Brain dan Path

Sebagaimana kita ketahui, path adalah microblogging platform dengan teman yang sangat terbatas yakni hanya 150 orang. Di sana orang biasa nge-share:

  • lagu apa yang lagi didengerin (umumnya digunakan untuk mengkode gebetan atau pacar atau mantan pacar atau sekedar show off selera lagu dia yang mana lagunya gak umum dan gak ada orang yang dengerin),
  • buku yang sedang dibaca (jadi bisa pencitraan selayaknya kutu buku gitu)
  • film yang sedang ditonton
  • sedang berlibur di suatu tempat lalu ngeshare foto atau video biar bikin orang lain ngiri
  • lagi sama siapa dimana, check-in di kelas atau tempat-tempat gaul,
  • atau sekedar ngeshare  tulisan (mirip-mirip status facebook, no character limit).
  • quote-quote galau atau bijak atau meme (terutama meme om-om sama ponakannya di taman http://malesbanget.com/2013/10/koleksi-terbaik-dari-meme-finding-neverland/)

contoh postingan path di timeline saya:

  • Screenshot_2013-10-24-01-02-07 Screenshot_2013-10-24-01-02-24 Screenshot_2013-10-24-01-02-37 Screenshot_2013-10-24-01-02-54 Screenshot_2013-10-24-01-03-26

Jadi sejak kemarin malam tuh lagi ada demam sommer-sommer di Path saya. Yakni sebuah tes yang mengukur apakah seseorang itu Right-brained, Left-brained, atau use both equally.

Screenshot_2013-10-23-23-30-56-1

Atas: postingan sommer-sommer yang pertama nongol di path saya dari temen saya, chopi Continue reading “Brain dan Path”

Advertisements

Archifest – Experience Market @ Dhoby Ghaut Green

This event took place about two weeks ago (Oct 12th, 2013). I was going to this event because my friends’ consulting firm designed the market.

On Thursday, one of them (Robbi) told me he was in Singapore and asked me if I have free time to meet up. So I met them and had a quite long conversation on many topics. It turned out that Adi was also there (Adi was my group-mate in freshmen orientation at ITB back then). I also met Opi, she’s also from architecture department. As usual, mostly we talked about our current activities, what we’d done after graduated from ITB, and what we’re gonna do in the future. It’s a normal conversation between college friends who barely hold bachelor degree for one, two, or three years.

Photo: Sahabat arsitek beraksi

Robbi was checking the bamboo construction. The handymen worked fast but not quite carefully, some bolts needed to be fasten up.

At that night, I had a dinner with them and the event organizer. It’s a nice experience to have a discussion with people from creative community in Singapore.

On Saturday, I went to the event with Ronggo. Here are some photos of it: Continue reading “Archifest – Experience Market @ Dhoby Ghaut Green”

An Interview with Mr. Tegoeh : Discover Yourself

An Interview with Mr. Tegoeh : Discover Yourself

This article is originally an assignment for one of courses I take this semester. I think it is good to share it on my blog.

I interviewed Asst. Prof. Tegoeh Tjahjowidodo from MAE. I chose to interview him because he ever received an award for his inspiring teaching. Continue reading “An Interview with Mr. Tegoeh : Discover Yourself”

Rapat dan Erat

ramah sapanya, berbekas luka

dia coba untuk membasuhnya

dibalik gembira, ada ribuan cerita 

dan mereka pun tak pernah bersuara

 

jatuh terhenti, bangkit berlari

t’lah dia hapus kata letih

menebar kasih, memunggungi perih

enggan, tak mau dia merintih walau  harus tertatih

 

canggung perhatian, bersalah dalam

sayang, sayangnya tiada tersimpulkan meski tersampaikan

sekarang amarah lewat sudah, duka sirna punah

cintanya kini melimpah ruah tanpa ada yang membantah

sela hatinya rapat

kokoh, jiwanya kuat

hanya harapan yang dia genggam erat

sebab keyakinannya telah tertambat

 

 

*’Rapatdan ‘Eratberputar-putar di kepala pada ruang-ruang di Singapura, 5 – 7 Oktober 2013

Tulisan Terbaik

Saat saya ke Jakarta beberapa bulan yang lalu (sebelum wisuda Om Aris, sebelum lebaran) ibu saya memberikan secarik kertas berisi tulisan saya di blog friendster. Kata ibu saya, Om Aris yang dulu mencetaknya dan memfotokopinya, memberikannya ke ibu saya. Kata ibu saya sih, ini adalah dua tulisan terbaik saya:

Tulisan #1 

Dosa_memaksa_Tuhan Continue reading “Tulisan Terbaik”

Semangat Hidup

Semangat Hidup

Saya punya seorang Om yang nama panggilannya bukan seperti nama aslinya, yakni Om Aris. Om Aris adalah adik dari ibu saya yang sejak SMA tinggal di Jogja. Om Aris adalah orang yang pertama memperkenalkan saya pada dunia otak-atik IT (waktu itu jamannya aplikasi Symbian, edit-edit foto atau video, scanning gambar, masang router, dll) mengajarkan saya cara merawat barang-barang yang ada di rumah (servis motor, nyemen tembok demi memasang terminal baru, dll). Termasuk pula Om Aris-lah yang membimbing saya dalam berstrategi soal pemilihan kuliah dan SPMB. Om Aris juga yang waktu itu membawa saya untuk bertemu dengan penulis buku seri “Perang Siasat”, Abdul Muis, yang bukunya begitu saya gemari. Singkatnya mah, Om Aris itu Om saya bangetlah, yang bener-bener membuat saya bersyukur punya Om seperti beliau.

Om Aris dan Khansa. Kata mama saya, tidak benar juga pendapat orang yang bilang bahwa anak hanya akan dekat dengan ibu, lihat saja Khansa yang tetap dekat dengan ayahnya dan selalu menangis ketika ayahnya akan pergi ke Jakarta, “Ayah ndak boleh ke Jakarta”. (Tante Rahma dan Khansa tinggal di Madiun, sementara Om Aris tinggal di Jakarta)

Singkat cerita, saya baru dikasih tahu oleh mama saya bahwa Om Aris akan wisuda magister. Eyang juga akan datang ke wisuda Om Aris. Kebetulan saya juga sedang ingin membeli kacamata, dan harga kacamata di Indonesia lebih murah (untuk kacamata yang tidak bermerk, yang sekedar paketan, toh minus saya juga kecil), dan selain itu memang ada kata hati saya yang menyuruh saya untuk pulang ke tanah air meskipun hanya untuk dua hari. Maka saya pun memesan tiket pesawat, dan kebetulan mendapatkan harga promo untuk salah satu trip. Continue reading “Semangat Hidup”