Gelap Tiada Lagi

Dua kaki yang dipergunakan melangkah di malam hari

Menopang badan dan kepala yang penuh dengan asa esok hari

Rasanya esok mentari akan bersinar sangat terang

Tak akan ia kalah oleh bulan yang begitu benderang

 

Satu, dua, dan tiga, cinta dan harapan menjadi benang kusut

Setiap pertemuan mengubah arti kehidupan dengan lembut

Sekejap bahagia berubah menjadi penderitaan

Sekecap manis berubah menjadi pahit tak tertahankan

 

Tuhan sudah bilang, jangan pernah kau mengeluh

Kamus pun sudah kau coreti hitam di atas kata suram

Tapi, waktu tak pernah menyerah, memaksa untuk menguji

Digulingkannya kita pada jurang dalam

Meskipun pernah kita terperosok dan telah bangkit lagi

 

Kini gelap

Harus kau terima

Meski tak sanggup kau tinggal bersama

Terima dan hanya terima

 

Lalu suatu saat semua berlalu kembali

Gelap tiada lagi

Kembali kita duduk berbaring di puncak gunung tertinggi

Bahwa hidup hanyalah menanti menatap mentari

Bersama mereka yang melalui rute yang lain

 

Lalu aku teriak sembari berdiri

Gelap tiada lagi

Selamat pagi!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s