Percakapan dalam Mimpi

Malam ini saya bermimpi berbincang dengan seorang teman. Dulu kami memang sering berbincang sembari makan bersama. Perbincangan itu terasa begitu nyata, saking nyatanya pesan yang disampaikannya di dalam mimpi masih membekas, bahkan hingga enam jam saya terbangun dan menuliskan post ini.

Di mimpi itu teman saya mengingatkan saya agar berhati-hati dalam “fake it ’till you make it” karena jika hal itu dilakukan dengan berlebihan, saya jadi membohongi diri sendiri. Terkadang kita begitu berhasrat untuk menjadi sesuatu, menampilkan kesan bahwa kita  telah menjadi sesuatu. Hal ini memberikan gratifikasi instan secara sosial dan membuat kita jadi lembam dan berpangku tangan, padahal perjalanan masih jauh.

Saya lupa detail percakapannya, yang jelas dalam mimpi tersebut teman saya memberikan analogi dengan sebuah tablet. Kalau tidak salah dia sempat membuka sebuah apps sambil memberikan saya nasehat yang isinya kurang lebih seperti yang saya tulis di atas.

Mimpi memang selalu menjadi misteri. Beberapa kepercayaan menyebutkan bahwa jika kita bermimpi tentang seseorang, mungkin seseorang itu yang merindukan kita. Tapi saya sebenarnya lebih percaya bahwa pada umumnya mimpi adalah apa yang terekam di bawah sadar kita. Hal itu bisa jadi merupakan manifestasi dari apa yang kita alami sehari-hari maupun hasrat terpendam. Dan saya bisa bermimpi begini mungkin karena dulu saya sering mengobrol dengan teman tersebut.

Apapun itu, saya senang mendapatkan life lesson, bahkan di dalam mimpi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s