Sajak-sajak Lama di Facebook

Gara-gara satu dua hal saya jadi membuka-buka notes facebook saya. Saya menemukan banyak sajak yang dulu saya tulis di sana. Kalau dibaca-baca lagi, rasa-rasanya saya waktu itu sedang bergejolak-bergejolaknya, seorang pemuda berusia sekitar 17 tahun yang sedang mencari banyak hal.. Tak jarang komentar-komentar saya pun sangat emosional dan temperamental. Malu sih bacanya, tapi ya “kalo dulu nggak gitu, ya sekarang nggak gini.”

Berhubung ini bener-bener saya yang nulis, sok aja sih kalo ada yang suka sajaknya terus pengen dipost di blognya sendiri atau dimana. Tapi ya, at least cantumin link-nya biar kita sama-sama bisa belajar menghargai diri sendiri aja sih.. kalau inspirasi dan kebijaksanaan mah sebenarnya memang tercecer dimana-mana, bukan saya juga yang punya..😀

Jangan Tidak Ansos

December 5, 2008 at 9:11pm

Harus ansos
Sebab ini hidup kita sendiri
Bullshit yang namanya sosial
Yang ada hanya nafsu binal
Sepertinya semua masalah harus dipecahkan sendiri
Di dalam sepi
Bercumbu dengan sunyi
Berciuman dengan dinginnya malam
Mengaca ke dalam dinginnya hati
Hingga mati
Harus ansos
Hingga mati
Harus ansos
Acuhkan cemooh
Harus ansos
Harus ansos
Hingga mati!

Lembayung Jiwa Nan Sunyi

January 7, 2009 at 3:25am

hidup pun demikian
ceritanya masih tentang pencarian
perjalanan fatamorgana
terus berjalan
dengan bekal kepercayaan
kepercayaan yang tergerus oleh zaman
tertindas oleh omongan-omongan

diri ini ada dalam sebuah jurang di sebuah gurun
gurun yang gersang tanpa ada satu pun oase
dan onta-onta yang lewat hanya tersenyum
membuka sedikit mulutnya yang bergigi rapih

masih di jurang yang sepi
menanti seseorang mengulurkan tangan
dan membenci orang yang mengulurkan tangan
karena orang yang mengulurkan tangan memang tulus
karena orang yang mengulurkan tangan egois

kutatap dadaku
kulihat warna
lembayung redup
seredup cahaya hati
karena hanya sunyi
karena hanya sendiri

mengapa aku masih merasa sendiri
tengok kanan dan kiri
semua orang masih berdiri
mengangkat kaki
berjalan meninggalkan sini
tidak ada yang bergandengan tangan
semuanya sendiri
karena kebersamaan hanya kepalsuan
di dunia yang palsu ini

tak bisa kuakhiri kata-kata ini
takdir menuntunku
takdir yang menuntunku meninggalkan dua orang itu
takdir yang menuntunku untuk terdiam sesaat di depan indonesia yang terendam
takdir yang menuntunku untuk terus berpikir dan berjalan
hingga aku
menuju sebuah rumah dari kayu
mendamaikan hati sejenak
dan berbincang dengan seseorang yang lain

lembayung ini
biarlah jadi saksi
betapa aku membutuhkan
betapa aku merindukan
betapa aku kesepian tanpa
betapa aku ingin bertemu

kacamata hitam

syair yang ini mungkin sedikit kontroversial. tapi sebenarnya maksud di sajak ini adalah kerinduan seorang pemuda yang sempat frustrasi dalam memahami maksud Tuhan dibalik segala sesuatu, sehingga terkadang ingin benar-benar bisa ‘berbincang santai’ dengan Tuhan. meskipun demikian si pemuda ini tahu bahwa itu tidak mungkin, makanya ia bertanya..

