Hari itu saya hampir saja terlupa, namun beruntung Adhi menelepon saya. Saya pun segera bergegas, membereskan barang-barang saya di lab. Iya, untuk apa lagi kalau bukan untuk menonton Adhitia Sofyan, salah seorang penyanyi yang lagu-lagunya saya gemari, salah satu yang mengantarkan inspirasi kepada saya.

Sampai di Esplanade, rupanya Adhi (bersama Keoni) masih terjebak di KBRI. Tak perlu menunggu lama di TKP, second gig sudah dimulai.  Jadi saya pun akhirnya mendengarkan lagu-lagu mellow itu sendirian. Begitu senar-senar itu dipetik, bulu kuduk saya merinding, dipadukan hembusan angin dingin, mengetuk pintu hati sambil membawa melankolia ke dalam.. menusuk dengan dalam. (lebay :D)

Saya senang sekali ketika akhirnya pada last gig, Big Blue Sky Collapse dinyanyikan. Mau tau bagian yang paling saya suka dari lagu itu?

I’m waiting for things to unfreeze

Till you release me from the ice block

It’s been floating for ages washed up by the sea

And it’s drowning, thought you should know that

You see people are trying

To find their way back home

So I’ll find my way to you

..lalu setelah itu dimulai lah melodi yang begitu membangkitkan emosi. Barisan-barisan nada yang begitu klimaks, menyentuh pusat kegalauan dalam hati. Melodi itu seperti mengaktifkan bagian otak yang mengontrol rasa kesendirian dalam penantian.

Dan, bukankah kita sering menanti waktu? Entah sebab waktu nampak tak akan berhenti, atau karena waktu seperti berhenti?

Secara umum, mendengarkan lagu-lagu Adhitia Sofyan membuat saya terlempar ke masa tingkat tiga. Saat itu merupakan pertama kalinya saya mendengarkan lagu-lagu Adhitia Sofyan sambil menemani saya mengerjakan tugas-tugas atau mengisi kesepian (semakin membuat kesepian sih sebenarnya :D).

Dan setelah itu saya dikasih tau oleh Ade bahwa penyanyi dari lagu-lagu mellow ini merekam lagu-lagunya di dalam bedroom dan membagikan lagunya dengan gratis. Belum lagi, kunci-kunci yang dia mainkan adalah kunci yang ngasal (tidak standar), tapi hasilnya luar biasa. Menurut saya ini adalah salah satu bukti bahwa banyak jalan menuju roma. Tak harus mengikuti cara-cara mainstream untuk menjadi sesuatu..

Dan, entah sejak kapan, tiba-tiba saja saya jadi punya sebuah angan-angan. Pokoknya setelah saya belajar bermain gitar di himpunan, saya sempat melihat Baim merekam lagu buatannya sendiri. Lalu, sejak saat itu saya pun jadi punya keinginan untuk menjadi song writer. Lagu pertama yang saya buat pun saya rekam di himpunan, lengkap dengan backsound hingar-bingar himpunan. Belum lagi ada kawan saya si Yonny yang memang sejak dulu begitu konsisten dan berani mendeklarasikan dirinya akan menjadi musisi.

Iya, sejak itu saya punya angan-angan, kelak saya juga akan menciptakan lagu-lagu, menciptakannya, dan menyampaikan pesan-pesan saya kepada dunia. Bukan ingin terkenal, sekedar ingin lagu saya didengar, sekedar suka membuat lagu (oleh orang banyak dan syukur kalau bisa bermanfaat). Saya percaya kok, hal seperti lagu itu bisa memberikan manfaat, sebab musik adalah bahasa universal, bahkan tanpa mengerti arti pada liriknya, kita bisa ikut merasakan emosi yang merambat di dalam usikan gelombang suaranya.

Nah, mumpung ketemu sama Adhitia Sofyan, saya pun membeli CD-nya sekalian minta tanda tangan. Saya ingin menjadikan CD ini sebagai motivasi bagi saya, agar kelak saya tak lupa untuk mewujudkan cita-cita saya. Nantinya sih mau saya kasih tulisan fiktif di sampingnya, “ayo fikri, kelak kamu bisa seperti saya” sebagai bahan visualisasi mimpi. Hahaha.

Well, ada sedikit kejadian kocak pada saat saya meminta tanda tangan.

“Tanda tangan aja atau pakai nama?”

“Pakai nama”

“Untuk siapa?”

“Fikri”

“Pake f atau v?”

“F”

Lalu ketika dilihat hasilnya justru: “To Vikri”. Yah, yasudahlah, mungkin Masnya juga sudah tidak fokus karena sudah kecapekan. Gak apalah, bersyukur aja deh, apalagi bisa foto bareng. Apalagi masih berkesempatan buat beli CD album pertamanya yang begitu membawa nostalgia dan ada Big Blue Sky Collapse-nya😛

Sesampainya di rumah, saya langsung chatting dengan Ade sebagai bentuk pamer karena saya habis nonton penyanyi idolanya :p. Saya pun kembali bercerita dan berbagi mimpi dengan Ade. Maklum, dulu kita juga sempet punya mimpi untuk jadi Stand Up Comedian, namun gagal. Dan, tiba-tiba saja ada pertanyaan menarik dari Ade:

“Mau nunggu sampe kapan fik?”

Ade juga berbagi beberapa link yang begitu menggugah:

http://dcurt.is/the-waiting-place

http://petersims.com/2010/07/15/think-chrisrock/

Saya pun jadi teringat konsep-konsep NLP dan hypnosis. Ada kalanya kita memang harus mulai berusaha membuat cita-cita kita jadi nyata, seolah-olah kita sudah menjadi apa yang kita cita-citakan. Hal ini juga membuat saya teringat akan Ryan O’Shaughnessy yang dengan percaya dirinya menyebut dirinya sebagai Songwriter. Ya, bukankah personal belief itu penting? Dan kita harus mencari sebanyak mungkin feedback, terutama yang positif untuk bisa menginstall belief tersebut?

Dan saya sendiri sampai sekarang alhamdulillah tak jarang mendapatkan feedback positif dari teman-teman saya, termasuk dari mentor saya di kantor yang dulu. Maka dari itu, saya masih percaya bahwa kelak saya akan bisa menjadi seorang songwriter yang lagunya didengar dan bisa membuat senang banyak orang. Hehe

Sepanjang malam itu saya berpikir, mungkinkah sepuluh tahun lagi, saya berada di esplanade, menyanyi, lalu ada seorang mahasiswa yang meminta tanda tangan dan foto bareng saya?

Iya, mau sampai kapan ya kita menunggu?

At some point, we have to stop waiting and start becoming instead.

*Oh iya, mengikuti saran Ade, sok mangga buat yang mau mampir ke soundcloud saya buat dengerin lagu-lagu bikinan saya. Saya seneng banget kalo ada yang mau ngasih saran atau kritik tentang lagu-lagu yang saya bikin biar bisa jadi lebih bagus ke depannya🙂

https://soundcloud.com/syarif-rousyan-fikri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s