Jiwa Yang Tenang

Doa

Terkadang kita tak sadar dengan ‘doa’, baik itu yang kita ucapkan dalam hati maupun secara lisan. Tak jarang hal itu bersifat pengandaian atau mungkin sekedar guyon belaka. Iya, lalu kita pun terlupa.. hingga akhirnya suatu hari hal itu menjadi kenyataan, dan kita tidak siap menerima konsekuensinya.

Ironi

Sekali waktu dalam hidup, kita akan mendapatkan pelajaran yang begitu keras dari Tuhan.. melalui berbagai cara, berbagai orang, berbagai kejadian. Tertampar, kita pun mencoba untuk berubah, hijrah, memasukkan prinsip atau nilai baru ke dalam diri kita. Mulai dari situ kita menganggap orang-orang yang tidak sesuai dengan nilai kita sebagai penjahat..

Lalu manusia kembali terlupa. Prinsip yang dibuatnya sendiri dilanggar. Dan, terkadang Tuhan langsung ingatkan kembali bahwa kita hendak jatuh ke lubang yang sama. Dan kita, tak ada bedanya dengan orang yang tadinya kita anggap penjahat.

Teman

Dalam hidup ini, mungkin kita akan menemukan seorang teman yang begitu unik hubungannya dengan kita. Mungkin kita pernah saling bermusuhan, mungkin hingga detik ini kita masih memiliki perbedaan pandangan yang begitu nyata, tapi entah mengapa dia justru menjadi teman sejati, yang berani mengkritik kita dan mengingatkan kita ketika salah.

Pertanyaan

Masihkah kita menjadi Jiwa Yang Tenang?

Masihkah kita senantiasa awas bahwa segala yang kita lakukan terekam begitu jelas dalam kitab yang akan ditimbang nanti?

Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji’i ila rabbiki radhiyatam mardhiyyah. Fadhuli fi ibadi wad huli jannati.” (Al-Fajr 26-30)

 

One thought on “Jiwa Yang Tenang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s