January 14, 2009 at 3:17am

(Tuhan,
ini adalah surat dariku
untuk Kau jawab
)

dan ketika ku kenakan kacamata hitam
aku hanya melihat kebencian dan kejahatan

mengapa Tuhan?
Engkau ciptakan kacamata hitam
yang membuatku melihat dosa dan kesalahan

mengapa kaca mata ini kau cipta
jika ia hanya memberi buruk sangka

ketika kedua mata ini tertutup lensa yang hitam
aku tak dapat melihat cahaya mereka
ketika mata ini telanjang
mereka tampak sangat bercahaya
cantik dan jelita
menerobos seluruh ruang fana
menghilang dari dunia maya
menuju sebuah nyata tak terduga

orang-orang yang tampak tak berdosa
kini terlihat sebagai pendosa
kacamata ini begitu kelam
kacamata inikah kebenaran
atau malah persembunyian setan

Tuhan,
ketika aku melihat pantulan
aku terdiam
karena yang kulihat hanya hitam
dan hitam

mengapa kacamata ini kau ciptakan?
sedangkan aku tak pernah menginginkan
mengapa hitam kau ciptakan?

Tuhan,
ada banyak hal yang tak tertuntaskan
tidak tertuntaskan
dibalik kacamata hitam
dan kegelapan

Tuhan,
kapan Kau bisa ke sini
duduk bersama
sambil menyeduh kopi
di sebuah meja

(Tuhan,
aku tahu
sinyal-Mu pasti bagus
pasti sms ini akan kau balas, ya Tuhan?
)

bicara rasa

January 13, 2009 at 11:05pm

jalanan semakin sunyi
aku pun masuk ruang hati
bukan masuk ke alam mimpi
tapi sejenak bersembunyi
dari segala liar
dari segala kegundahan
termasuk getar-getar cinta
yang terus menyiksa rasa

berdiri di sini
dari sudut ke sudut hati
bergerak dalam ruang kisi
lalu menari dan menyanyi
biar hilang segala setan
nafsu binasakan
bebaskan
dari segala kebencian
dari segala kesenangan
karena dari rasa yang beragam
yang kumohon hanya ketenangan

tenang
tenang seperti benang
yang tak bergeming
meski ditiup angin kencang
hening

Tuhan, jadikanlah jalan ini jalan-Mu
biarlah aku mengenal-Mu
biar dapat kuraba singgasana-Mu
biar kurasa Cinta-Mu

lagi dan lagi (sampah)

January 16, 2009 at 3:58pm

kubentangkan lagi
permadani
menghampar seluas impian
membuka ruang pada jendela

kutatap lagi tulisan-tulisan
kutonton lagi gerakan-gerakan

kuambil tisu
mengusap air mataku
sedih terus bermimpi
dunia tak ramah lagi
aku yang kini sendiri
hilang pun tak berarti

lagi-lagi kubentangkan
karpet perjuangan
milik pemimpi
yang terus menjadi korban
korban dari pergerakan
waktu yang tak dapat kembali

orang ingin warnai hidup sirna
dengan seratus wanita
dengan sejuta harta
dengan seribu harga
dengan sejuta kecewa
hanya untuk sirna

dan setiap wanita
menyilaukan bagai cahaya
dan setiap harta
mengungkung jiwa
apalagi harga
meninggi rasa
kecewa?
satu-satunya yang terhina
namun ada dan nyata
di dalam hati yang membaca

lagi-lagi sampah
aku ada di dalam sampah
penuh dengan kata-kata sampah
serta pikiran-pikiran sampah
akulah sampah

membusuk
dalam kaos kaki bau
yang melindungi kaki-kaki bau
terhempas oleh tanah tak berbau

lagi dan lagi
cinta dan benci
lagi dan lagi
pelit dan memberi
lagi dan lagi
lagi lagi

Aku Manusia

January 20, 2009 at 12:28pm

ketika
kusaksikan dengan mata
melalui sebuah kaca
ada darah
yang mengucur dari raga
jiwa-jiwa tak berdosa
terlinang air mata
turun membasahi pipi hingga tak dapat berbicara
karena aku manusia
yang menangis melihat derita

ini bukan soal perbedaan
tapi ini kemanusiaan
ketika melihat manusia lain
sepertinya ini juga bukan soal kebencian
atau ketidakadilan

entah soal apa
tapi aku manusia
yang kenal kata tidak dan tega
aku manusia
yang tidak pernah paham
mengapa kejahatan diizinkan
mengapa hitam diciptakan
mengapa sedih diperasakan

aku manusia yang terus bertanya
menunggu Pencipta membuka rahasia demi rahasia
melalui pendengaran dan penglihatan
bukan telinga atau mata
aku manusia
aku ada di jalanku untuk memahami manusia
aku manusia
menunggu waktu untuk berilmu manusia

