Al-Baqarah 1-20

Hari ini saya mengaji, saya kembali membaca Al-Quran setelah entah berapa tahun tidak pernah mengaji :p. Iya jadi sederhana saja, kemarin malam saya jadi imam sholat maghrib bareng temen orang India yang sekelas. Karena pada dasarnya saya pernah ikut ekstra kurikuler qiroah pas jaman SMA, saya pun melagukan ayat yang saya baca. Seketika itu hati saya terketuk: saya harus mengaji.

Tapi, yang namanya niat baik itu selalu datang dengan godaan. Karena berbagai godaan, akhirnya baru siang ini saya mulai mengaji. Dan saya rasa, saya berniat menuliskan catatan tentang apa yang saya dapatkan dari mengaji. Saya yakin pengalaman yang didapatkan dari mengaji akan berbeda-beda, makna yang ditangkap akan berbeda-beda bagi setiap orang.

Nah kali ini saya membaca Al-Baqarah dari ayat 1-46. Berhubung Al-Quran saya bukan terjemahan, jadinya saya mencari terjemahan Al-Quran di internet. Lumayan lah bisa sambil nge-recall beberapa kosa kata bahasa Arab yang dulu pernah dipahami.

Orang Beruntung (1-7)

Ternyata yang disebut orang-orang beruntung adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Yakni orang-orang yang mereka tidak memiliki keraguan sedikit pun terhadap Al-Quran sehingga mereka bisa bertakwa:

  • beriman kepada yang ghaib (artinya tidak sekedar menggunakan panca indera saja)
  • mendirikan sholat (bukan sekedar mengerjakan)
  • menafkahkan sebagian rezeki (artinya rezeki yang kita terima bukan hanya untuk kita saja, tapi juga untuk orang lain)
  • beriman kepada kitab-kitab (al-Quran dan kitab terdahulu)
  • beriman kepada hari akhir

Nah, sementara itu ada juga orang-orang yang tidak beruntung. Mereka adalah orang-orang kafir yang mereka tidak akan beriman meskipun kita memberi peringatan kepada orang kafir. Jadi yah, kalau misalnya (naudzubillahi min dzalik, semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung) kita sudah masuk golongan kafir, Tuhan sendiri yang akan berkata kepada kita:

“Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran kamu dan penglihatan kamu ditutup. Dan bagi kamu siksa yang amat berat.”

Iya, serem yah😦. Tentunya kita tidak mau menjadi seperti itu, menjadi tersiksa dengan sangat berat. Apa lagi sih siksa yang terberat selain ditutup hatinya dari petunjuk Tuhan Semesta Alam?

Dan tentunya Tuhan tidak akan sekonyong-konyong menutup mata hati tersebut. Semuanya ada prosesnya, seperti yang diceritakan di hadits berikut:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن المؤمن إذا أذنب ذنبا كان نقطة سوداء في قلبه، فإن تاب ونزع واستعتب صقل قلبه وان زاد زادت حتى تغلق قلبه
Artinya:
Bersabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya orang yang beriman apabila ia mengerjakan perbuatan dosa terdapatlah suatu titik-titik hitam di dalam hatinya, maka jika ia bertobat, mencabut perbuatannya dan berusaha untuk menghapuskannya cemerlanglah hatinya dan jika ia tambah mengerjakan perbuatan buruk bertambahlah titik itu hingga tertutup hatinya”. (H.R At Tirmizi dan Ibnu Jarir At Tabari dari Abu Hurairah)

Jadi, semua ada prosesnya, dan selalu ada pilihan untuk membersihkan fuad kita supaya kita bisa tetap menjadi orang beruntung.

Orang-orang yang Tidak Beruntung/Berpenyakit Hati (8-20)

Di bagian ini diceritakan tentang orang-orang yang mencoba menipu Tuhan, namun justru berakhir dengan menipu dirinya sendiri; sayangnya mereka tidak sadar akan hal ini. Orang-orang ini adalah orang-orang yang sekedar mengaku-ngaku dirinya beriman padahal tidak.

Penyakit yang ada di hati orang-orang seperti ini (mudah-mudahan kita tidak termasuk) disebabkan karena mereka berusaha membelok-belokkan dan melakukan pembenaran atas perbuatan merusak yang mereka lakukan. Mereka berdusta seolah-olah hendak melakukan kebaikan, padahal yang mereka lakukan justru tindakan destruktif.

Sedikit banyak, kita sepertinya punya penyakit sejenis ini, yakni saat kita mencoba mempermainkan hukum Tuhan dengan akal bulus kita demi membenarkan diri kita untuk meninggalkan hal-hal yang terlarang, atau meninggalkan hal-hal yang diwajibkan.

Dan bahkan lebih gila-nya lagi, orang-orang yang mempermainkan hukum Tuhan ini tak jarang menganggap orang-orang yang benar-benar beriman sebagai orang-orang bodoh (padahal sebenarnya mereka yang bodoh, tapi tidak tahu).

Lalu, ketika mereka kembali kepada syaithan-syaithan (yang jauh dari petunjuk) mereka akan mengatakan bahwa mereka sebenarnya sepaham dengan setan tersebut, dan perbuatan seolah-olah menjadi baik itu sifatnya hanya untuk bercanda (pencitraan) saja.

Nah, pada akhirnya justru orang-orang munafik seperti inilah yang tertipu oleh dirinya sendiri, sebab Hukum Tuhan tak akan pernah bisa ditipu dan dipermainkan. Jadi ya, kita harus jujur pada diri sendiri, apakah kita sudah mengimani kebenaran? atau masih mengimani pembenaran?

Kalau ternyata kita masih mengimani pembenaran, kita harus menyadari bahwa balasan Tuhan sungguh tidak kita inginkan. Sebab Tuhan sendiri akan membalasnya dengan mengombang-ambingkan orang-orang demikian dalam kesesatan. Iya, sebab orang-orang demikian telah menjual petunjuk dengan kesesatan, maka mereka tidak akan beruntung dalam perdagangan ini (sebab toh keberuntungan itu ya ketika mendapatkan petunjuk bukan?).

Dan di sini diberikan pula perumpamaan betapa orang-orang seperti ini berada dalam kebimbangan sebab tak mendapatkan petunjuk. Dan seperti yang tadi sudah disinggung, orang-orang seperti ini pada akhirnya kehilangan pendengaran dan penglihatan mereka sekalipun mereka memiliki mata dan telinga:

Mereka (Kamu) tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka (kamu) akan kembali (ke jalan yang benar).  

(tambahan ‘kamu’ agar kita seolah-olah benar-benar berdialog dengan Tuhan, diperingatkan langsung)

Dan sekali lagi Allah menegaskan bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Nah, jadi demikianlah definisi orang-orang yang beruntung dan tidak beruntung. sekian dulu untuk postingan yang ini, semoga diberi kesempatan untuk melanjutkan. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s