas sebagai bagian dari instrumen pendidikan pun mengalami adaptasi, universitas dituntut untuk berkembang. Universitas generasi pertama memiliki fokus untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan. Seiring berjalannya waktu universitas berevolusi menuju generasi kedua, yakni memiliki fokus pula untuk menyelenggarakan kegiatan penelitian. Nah, pendidikan sudah, penelitian sudah, lalu apa itu universitas generasi ketiga? Rupanya universitas generasi ketiga adalah suatu konsep tentang universitas dimana universitas tersebut dapat berperan menjadi innovation hub, dapat mendukung pembangunan industri dari riset yang dilakukan.

Nah, mungkin jika teman-teman masih merasa abstrak dengan penjalasan saya, mohon dibaca juga kutipan dari si empunya langsung mengenai karakteristik universitas generasi ketiga (diambil dari http://www.wissema.com/index.php?language=UK&pid=64):

Characteristics

Universities nowadays are competing in an international market to acquire the best industrial contracts, the best academics and the best students. Competition creates winners and losers. Winners will be those universities that establish themselves as the centre of an effective know-how hub, which is a dynamic scientific environment that incorporates all kinds of research, education and know-how commercialisation in which the university collaborates with established technology-based firms as well as start-ups.

Characteristics of the 3GU are:

1.     Fundamental research was and will be the core activity of the university.

2.     Research is largely transdisciplinary or interdisciplinary, rather than mono-disciplinary as in the science-based university.

3.     3GUs are network universities, collaborating with industry, private research and development (R&D), financiers, professional service providers and other universities via their know-how hub.

4.     3GUs operate in an internationally competitive market. They actively compete for the best academics, students and research contracts from industry. Previously, universities had a de facto regional monopoly concerning the intake of students.

5.     3GU�s are two-track universities. While they cannot in general escape from being mass universities, they create special facilities for the best and brightest students and academics.

6.     3GUs embrace the concept of consilience and creativity as a driving force of similar importance to the rational scientific method.

7.     3GUs are cosmopolitan; they operate in an international setting with a wide and diverse range of staff and students; in this respect, they are close to the Medieval Universities. They employ the English language for all courses as the new lingua franca, rather than the national tongue as used in the science-based university.

8.     Exploitation of know-how becomes the third university objective as universities are seen as the cradle of new entrepreneurial activity in addition to the traditional tasks of research and education.

9.     3GUs will become less dependent on state regulation. State financing will no longer be direct but the state�s funds will be transferred through independent institutions that finance research and education.

Nah menariknya, dalam buku tersebut ITB disebut-sebut sebagai salah satu studi kasus universitas yang belum mencapai level top university namun sedang merangkak menuju universitas generasi ketiga.

Sedikit zoom-in menuju ITB

ITB sendiri telah memiliki visi hingga tahun 2025. ITB telah memiliki Renip 2006-2025. Dan saya rasa jelas visi ITB adalah menuju arah sana. Belum lagi jika kita sempat mendengar mengenai MP3EI, hal ini semakin relevan. Sebab untuk dapat membangun industri yang berbasiskan teknologi,  diperlukan link and match antara Pemerintah, Industri, Lembaga Penelitian, dan Lembaga Pendidikan. (Ah saya jadi teringat buku jejak Pemikiran BJ Habibie yang belum selesai saya baca, sayang saya tidak membawanya ke Singapura :()

Selain yang tertuang dalam renip, terdapat pula gagasan mengenai ITB 2020. Dan buat saya gagasan ini juga sangat relevan dengan upaya menuju universitas generasi ketiga. Saya pernah sedikit mengulas tentang universitas generasi ketiga pada laporan saya di sini (http://mwaitb-mahasiswa.tumblr.com/post/6484950553/review-sarasehan-itb-2020-beyond) dalam rangka Sarasehan ITB 2020. Entahlah, apakah selama ini ada yang pernah membaca atau tidak. Buat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang ITB 2020 bisa melihat ke tautan tersebut. Beberapa isinya mungkin ada yang sudah tidak update, tapi setidaknya pasti ada informasi dan pengetahuan yang bisa diperoleh😀

Lalu Indonesia

Tentu saja tidak cukup jika hanya ITB yang menjadi universitas ketiga untuk dapat membuat bangsa Indonesia menjadi lebih maju. Saya rasa dari sekarang seluruh petinggi universitas di Indonesia harus mulai memasang visi setinggi mungkin dengan milestone yang serealistis mungkin.

Entah kapan, tapi saya menunggu akan ada artikel serupa artikel ini (http://www.forbes.com/sites/michaelnoer/2012/08/01/the-most-entrepreneurial-colleges/) tapi untuk universitas di Indonesia. Bukankah akan seru jika universitas saling berlomba menciptakan inovasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Mari kita sama-sama berdoa agar bangsa ini terus maju dan dapat memakmurkan rakyatnya, memerdekakan pikiran bangsanya melalui pendidikan yang lebih baik🙂

Dan lebih dari sekedar menunggu, saya berdoa semoga kelak Tuhan memberikan saya kesempatan untuk ikut berperan dalam masa tersebut, masa dimana dunia pendidikan di Indonesia tengah bergolak dan bangkit dari krisis, menyongsong era baru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tentu saja ini bukan hanya mimpi saya, saya yakin anda pun memiliki harapan saya, karena memang ini merupakan mimpi semua anak bangsa. Semoga terkabul, Amin.

“Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpimu”

Andrea Hirata

One thought on “Menanti Universitas Generasi Ketiga di Indonesia

  1. Tulisan di blog ini bagus2 Kang, tapi heran kenapa sedikit yg komen ya hehe
    Jujur aja baru denger kali ini 3GU, sebelumnya cuman pernah denger dunia ketiga aja
    Thx for sharing Kang:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s