Tutorial Menyampul Buku Tanpa Menggunakan Selotip

Tutorial Menyampul Buku Tanpa Menggunakan Selotip

IMG_20131214_221032

Malam minggu kemarin saya menyampul buku. Karena sudah lama tidak menyampul buku, saya sempat kagok dan sempat kehilangan arah ditengah-tengah proses penyampulan! Saya agak lupa bagaimana teknik penyampulan buku ala Rousyan. Oleh karena itu saya memutuskan mendokumentasikannya (dilengkapi dengan FAQ). Continue reading “Tutorial Menyampul Buku Tanpa Menggunakan Selotip”

Teman Inspiratif: Adhipati Blambangan

Pada postingan kali ini saya hendak bercerita tentang seorang teman yang banyak memberikan pencerahan buat saya. Saat saya bilang kalau mau menulis tentang salah satu kisah hidup dia, dia sendiri dengan bijaknya berkata,

cukup jadi pembelajaran untuk kita2 aja
penting maneh got the point
hehe
gak semua orang deserve pembelajaran hidup yang sama rata

Ya, itulah dia, (sebut saja) Adhipati Blambangan, seorang teman saya yang punya tingkat kedewasaan yang tinggi meskipun dia adalah anak terakhir di keluarganya (terkait dengan stereotype bahwa anak terakhir tidak mature).  Continue reading “Teman Inspiratif: Adhipati Blambangan”

Kembali Ke Kehidupan Absurd Bersama dengan Lagu Indonesia Jaman Dulu

Kembali Ke Kehidupan Absurd Bersama dengan Lagu Indonesia Jaman Dulu

Chapter 1 Prolog Si Introvert

Hari ini saya merasa mulai kembali ke kehidupan saya yang seperti semula. Yang absurd.

Asalnya saya masih pengen menjalani peran sebagai makhluk pemikir introvert yang nyaman dalam kesendirian. Iya, beberapa bulan ke belakang saya males banget ketemu orang dan lebih suka baca buku atau merenung sendirian. Makan pun lebih nyaman kalau sendirian, dan sebisa mungkin menghindari interaksi yang bikin saya awkward dan ga enak hati kalau mau menyudahi atau kabur. Continue reading “Kembali Ke Kehidupan Absurd Bersama dengan Lagu Indonesia Jaman Dulu”

So you want to be a researcher?

Two days ago, I met a friend of mine by chance at Canteen B. We both are part of Bujang FC, a bunch of Bujang/Single guys who like to play futsal on Saturday morning. I’ve never met him outside the futsal court before. He’s a senior and graduated from Ph.D programme in 2008. He worked in industry for several years and decided to come back to university. Because he thought he can take a deep breath and slow down his pace in university, although it doesn’t turn out as expected.

He told me that nowadays everything looks so different. When he was a Ph.D student, the research world was not as competitive as now. It looked easier and he could foresee something to pursue back then. He could see that he will have a career here. But now, everything becomes tougher. Every research institution is competing to get more research funding. As a consequence, everything will be measured by numbers. Number of publications, number of patents. And every single research must be directed to where the money goes.

Yes, we’re not living in an era where we do research solely for the sake of curiosity and invention. In this interconnected capitalistic world, everything was driven by economic force (just like the case of Moore’s Law related technologies). Yes, innovation is different from invention. And sometimes, this linkage between the spirit of intensifying research and the drive to fulfill the market needs could obscure the very essence of scientific inquiry.

Publish or perish Continue reading “So you want to be a researcher?”

Sebelas Dua Belas Tiga Belas (Riset.Cinta.Kematian)

Sebelas Dua Belas Tiga Belas (Riset.Cinta.Kematian)

IMG_20131211_223724

Riset

Dua puluh menit menjelang pukul sebelas di tanggal sebelas dua belas tiga belas waktu Singapura. Beginilah kondisi meja saya. Seperti biasa target tidak tercapai. Dalam ngerjain riset dengan tingkat independensi yang tinggi dan ketidakfamiliaran terhadap topik riset, hal ini sangat biasa. At least, itu yang saya rasakan selama satu setengah tahun ini. Well, selama beberapa bulan terakhir riset saya hiatus dulu demi ujian. Karena dokumentasi yang buruk hari-hari ke belakang saya habiskan untuk memahami lagi apa yang sudah saya kerjakan, dan memahami codingan yang saya buat. Saya juga berencana mau nginstall SVN tools.

Sungguh saya sepertinya sudah lupa banyak hal. Lupa cara ngoding ini itu. Kalau inget berbagai ragam hal yang saya kerjakan waktu kuliah di ITB dulu, rasa-rasanya produktivitas saya berkurang sangat menyangat drastis.

Dua hari yang lalu saya ngobrol dengan Hanif, saya bilang mau tulis cerpen tentang komurindo kami, one of those good old times. Tapi saya ketiduran begitu sampai rumah, tidur cepat jam satu semalam. Di alam mimpi pun saya jadi mimpi pengen beli xbee untuk dioprek. Absurd? Iya. Paginya tiba-tiba Pak Doni masang game status di facebook, jadi inget komurindo lagi. Siangnya tiba-tiba M Ikhsan Mabok nanya, “fik lo dulu pake xbee, interface ke arduino pake apa?” Semesta oh semesta.

Omong-omong belum pasti apakah semester depan saya akan masih di sini dan menjadi Ph.D student atau tidak. Tapi, saya hanya berusaha menjalankan peran yang saya pegang sekarang dan berusaha menikmatinya. Saya bisa memahami perasaan teman saya yang sedih dan merasa hidup tidak adil, dan lain-lain. Tapi masa itu terlewati buat saya. Selama satu semester kemarin saya diajari Tuhan: berhentilah khawatir! Apa yang perlu dikhawatirkan selama saya bisa makan, minum, tidur, bernapas, tidak kehilangan hak hidup, dan yang paling penting masih bisa beribadah? apalagi masih bisa cium bau ketek sendiri, sudah cukup.

Cinta

Kemarin juga ada orang yang nanya ke saya “How To Not Love A Guy”. I never fall in love to a guy. Akhirnya saya kasih tau saja kalau untuk cewek. Saya suruh dia cari analoginya. Continue reading “Sebelas Dua Belas Tiga Belas (Riset.Cinta.Kematian)”

My Microteaching Session

I’d like to share a story of my micro-teaching session. This microteaching activity is a part of summative evaluations in HWG702 – University Teaching for Teaching Assistants. This course is both the one I like the most and I hate the most. The content of the subject itself is very interesting for me. It mostly talks about how people actually learn, how to facilitate an ideal learning process.

What I felt when I was entering each class was the feeling of enthusiasm since many concepts are based on psychological perspective; and you know, I once really wanted to major in psychology (however, my parents weren’t supportive of this plan). The only thing which I most hate is a pile of assignments given in this course.

Actually, there is a lot that I want to write about the content of the course (pedagogical training) but, in this post I just want to share my experience on doing the microteaching. (I first started to write this post on 8th of November but haven’t managed to continue it till tonight) Continue reading “My Microteaching Session”