Tulisan Terbaik

Saat saya ke Jakarta beberapa bulan yang lalu (sebelum wisuda Om Aris, sebelum lebaran) ibu saya memberikan secarik kertas berisi tulisan saya di blog friendster. Kata ibu saya, Om Aris yang dulu mencetaknya dan memfotokopinya, memberikannya ke ibu saya. Kata ibu saya sih, ini adalah dua tulisan terbaik saya:

Tulisan #1 

Dosa_memaksa_Tuhan

Hmm
Betapa bodohnya aku
Aku memaksa Tuhan
Aku memaksa-Nya untuk mengabulkan do’aku
Do’a sesuai keinginanku

Betapa bodohnya aku
Aku masih belum mengerti kedigdayaan Tuhan
Aku masih saja memaksa Dia
Bahkan, aku telah menggeser-Nya
Mengisi posisi-Nya dengan sebuah institut yang aku idamkan

Betapa bodohnya aku
Aku telah musyrik dengan samar
Aku tak bisa menganggap apa yang Ia berikan sebagai sebuah keadilan
Aku menuduh-Nya tidak menghargai usahaku

Betapa bodohnya
Aku tidak yakin atas kekuasaan-Nya
Aku tidak yakin bahwa yang Ia beri adalah yang terbaik bagiku

Betapa bodohnya
Aku berkata, “Hanya kepada-Mu aku berserah”
Tapi, aku belum bersedia menyerahkan seluruhnya
Aku belum mengerti bahwa yang aku punya adalah titipan
Aku belum mengerti bahwa yang akan kudapat adalah titipan
Aku belum percaya akan Hak-Nya yang MUTLAK

Betapa bodohnya
Sungguh bodoh
Baiklah Tuhan-Ku
Aku tahu, semua hamba-Mu memohon
Tapi, tetap Engkau yang menentukan
Dan Engkau selalu menentukan yang terbaik
Karena, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui

Maafkan aku Ya Allah
Ampuni aku Ya Allah
Kasihani aku Ya Allah

June 27,2007

—-

Tulisan #2 (berada di halaman sebaliknya di kertas yang sama)

Perjalanan menuju takdir 2-8-07 (Finally, STEI….It’s the gift)

Dan, do’a itu dikabulkan sesuai permintaanku..

Malam itu, prioritasku bukan untuk melihat pengumuman SPMB. Malam itu, aku sudah tidak memikirkan hasil SPMB. Bukan di rumah, aku mengakses beberapa forum, kaskusradio, freehostingnow, dan friendster. Dan akhirnya, waktu membawaku menuju pengumuman hasil SPMB. Kuketikkan nomor peserta SPMBku seingatnya. Gemetar. Tanganku mengetikkan angka-angka itu dengan gemetar. Setelah beberapa saat, layar telah berganti dengan sebuah pengumuman yang menyatakan bahwa nomor peserta SPMB yang kuketikkan diterima di sebuha program studi dengan awalan 2. Apa ini, apakah ini STEI? Semakin gemetar. Rasa di hati sudah tak karuan. Aku kembali mengitngat, program studi dengan awalan 2 pasti milik ITB karena aku memilih ITB dan UNY yang program studinya berawalan 4.

Masih di bilik 2 sebuah warnet, aku masih sangat bingung dan gemetaran. Aku mencoba menanyakan program studi itu di kaskus.us. Sebelum pengumuman, aku telah melihat topik yang membahas pengumuman SPMB. Aku sudah mebalasnya sebelum pengumuman SPMB. Dan sekarang dengan gemetar, aku menekan tombol quick reply. Kuketikkan pertanyaanku. Beberapa detik kemudian, seorang mahasiswa UI memberitahuku bahwa program studi tersebut adalah STEI!!! Semakin tak karuan perasaanku. Aku yang masih gemetar membuka spmb-lover.co.nr. Aku post screen shoot pengumuman itu.  Aku masih belum yakin waktu itu. Masih gemetar. Aku takut salah menuliskan nomor peserta. Dan akhirnya, ayahku menyambangiku. Di handphone ayah, omku sudah menunggu jawaban dariku. Seluruh jawaban mengenai pengumuman SPMB itu belum dapat kujawab dengan pasti. Setelah itu aku dan ayahku keluar dari warnet menuju sebuah warung bakso.

Seusai makan bakso, aku sudah tak sabar melihat nomor pesertaku. Aku pun pulang berlari. Kucek fotokopian kartu peserta, nomor itu benar! Kucari kartu peserta yang asli. Tidak Ketemu!! Panik!! Dan akhirnya, mlam itu menjadi malam yang benar-benar bermakna. Aku mengecek ulang hasil SPMB dan… BENAR!! Aku mendapatkan prgram studi itu. Yang selalu ada di dalam do’a, yang seolah khayalan, yang sempat meruntuhkanku, yang hampir merenggut jiwaku, yang bahkan sudah tak kuduga lagi. Lalu, aku memberi kabar ke Eyangku.

Begitu mengesankan. Inilah kehidupan, di mana takdir akan selalu mengantarmu ke tempat yang terbaik. Tak peduli bagaimana manusia lain memandangmu.

Aku bisa mancapai ini berkat kekuatan do’a. Do’a dari teman-temanku, orangtuaku, malaikat, dan do’aku sendiri. Hasil perhitungan nilai SPMBku menunjukkan ssebuah fakta bahwa “Perjuanganku” menuju STEI hampir mustahil berhasil. Dan di saat kenyataan menjurus ke sesuatu yang tak kuinginkan saat itu, aku memilih untuk tetap percaya kepada do’a dan takdir. Dan akhirnya, menjelang pengumuman aku sudah pasrah.

—-

Tulisan yang terakhir saya ketik ulang berdasarkan print-out, sebab saya tidak bisa menemukan datanya di internet. Bahkan saya juga belum berhasil mendapatkan screenshot yang saya upload di forum.

Membaca tulisan yang terakhir, memang terdengar sangat berlebihan, tapi saya tahu persis bahwa waktu itu saya menuliskannya dari hati. Saya menuliskan hal itu di saat saya sedang ekstase, sedang dalam trance atas rasa syukur yang begitu meluapnya.

Dulu mungkin saya belum tahu tentang istilah mestakung, dan bahkan belum akrab dengan Paulo Coelho dan universe conspiracy stuff, tapi kalimat awal pada tulisan yang terakhir adalah jawaban atas kepercayaan saya pada sebuah ayat Al-Qur’an:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ

يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ

دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” 

(Al-Mukmin 60)

Iya, rasa-rasanya saya harus belajar ke saya yang berusia 15 tahun tentang makna surat ini, sebab saya yang berusia 15 tahun paham betul makna dari Surat yang dinamai atas Orang-orang yang percaya.

Saya yang berusia 15 tahun tahu pasti bahwa saya tidak memiliki apa-apa dan tidak bisa berdaya apa-apa kecuali atas keajaiban yang diberikan Tuhan.  Dan saya yang sekarang berusia 21 tahun, ingin belajar untuk mempercayai keajaiban, sekali lagi, dan untuk seterusnya.

6b916e83117cf1602259846bf30fab88935b2910

avatar saya di forum spmb-lover. alay yah :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s