Ketika “Sukses” Bukanlah Fungsi Waktu

“Lo liat deh, Mas Teguh aja mulai Ph.D baru umur 29. Dia dulu ngulang SPMB, udah buang waktu tuh, terus sempet kerja pula. Belum lagi dia terus S2 di ITB, buang waktu lagi 2 tahun. Tapi toh sekarang di akademik dia termasuk yang jago di banding temen-temennya, salah satu ahli friction di Asia.”

Terkadang kita sibuk berkejaran dengan waktu dan lupa bahwa tak selamanya sukses adalah fungsi waktu. Semua proses yang ada, meskipun mungkin tidak berkaitan langsung dengan tujuan akhir kita, tentunya akan berperan dalam menambah ketangguhan diri.

Tak jarang hal-hal seperti pride, dan apa kata orang nanti?, membuat kita ragu untuk menjemput diri kita sendiri; membuat kita ragu untuk berjalan di jalur yang seharusnya.

Tapi, jangan berpikir ini sia-sia. Jangan berpikir kita membuang waktu. Anggap saja kita sedang mengumpulkan potongan-potongan tiket. Nanti, kalau bagian-bagiannya sudah komplit, kita tinggal check-in dan ambil boarding pass.

Sehingga, pada akhirnya nanti, hati kita akan berbisik, sekarang saatnya kita lepas landas..!

Dan setelah kita terbang dengan pesawat? Kita bahkan akan mengalahkan mereka yang telah memulai perjalanan jauh sebelum kita, tapi kendaraan mereka hanyalah kuda.. karena kita naik pesawat!

Ya, persis seperti hidup. Mungkin itulah kenapa pertaubatan akan selalu diterima meskipun sudah di saat terakhir. Karena ada relativitas dalam waktu. Dan mungkin, tidak lebih dari satu jam, Nabi menunggu di sana.. menunggu kita naik pesawat yang dipiloti beliau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s