Wacana Si Gajah Duduk

Pada suatu sesi makan siang , kami sedikit membandingkan sistem pengelolaan SDM di universitas. Singkat cerita, kalau di universitas di singapura, uang-uang proyek masuk ke kas universitas, sehingga segede-gede gaban dana riset yang dihasilkan, gaji dosen ya segitu-segitu aja.

Sempat kami brainstorming solusi yang memungkinkan, lalu saya teringat beberapa pembahasan yang saya ikuti pada saat menjadi mahasiswa kampus gajah dulu.

Kalau nggak salah udah ada masterplannya mas. Jadi nanti bakal mulai dibagi-bagi, dosen mana yang fokus ke pengajaran, riset, dan yang mengurusi administrasi.

Oh itu, itu mah udah ada dari jaman gua S1

HAH? Gua pikir itu ide baru gitu Mas, karena kampus gajah mau berubah

Nggak, itu udah ada dari dulu. Wacana doang.

Belum lagi ketika membahas Jurnal

Jadi pas gua main ke kampus gajah, gua disuruh sama dosen gua jaman dulu buat ngirim paper ke Jurnal yang baru mau dibikin di mesin. Gua bikinlah papernya. Beberapa bulan gua tanya lagi, gimana jurnalnya?

Eh katanya Jurnalnya ga jadi terbit, ga ada dana. Mau jadi world class research university? Buat bikin Jurnal aja ga disupport.

Andai saja anak-anak yang masuk kampus gajah tahu bahwa kampus gajah itu banyak wacana dan nggak setinggi itu. Mungkin mereka gak akan searogan itu.

Katanya sih kampus teknologi.. eh kampus gajah deng.

Mungkin dulu kampus gajah ini benar-benar pernah bagus, hingga akhirnya kampus gajah terlena.. sebab distribusi mahasiswa yang mereka dapatkan yah, arguably memang top-notch di negara burung.

Makam di Atas Awan

Makam di Atas Awan

Langit Malam antara Jakarta dan Singapura,  1 September 2013

IMG_20130902_134044

Saya suka dengan awan. Awan adalah satu-satunya kenangan indah yang terekam di memori saya tentang pengalaman pertama saya terbang dengan pesawat. Ketika itu saya berusia sekitar 2-3 tahun, kami sekeluarga (waktu itu saya masih anak satu-satunya) dan beberapa saudara sepupu terbang dari Jogja ke Jakarta dalam rangka memberikan penghormatan terakhir kepada Ayah dari Ayah saya di Cilegon.

Selain itu, mungkin sejak saya mulai membaca Dragon Ball, saya jadi semakin tertarik dengan awan. Pernah saya bertanya kepada Eyang Putri saya, “Mungkinkah seseorang dimakamkan di atas awan?Continue reading “Makam di Atas Awan”