aku manusia
yang menunggu datangnya cinta
karena tak kutemukan lawan kata cinta
apakah benci yang menjadi lawannya
aku tidak merasanya

cinta sepertinya suci
keberadaan sejati
karenanya aku menangis
melihat manusia lain dilukai
karena aku mencintai
setiap makhluk bermata hati
sebuah cinta tinggi
yang aku manusia miliki

aku manusia
aku manusia
aku manusia

Pertanyaan Keadilan

January 27, 2009 at 12:21am

Manusia selalu menilai berdasarkan apa yang mereka bisa lihat

Dan aku tidak melihat ada keadilan

Aku bertanya,
“Di mana Keadilan?
Apakah keadilan hanya akan menjadi wacana tanpa pernah menjelma menjadi sebuah nyata?”

Tuhan,
Di bumi manusia tempatku terperangkap,
kutunggu jawaban dari-Mu

kirimkanlah cahaya untukku,
agar bisa kulihat ujung jalan ini

kirimkanlah cinta untukku,
agar bisa kurasa hangat sayang dan kasih di sini

Kebusukan

February 3, 2009 at 1:35am

Manusia selal memiliki cacat

Entah ini cacat atau bukan

Semoga ini bukan cacat

Tapi ini cukup busuk

Perjuangan

February 3, 2009 at 8:11pm

Kata-kata

Angan-angan

Perjuangan adalah realisasi dari kata dan angan

Perjuangan untuk merubah diri dan melanjutkan pencarian

Karena inilah tentang bagaimana ibu kita melahirkan dan membesarkan anaknya

Sebuah perjuangn

Pikiran Tak Berjudul

February 6, 2009 at 9:02am

Sejarah terulang
Perubahan selalu tak bisa dilawan
Saatnya mengakhiri segala kesia-siaan
Bersatu dalam perbedaan

Pemain lama sebentar lagi keluar lewat pintu
Pemain baru yang dulu jadi babu
Kini jadi penopang-penopang baru

Kita tak akan bisa menyentuh masa lalu
Tapi kita bisa mengendalikan masa depan
Masa depan yang lebih baik untuk pemain baru nantinya
Karena kita nanti akan jadi pemain lama
Yang habis oleh usia

Biarlah kita buat sebuah dongeng
Tidak harus kita yang mewujudkan dongeng itu
Biarlah anak cucu kita nanti yang akan membuat dongeng itu menjadi sejarah

Jangan fokus kepada keburukan masa lalu dan masa kini kawan
Fokuslah kepada masa depan yang lebih baik

Ketika kau menemukan sesuatu yang tidak sesuai harapanmu
Jangan berkata “mengapa seperti ini?”
Tapi katakanlah “semuanya bisa lebih baik”

Berpikirlah bahwa semuanya bisa lebih baik
Jangan salahkan keadaan
Baca situasi dan jadikan sebagai masukan
Agar proses yang kau buat bisa membuat keluarannya jauh lebih baik
Selalu pikirkan bagaimana cara agar membuatnya lebih baik
Agar kau dapat menemukan cara agar membuatnya lebih baik
Ketika cara agar membuatnya lebih baik telah kau temukan, saatnya bergerak
Untuk memperjuangkannya

baik itu untuk dirimu, hidupmu, keluargamu, teman-temanmu, bangsamu

“karena semuanya bisa menjadi lebih baik”

mencoba memahami mengapa demikian

February 18, 2009 at 12:03pm

Ingat kembali mengapa Rasulullah diutus.

Mencoba memahami mengapa demikian.

Ingat kembali bagaimana Abu Bakar menjadi khalifah pertama.

Mencoba memahami mengapa demikian.

Ingat kembali bagaimana khulafaur rasyidin selesai pada khalifah keempat.

Mencoba memahami mengapa demikian.

