Sebuah Ironi

Sadarkah kita, bahwa terkadang besarnya kekritisan kita, jika diarahkan pada arah yang salah, dia akan tumbuh dan berkembang menjadi keluhan? Lebih jauh dari keluhan, kita pun bisa menjadi buta akan eksistensi sesuatu. Bahwa sebenarnya ada kebaikan dan kebenaran yang dapat disyukuri atau diteladani, ceritanya telah kita lupakan.

Sadarkah kita, bahwa terkadang niat baik yang mengatasnamakan empati, kerendahan hati atau toleransi, terkadang bisa menjadi bumerang? Karena merasa lebih rendah hati dari orang lain, lalu kita membeli tiket untuk bisa mencicipi wahana bersombong. Sebab merasa lebih peduli, kita tak jarang menafikan aturan-aturan yang berlaku.

Tapi toh, apa salahnya? Ini semua kita lakukan karena kita percaya bahwa kita benar. Ya, kita benar. Kita lah yang paling benar. Mereka salah.

Seiring dengan bertambahnya butiran pasir yang turun dalam jam saya, saya merasa bahwa kita telah terjebak oleh berbagai ilusi. Entah siapa yang membuatnya menjadi ilusi seperti itu. Ajaran yang sebegitu bergunanya disempitkan menjadi picisan kosong belaka. Dari kecil, nilai-nilai yang terbentuk rasanya banyak yang samar. Lalu dengan kesamar-samaran ini kita menjalani kehidupan.

Mungkin Syekh Siti Jenar ada benarnya, neraka dan surga itu sudah ada dari sekarang. Pahala dan dosa bisa diukur pula dari saat ini juga. Semua itu bisa kita lihat dengan cermin kita, tempat keduanya beradu.

Mungkin benar kata pepatah, diam itu emas. Sebab, bukan berarti orang-orang yang berteriak itu lebih tahu dan lebih berbuat ketimbang orang-orang yang menutup mulutnya.

Lalu pada akhirnya kita mesti berdoa, biar cermin ini senantiasa dimandikan dengan air, salju, dan embun.

Ya, memang kita berdoa seperti itu setiap harinya, setidaknya lima kali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s