Tanda

Tanda itu ada dimana-mana. Setiap kata, setiap benda, setiap tekstur yang bisa diraba.

Hari ini pun, ketika aku menjawab pertanyaan sampai kapan, aku menjawabnya dengan aku menunggu tanda.

Di saat yang sama, aku kembali tersadar bahwa tanda itu tak perlu ditunggu, sebab mereka selalu ada. Hanya saja aku tak tahu, tanda yang mana!

Aku cari di kolong logika, kebenaran tidak pernah tersisa. Ia selalu kalah oleh berbagai pertentangan yang tak ada habisnya.

Pola itu tak pernah berhenti, selalu demikian adanya.

Di saat ragu mulai merasuk, tanda yang ada semakin nyata.

Ia bukan masuk lewat logika, tapi lewat rasa. Sebab logika ku pasti akan menolaknya! Logika ku tak pernah menemukan satu jawaban dengan seribu kepastian. Logikaku selalu memberikan seribu jawaban dengan satu ketidakpastian.

Ia juga sering masuk bukan lewat orang lain, tapi lewat perkataanku sendiri di masa silam. Sebab kita pernah mendapatkan jawabannya di masa lampau tapi lupa mencantumkannya pada tas di punggung kita!

Tanda, benarkah ini semua tanda?

Karena bukankah hal sepalsu, serapuh, dan seabstrak kehidupan duniawi adalah bagian dari perjalanan yang sebenarnya?

Ini bukan tentang berbuat, lalu masa bodoh dengan hasilnya. Ini tentang perjuangan, sedikit dari yang kita lakukan pun bermakna!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s