Cinta

February 21, 2009 at 11:21pm

dalam hidup
cinta adalah permulaan
dimulainya perjalanan yang melelahkan
bertemu jutaan wanita dan perhiasan
diuji dengan berbagai uji dan rintangan
mencari isi untuk menghilangkan kekosongan

dalam hati
cinta adalah titik
memusatkan seluruh nafas
memberi panas bagi raga tak bergelora
menyalakan kasih sayang yang terpendam

dalam mata
cinta bagai cahaya
mewujud dalam tangis yang mengisak
pada jiwa-jiwa anak cucu para manusia

dalam diri
cinta menjadi sejati
berjuang dengan kesabaran dalam hati
mencari pasangan hidup yang bukan tidak sejati
berjuang dengan keikhlasan dalam hati
berkorban demi ketakwaan hidup buah-buah hati

dalam doa
cinta adalah pengabdian
akhir dari pertemuan dua Subjek ciinta
memberikan sebuah garis yang tiada dua
menghilangkan gelap karena banyak cahayanya
menjadi sebuah kesejatian yang sejati

“Tuhan, malam ini aku menangis dalam hati,
air bergulir dari mata hatiku,
menyaksikan betapa kuasa-Mu,
dan aku tidak tahu,
Nikmat-Mu mana lagi yang akan aku dustai”

Racauan Dini Hati

February 27, 2009 at 2:41am

Menjalani kehidupan yang penuh dinamika dan dialektika. Hidup dalam gejolak emosi. Menghilang sejenak dari pemikiran. Mencoba masuk ke hati yang dalam. Menatap nila dalam pelangi. Cinta atau kebohongan tak ada bedanya. Sama-sama jujur dari dalam hati. Bohong ya jujur, jujur ya jujur. Sejujur nasi yang menjadi bubur. Tak dapat menjadi nasi lagi. Meski racauan ini kini semakin membusukkan diri. Tak bisa kubohongi (meski bohong itu jujur). Aku ada dalam fasa labil penipu. Bersandiwara seolah-olah aku sedang bersandiwara. Bodoh. Ya, aku memang bodoh.

Sunyi. Mengejar cita yang tak pantas lagi. Menjadi seorang komandan mungkin bukan jalan. Menjadi seorang terpilih pun bukan jaminan. Karena kematian semakin berkurang. Bangga. Bukan bangga yang jadi alasan. Meskipun beberapa orang berkata bahwa itu alasan. Tapi aku berpikir lain. Bangga tidak bisa dibawa mati. Dan terpilih bukanlah sebuah kebaikan. Melainkan tanggung jawab yang sangat berat. Dipertanggungjawabkan bukan kepada manusia. Tuhan yang langsung mengadili.

Setiap orang punya cita-cita. Tak ada yang salah dengan cita-cita itu.

Setiap orang punya cinta. Tak ada yang salah dengan cinta itu.

warna-warni

March 11, 2009 at 1:07am

menjalani hidup yang wow
bertemu orang yang wow
mengalami hal yang wow

sedih karena kadang impian tak bisa jadi kenyataan
sedih melihat realita yang tak sesuai idealita
sedih melihat adik-adik yang tak seberuntung kakaknya

menangis ketika mendengarkan suara sang mama
menangis ketika mengingat kesalahan-kesalahan
menangis karena… ternyata belum bisa menemukan suara Tuhan yang bisa didengar

miris karena diri ini harusnya bisa lebih
miris karena harusnya diri ini bisa lebih
miris karena bisa lebih harusnya diri ini

—————————————-
terlalu melankolis?
mari kita ubah frame dan warnanya
—————————————-

datar
ikut aja ke mana realita berjalan

ga usah pusing dengan idealita
ikutin ajalah
yang penting aman

—————————————–
terlalu plegmatis?
mari kita ubah frame dan warnanya
—————————————-
—————————————-
kita selalu bisa mengubahnya

hidup kita

hidup kita

adalah perjuangan

jangan menyerah karena hal yang sepele

ditolak cewek sekali masih bisa nembak lagi

nilai jelek bisa diulang

perjuangan itu adalah proses belajar

di mana kita bukan mencari hasil

tapi mencari warna yang benar

mencari keberadaan yang sesuai dengan diri ini

menjadi orang yang bisa memberi kemanfaatan

nggak harus bisa menguntungkan orang lain

menjadi mandiri dan nggak merepotkan juga cukup bermanfaat

setidaknya nggak jadi sampah bangsa ini

———————————

kebenaran
di tanah hati
tertancap
pedang

terhunus
menebas
tertindas
mati
terkubur

Bukan Apa-apa dan Bukan Siapa-Siapa

April 19, 2009 at 1:50am

Memakai kaca mata berbeda

Semua berbeda

Ternyata kata
Tak bisa menopang tanggung jawab

Ternyata hidup
Bukan sekedar bicara

Dan ternyata
Saya bukan apa-apa
Saya bukan siapa-siapa

menyeluruh

June 19, 2009 at 12:29am

bukan hanya dihapalkan tapi juga harus dibaca
bukan hanya dipercaya tapi juga harus dibuktikan
bukan hanya fisik tapi juga metafisik
bukan hanya mata tapi juga mata hati
bukan hanya ritual tapi juga proses
tapi bukan hanya omong kosong
apalagi angan-angan kosong

