Sebuah Cerita tentang Blueprint HME ITB 2011-2015

Pepatah bilang, pengalaman adalah guru terbaik..

Ya. Menjadi pemain dan penonton selalu berbeda. Penonton terkadang bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh pemain, memiliki pandangan yang mungkin holistik. Namun, yang bisa menyaksikan dinamisasi di lapangan dan bisa merasakan kemana permainan ini harus dibawa tetaplah pemain. Untuk itulah, pada suatu titik pemain yang akan diganti merasa perlu untuk memberikan suatu pelajaran dari apa yang dia alami di lapangan. Satu harapan dari pemain yang keluar ini, yakni pemain yang masuk bisa melanjutkan arah permainan yang sudah dibangun oleh pemain lama.

(mungkin)Kurang lebih seperti itulah yang kami rasakan ketika itu. Kami merasa bahwa kami mencapai suatu pemikiran bahwa himpunan yang kami miliki ini butuh suatu mimpi baru. Dari situlah kami berencana untuk merancang blueprint ini. Mimpi itu harus tinggi katanya. Supaya kita tidak terlena dengan pencapaian kita yang sekarang dan merasa tinggi, kita harus segera mencari mimpi yang baru. Mimpi itu harus ideal, mimpi itu harus susah.

Lalu, kami sebagai orang yang mungkin masih bersemangat dan yakin bahwa generasi mendatang di himpunan ini akan bisa berbuat lebih dari yang telah kami lakukan sekarang pun mulai berangan-angan. Mimpi tinggi macam apa yang bisa kami jadikan sebagai tantangan bagi generasi mendatang untuk lima tahun mendatang.

Menuliskannya..

Melalui berbagai analisis kondisi yang rumit, menghubungkan titik-titik yang lampau, kami akhirnya mampu menyelesaikan blueprint itu di akhir kepengurusan. Blueprint inilah yang menjadi salah satu legacy dari kami. Ini adalah mimpi kami yang tertunda, bukan karena kami tidak ingin mencapainya, namun karena waktu kami telah habis. Dan mimpi inilah yang hendak kami titipkan kepada adik-adik kami yang kelak akan mengisi tempat kami beberapa tahun ke depan.

Kini, saya yakin telah banyak perubahan yang terjadi, baik di dunia, maupun di HME. Saya tidak tahu apakah gagasan ini masih memiliki nilai bagi teman-teman yang saat ini sedang asyiknya berorganisasi di HME. Tapi, saya rasa saya ingin membagi kisah ini sekali lagi, siapa tahu ada teman HME yang membacanya.😀 Siapa tahu masih ada yang bisa mendapatkan manfaat dari blueprint ini.

Dan jujur, ketika saya membaca lagi apa yang kami tuliskan di blueprint tersebut, rasa-rasanya isinya terlalu tinggi. Bahasanya terlalu membulan. Terlalu padat dan butuh perenungan beberapa detik untuk mencernanya. Bahkan mungkin butuh kbbi dan google untuk mengartikan kata demi katanya. Tapi itulah yang namanya mimpi, harus tinggi, harus susah, dan harus kita yakini bahwa kelak kita akan bisa mencapainya dengan kerja keras dan kegigihan, serta berkat rahmat Yang Kuasa. Ini adalah soal keyakinan, sebab imajinasi akan mengalahkan realita.

“We choose to go to the moon. We choose to go to the moon in this decade and do the other things, not because they are easy, but because they are hard, because that goal will serve to organize and measure the best of our energies and skills, because that challenge is one that we are willing to accept, one we are unwilling to postpone, and one which we intend to win, and the others, too”

John F. Kennedy Moon

Saya menuliskan ini karena entah mengapa saya gerah, sepertinya ada yang salah dengan bangsa ini tapi saya pun tidak tahu apa yang bisa saya lakukan. Bahkan setelah saya lulus, saya rasanya masih belum berbuat apa-apa. Lalu saya membaca berita, menonton video-video di youtube yang isinya lebih banyak yang memprihatinkan. Sungguh memprihatinkan. Dan sekali lagi, saya pun tidak bisa melakukan apa-apa.

Namun, saya masih yakin bahwa masa depan bangsa ini tiga puluh tahun ke depan ditentukan oleh pemuda-pemuda yang saat ini sedang menyandang status mahasiswa. Terkadang saya berpikir, kalau mungkin saya ternyata tidak mampu melakukan apa-apa, siapa tahu di luar sana ada orang-orang yang akhirnya bisa melakukan sesuatu untuk mengubah mimpi itu menjadi nyata. Karena saya belum bisa, maka itu saya bercerita tentang keresahan saya, siapa tahu anda bisa mewujudkannya.🙂

Dan saya yakin, mahasiswa, apalagi teman-teman HME, pasti banyak memiliki ide-ide kreatif, banyak memiliki waktu luang untuk melakukan sesuatu. Sungguh, teman-teman bisa melakukan sesuatu sebebas-bebasnya selama di kampus sebagai mahasiswa sarjana. Kalau perlu injak rumput, injak saja rumput itu, jangan takut selama kalian memiliki alasan yang kuat. Saya pun merindukan masa-masa itu, masa ketika teman-teman bisa bereksperimen dan melakukan hal-hal yang out of the box. Percayalah akan ada kepuasan tersendiri ketika teman-teman bisa melakukan hal-hal yang orang bilang “It’s impossible” .

Semoga teman-teman tidak hanya terpaku oleh beratnya beban kuliah. Semoga teman-teman tidak menjadi fachidiot.

Oh iya, jangan berpikir harus perfect atau tidak sama sekali. Kalaupun pada akhirnya teman-teman tidak bisa membuat sebuah magnum opus, at least teman-teman harus berusaha membuat sesuatu. At least, give it a try! Apapun yang mau temen-temen lakukan, biarpun orang bilang bacot, biarpun orang bilang klise, lakukan saja! Kampus itu tempat belajar, manfaatkan sebaik-baiknya.

Kalau bisa, jadilah pendobrak sejarah dengan melakukan sesuatu yang belum diketahui apakah sesuatu itu dapat dilakukan atau tidak.

Ah, berikut saya lampirkan Blueprint yang waktu itu kami buat. Saya yakin banyak yang sudah berubah, sebab sudah dua tahun berlalu dari masa itu. Saya rasa tidak apa-apa jika saya membuka dokumen ini ke publik😀. Ya, buat yang bukan HME, kalau ada kalimat yang terkesan arogan, ya memang kami arogan. Anda pun harus arogan! Saya percaya, arogansi pada takaran yang pas akan menimbulkan persaingan yang positif dalam berbuat kebaikan🙂

Salam Hangat,

Syarif Rousyan Fikri

Ketua Komisi Perbaikan Sistem MPA HME ITB 09/10

Saya merasa saya kurang banyak berbuat sesuatu selama menjadi mahasiswa di ITB, saya merasa saya terlalu lembek, terlalu cupu. Dan saya berharap semoga teman-teman tidak berakhir demikian. Make the most of your time!

Mimpi itu abstrak dan maya, dibutuhkan laskar pemimpin untuk membuatnya menjadi konkret dan jadi nyata.

One thought on “Sebuah Cerita tentang Blueprint HME ITB 2011-2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s