First Year:Lessons Learned (1)

It is hard to believe that I have spent a year doing research and coursework as a PhD student in Singapore. So many things happened – so many¬†ups and downs. And I feel like missing something if I don’t write anything to ‘celebrate‘ my first ‘anniversary‘ as a PhD student.

Then, in order to commemorate it, I want to write down a few lessons I learned during my first year. Continue reading “First Year:Lessons Learned (1)”

Advertisements

Al-Baqarah 1-20

Hari ini saya mengaji, saya kembali membaca Al-Quran setelah entah berapa tahun tidak pernah mengaji :p. Iya jadi sederhana saja, kemarin malam saya jadi imam sholat maghrib bareng temen orang India yang sekelas. Karena pada dasarnya saya pernah ikut ekstra kurikuler qiroah pas jaman SMA, saya pun melagukan ayat yang saya baca. Seketika itu hati saya terketuk: saya harus mengaji.

Tapi, yang namanya niat baik itu selalu datang dengan godaan. Karena berbagai godaan, akhirnya baru siang ini saya mulai mengaji. Dan saya rasa, saya berniat menuliskan catatan tentang apa yang saya dapatkan dari mengaji. Saya yakin pengalaman yang didapatkan dari mengaji akan berbeda-beda, makna yang ditangkap akan berbeda-beda bagi setiap orang.

Continue reading “Al-Baqarah 1-20”

(Jangan Menunggu Sampai) Big Blue Sky Collapse

(Jangan Menunggu Sampai) Big Blue Sky Collapse

Hari itu saya hampir saja terlupa, namun beruntung Adhi menelepon saya. Saya pun segera bergegas, membereskan barang-barang saya di lab. Iya, untuk apa lagi kalau bukan untuk menonton Adhitia Sofyan, salah seorang penyanyi yang lagu-lagunya saya gemari, salah satu yang mengantarkan inspirasi kepada saya.

Sampai di Esplanade, rupanya Adhi (bersama Keoni) masih terjebak di KBRI. Tak perlu menunggu lama di TKP, second gig sudah dimulai.  Jadi saya pun akhirnya mendengarkan lagu-lagu mellow itu sendirian. Begitu senar-senar itu dipetik, bulu kuduk saya merinding, dipadukan hembusan angin dingin, mengetuk pintu hati sambil membawa melankolia ke dalam.. menusuk dengan dalam. (lebay :D)

Saya senang sekali ketika akhirnya pada last gig, Big Blue Sky Collapse dinyanyikan. Mau tau bagian yang paling saya suka dari lagu itu?

Continue reading “(Jangan Menunggu Sampai) Big Blue Sky Collapse”

Postcard as an Art of Communication

Postcard as an Art of Communication

Recently, I got a new hobby. It all started when a friend of mine (Tari) asked (through some LINE group), “I’m gonna send postcards, write down your complete address if you want to get one.” Without having much thought, I wrote down my address. And then once again, another friend (Adit) asked and I requested just another postcard.

postcards

Postcards which I sent to Indonesia this afternoon.

Is it better than a messenger?

A few weeks later I received a postcard for the first time in my life. It was very exciting. It reminds me of the very first letter that I wrote; I sent it to my grandfather when I was about five years old. I feel delighted somehow. It’s kinda weird because I already knew the postcard would come to my house since a few weeks ago. I already knew the person who sent that postcard to me, and I even have a regular chit-chat with her via LINE or Skype.

I am not sure how different it is. Maybe because we knew that Continue reading “Postcard as an Art of Communication”

Glasses of Gratefulness

I just want to write a short story before going home (I’m planning to go home early and trying to have a normal working hours for this semester). This story is about gratitude.

In life, we often miss the mark of blessing. We tend to take thing as it is, take for granted a thing which actually can be a real bless from another point of view. Yet, when we put on somebody’s shoes, we may look at it as a totally different thing. Continue reading “Glasses of Gratefulness”

Batang Gajah, Cerita Tentang Bibit-Bebet-Bobot

Seperti biasa, saat ke Malang merupakan waktunya mendengar dongeng dari Eyang Putri. Satu hal yang harus saya syukuri adalah kesempatan bagi saya untuk tinggal bersama Eyang saya di masa kecil (meskipun trade-off nya adalah saya tidak tinggal bersama orang tua saya). Gambaran masih jelas ketika setiap malam Eyang Putri mendongengi saya dengan cerita nabi-nabi, mengajari saya untuk menghapalkan ayat kursi untuk dibaca sebelum tidur, dari semenjak saya kelas satu SD.

The most influential people in my life.. is mothers. And someday in a future, i will probably take another photo with them, plus one woman, she might be the another mother, mother of my children..

Saya bersama Eyang dan Ibu saya, lebaran tiga tahun lalu.

Kini, tak terasa waktu sudah berlalu. Saya yang tadinya seorang anak kecil berusia lima tahun – anak TK nyasar ke SD yang tidak bisa memakai dasi, seragam, kaos kaki, dan celana sendiri.. dan bahkan tidak bisa menyisir rambut sendiri – telah tumbuh menjadi seorang manusia berusia dua puluh satu tahun – sarjana perantau yang menghabiskan hampir sepertiga hidupnya di kota orang. Kini dongeng yang diceritakan oleh Yangti pun berbeda, lebih kepada perjuangan dari lahir hingga mati.

Salah satu yang hendak saya ceritakan di sini adalah kisah tentang bibit-bebet-bobot. Eyang saya bercerita mengapa Mbah Buyut saya mau menerima Eyang Kakung sebagai menantu. Continue reading “Batang Gajah, Cerita Tentang Bibit-Bebet-Bobot”