Pelangi Bersemi

July 14, 2009 at 5:39pm

seperti embun membasahi
dedaunan gugur di pagi hari
sehangat itu pelangi bersemi
di lubuk hati

rintik gerimis sampai hujan
deras menerobos jiwa
yang rapuh dan segan
untuk menginjak air kubangan

keberanian telah hilang
ditelan sejuta keraguan
dan telah kalah oleh ujian
dari Tuhan

menyisakan sedikit kesabaran
untuk terus menanti
menyisakan kekuatan
untuk menunggu pelangi

seperti embun membasahi
dedaunan gugur di pagi hari
sehangat itu pelangi bersemi
di lubuk hati

ough

July 21, 2009 at 12:04am

gila.. gilaaa.. gilaaaaaaaa
berada lagi di sini
pada sebuah ruang
di mana sebuah pikiran
menjadi imajinasi yang adalah kenyataan
pada sebuah saat
di mana setiap orang mencari jati diri
mencari jati diri
mencari diri yang sejati
mencari apa yang seharusnya mereka cari
mencari kembali tanggung jawab yang harus diambil
mencari cinta sejati
mencari sebuah cinta yang terus memberi
mencari seorang pasangan yang bersama menanti
untuk menjalin kasih
untuk menjalin kasih
untuk memberi kenyamanan
pada tiap hela nafas kehidupan
mencari sebuah keyakinan
agar mimpi berharga untuk diperjuangkan
agar bayangan jadi kenyataan

ough
oughh
oouuugghhh
kehidupan kadang membuat kita bimbang
persis di perempatan jalan
dengan seluruh lampu menyala merah
atau seluruh lampu hijau menyala
atau seluruh kuning menyilaukan mata
sama saja
kadang kita tak tahu harus belok ke mana
kadang kita ingin untuk kembali berputar
kadang kita ingin turun dari kendaraan
membeli sebuah air yang segar
untuk menghilangkan dahaga
dahaga atas cipta rasa dan karsa

oughh
mengapa cipta ini
mengapa rasa ini
mengapa karsa ini
terdapat setan iri
membuat haus dan tamak
membuang segala bijak

oughh
oughhh
gilaaa
mengapa jalan yang lurus ini tampak seperti berbelok
padahal aku tahu bahwa di ujung jalan ini
ada Yang harus ku temui
agar segala ough tak ada lagi

Ya Tuhan

July 21, 2009 at 2:36am

Ya Tuhan,
di luar sana telah banyak orang yang berprestasi
di sini aku masih terhanyut dalam keterpurukan diri
berikan aku kekuatan untuk terus menuntut ilmu hakiki
berikan aku kekuatan untuk memberi manfaat dari ilmu yang ku miliki
hingga aku mati nanti
hingga darah, tulang, jantung, dan hati tak ada lagi

Ya Tuhan,
di luar sana masih lebih banyak yang lebih tidak beruntung dariku
namun di sini aku masih terpuruk dalam cobaan yang menipu
berikan aku kekuatan untuk terus mensyukuri nikmat-Mu
berikan aku kekuatan untuk membuat orang lain terus mensyukuri nikmat-Mu
hingga aku mati
hingga darah, tulang, jantung, dan hati tak ada lagi

————

Reset Mindset

July 26, 2009 at 9:37am

ketika kita ingin mengulang sesuatu namun tidak bisa
ketika kita merencanakan sebuah kesempurnaan, namun kesempurnaan itu tidak dapat tercapai
ketika kita terpuruk dalam sebuah lubang yang dalam
ketika kita ingin memulai kembali dari nol, namun kita harus memulai dari minus
ketika tombol reset itu tidak ada
ketika kita harus menulis di lembaran yang kotor
ketika kita harus membayar hutang atas kesalahan kita di masa lampau
ketika kita harus menanggung malu atas kesembronoan kita di masa lampau
ketika kita selalu berusaha menyembunyikan wajah ini
ketika hanya ada sebaris cahaya yang menembus wajah kita di lubang yang dalam ini

yang mesti kita lakukan adalah mengubah mindset

agar kita yakin bahwa semua ini bukanlah keburukan
agar kita yakin bahwa semua ini bukanlah aib
agar kita yakin bahwa kita masih bisa berjuang, meski kalah pada akhirnya
agar kita yakin bahwa semuanya harus kita lalui
agar kita yakin semua ini akan berguna
agar kita yakin semua ini akan berguna
agar kita yakin semua ini akan berguna
agar kita yakin semua ini akan berguna
sebagai bekal bertemu Tuhan

Jejak

August 26, 2009 at 11:47pm

percuma ketika jejak kaki mereka hanya jadi kebanggan
percuma ketika di atas jejak itu hanya ada kesombongan
percuma ketika penjejaknya banyak gaya

apakah iri
atau dengki?
atau kesal?
yang jelas jejakku ada di sini
di jalan yang kuyakini

di awal perjalanan

October 17, 2009 at 11:32pm

di awal perjalanan jiwa yang masih gersang akan Cinta-Nya
kutemui mara bahaya yang selama ini ku anggap biasa saja
di awal perjalanan akal menuju lautan ilmu
kutemui bahwa pengetahuan tak cukup
di awal perjalanan menuju kebersihan hati
kutemui bahwa aku belum bisa mengerti
di awal perjalanan ini
aku memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kebenaran sejati!

malam ini

October 25, 2009 at 10:16pm

redup cahaya lilin malam ini
dan kata-kata yang terucap hanya dalam hati
yang lidahku tak dapat mengungkapnya
betapa ingin ku balas kasih dan cinta
yang telah engkau berikan

sedari kecilku
hingga kini dewasaku
saksi adalah waktu
betapa tekunnya engkau tenun cinta untukku
betapa gigihnya engkau perjuangkan hidupku
betapa engkau rela berkorban demi kesenanganku
betapa engkau..
menyayangiku
seikhlas hati

aku berdiri di sini
semua karena kasih yang engkau beri
yang tak sanggup ku membalas walau sedikit
hingga nanti
hingga aku mati nanti

kalau saja ada kata yang bisa mewakili yang kurasa
tentu saja aku tidak akan berucap
terima kasih ibu
terima kasih ayah

———-
puisi pas acara malam🙂

Sampah

December 7, 2009 at 12:10pm

Aku dibuang. Ada yang membuangku pada tempatnya. Ada yang membuangku tidak pada tempatnya. Sudah banyak yang memperingatkan orang-orang untuk membuangku pada tempatnya. Namun aku masih sering dibuang tidak pada tempatnya.

Mengapa aku tercipta sebagai sampah?
Mengapa aku harus dibuang?
Mengapa, mengapa, dan mengapa?

Apakah aku pantas menjadi sampah?
Apakah aku harus dibuang?
Apakah, apakah, dan apakah?

Pada akhirnya tak ada yang bisa ku lakukan. Aku hanyalah sampah. Tercipta sebagai sampah. Tercipta untuk dibuang.

Dan ini adalah kenyataan yang harus ku terima, agar orang lain bisa menjadi intan permata. Inilah kenyataan yang harus ku terima, agar makhlukl lain menjadi bernilai.

terdiam

November 15, 2009 at 12:58am

ku terduduk bersandar pada pilar
satu kaki kuluruskan
satu lagi kutekuk dan kujadikan tempat berpegang tangan

terdiam
tak tahu apa yang harus dipikirkan
mencoba merenung tanpa tahu apa yang harus direnungkan
melihat kembali kerja kami setahun ke belakang
sebuah kerja yang sarat pengorbanan
sebuah pengorbanan yang ternyata masih kurang

terdiam
apa yang terjadi beberapa saat lalu
apa yang terjadi setahun lalu
tak ada bedanya
semuanya membuatku terdiam

ada yang terjatuh
karena rasa
ada yang menangis
karena rasa
ada yang marah
karena rasa

seolah rasa yang berkuasa
seolah diri ini tak berdaya

hingga satu tanya tersisa

jika manusia saja membuatku begini..
apa yang bisa kulakukan di hadapan Tuhanku nanti?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s