IMG_20131214_221032

Malam minggu kemarin saya menyampul buku. Karena sudah lama tidak menyampul buku, saya sempat kagok dan sempat kehilangan arah ditengah-tengah proses penyampulan! Saya agak lupa bagaimana teknik penyampulan buku ala Rousyan. Oleh karena itu saya memutuskan mendokumentasikannya (dilengkapi dengan FAQ).

Alat dan bahan yang diperlukan hanya tiga, yakni buku yang hendak disampul, gunting, dan plastik mika. Benar sekali, dalam tutorial ini tidak diperlukan selotip sedikit pun! Untuk plastik mika sendiri saya akhirnya mendapatkannya di sebuah toko buku di sini, Popular. Saya menemukannya di daerah kertas-kertas kado dan namanya sendiri PVC Roll dan ada tulisannya “Table Cover”. Plastik ini cukup berbeda dari yang biasa saya gunakan dulu, namun tetap memadai.

Baiklah, langsung saja saya mulai langkah demi langkah yang harus dilakukan:

1. Potong plastik sesuai dengan ukuran buku yang hendak disampul.

IMG_20131214_221135 IMG_20131214_221219

Pastikan ukuran plastik yang Anda potong dari roll memadai. Kesalahan pemotongan ukuran bisa membuat Anda sedih karena harus ada plastik yang terbuangšŸ˜¦

Oh iya, dalam memotong plastik mika, Anda tidak perlu terus menerus melakukan guntingan demi guntingan. Anda tinggal memberikan satu guntingan lalu mendorong gunting Anda pada bagian yang tersobek, sebab ia akan terpotong dengan sendirinya tanpa harus melakukan guntingan.

2. Lipat salah satu sisi yang panjang dari sampul

IMG_20131214_221301

Setelah melipatnya, jangan lupa berikan tekanan pada lipatannya agar dia lebih rekat dan rapi.

3. Lipat sisi panjang yang kedua setelah memastikan tidak terlalu banyak ruang kosong antara plastik dan cover buku

IMG_20131214_221352

Anda bisa membalik buku Anda lalu memberikan sedikit tarikan pada sisa plastik yang ada yang ada sebelum melakukan lipatan kedua. Jika Anda tidak melakukan proses penarikan ini, ada kemungkinan akan tersisa ruang kosong antara buku dan plastik pada sisi samping (jilidan) dari buku.

4. Gunting bagian plastik di dekat jilidan buku yang belum menutupi permukaan buku

IMG_20131214_221426 IMG_20131214_221508

Beberapa orang memilih menggunting lurus, sementara beberapa orang memilih menggunting dengan agak miring. Keduanya sama saja, namun yang perlu dicermati di sini adalah jangan sampai potongan Anda jauh melewati daerah plastik yang menutupi permukaan buku, apalagi jika salah malah memotong dan menggores cover buku.

5. Lipat seluruh sisi yang lebih pendek

IMG_20131214_221619 IMG_20131214_221705

Setelah melakukan proses sebelumnya, Anda akan dapat melipat sisa plastik yang ada. Setelah tahap ini dilakukan, Anda akan mendapatkan hasil seperti di bawah. Masih nampak ketidakrapian pada penyampulan. Masih nampak beberapa bagian dari plastik menyembul keluar. Hal ini akan diatasi di tahap selanjutnya.

IMG_20131214_221747

6. Lipat bagian plastik yang merupakan persinggungan antara hasil lipatan sisi yang lebih panjang dengan hasil lipatan sisi yang lebih pendek

IMG_20131214_221824 IMG_20131214_221900 IMG_20131214_221938 IMG_20131214_222008

Anda bisa melipat sisi tersebut dengan ujung berbentuk segitiga, sehingga akan menghasilkan trapesium pada lipatan plastik untuk sisi yang lebih pendek. Oiya, jangan lupa untuk merapikan dan memberikan penekanan pada lipatan tersebut.

7. Kembali pastikan sampul terlipat dengan sempurna, dan Anda siap untuk menyampul buku selanjutnya!

IMG_20131214_222050 IMG_20131214_222146

Semoga bermanfaat!

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

Q: Apa motivasi Anda menyampul buku? Apakah Anda tidak pernah mendengar ungkapan, ‘Don’t judge a book by its cover’? Selain itu, bukankah buku akan tetap rusak jika ia disiram air meskipun telah disampul?

A: Dari dulu saya paling sedih atau jengkel kalau cover buku saya rusak atau lecek atau lungset. Bahkan tidak cuma covernya, tapi juga isinya (saya bukan tipe orang yang melipat buku untuk dijadikan pembatas). Dan sebenarnya buku selalu menghadapi medan yang berbahaya apabila disimpan di tas. Ia sangat mungkin bergesekan dengan benda lainnya seperti pulpen, buku lain, flash disk, charger, dll. Well, selain itu dari dulu saya sering tidur sambil membaca buku atau tidur bersama buku-buku sehingga mungkin sekali buku tersebut tertendang atau tertindih. Memberinya sampul tentu akan mengurangi probabilitas kerusakan buku tersebut akibat hal-hal semacam ini, termasuk juga jadi kotor karena debu atau hal-hal lain.

Oh iya, setelah dipikir-pikir motivasi utama saya sih karena saya sayang aja sama buku-buku itu. Dan selalu sedih melihat buku-buku saya yang tidak sempat tersampul. Dan terkadang saya tetap berusaha menyampulnya meskipun sudah terlambat. Ā Berkaitan dengan ungkapan yang Anda tanyakan, justru ungkapan tersebutlah yang sebenarnya menunjukkan jati diri manusia sebenarnya (dengan segala permainan persepsi dan hal-hal yang hardwired di otak). Tidak dapat dipungkiri, kita punya kecenderungan melihat dari kulit luar, maka dari itu beri sampul untuk buku Anda!

Q: Dimana Anda mempelajari teknik penyampulan ini? Apakah Anda menguasai teknik penyampulan untuk barang lain seperti: laptop atau sepeda motor?

A: Dahulu, ketika masih SD, saya sering diajak tante saya ke sebuah toko buku bersama Toga Mas. Di sana dengan sedikit biaya tambahan kita bisa mendapatkan sampul. Selain itu, ketika di Jogja, Ayah saya juga sering pergi ke shopping centre yang menjual buku-buku murah, dan menawarkan penyampulan buku. Dari proses penyampulan demi penyampulan yang saya saksikan tersebut lah saya belajar menyampul. Dan saya sangat kagum dengan kecepatan mereka menyampul buku.

Untuk barang lain, mungkin namanya bukan sampul tapi lebih ke body protector. Biasanya body protector ini bahannya dari cutting sticker. Dan ya, saya pernah menekuni bidang ini untuk beberapa saat. Waktu itu saya menggonta-ganti warna sepeda motor saya dengan berbagai warna menggunakan cutting sticker. Selain itu saya juga sering membeli sticker roll dan memasangnya pada laptop-laptop yang ada di rumah saya.

Q: Tutorial ini khusus untuk teknik menyampul tanpa menggunakan selotip. Bagaimana dengan teknik menyampul dengan menggunakan selotip? Apakah ada alasan khusus mengapa Anda tidak menggunakan selotip?

A: Sebenarnya alasan saya tidak menggunakan selotip simpel, saya pernah melihat orang (dari salah satu toko buku yang menyediakan jasa penyampulan) menyampul buku saya dengan menggunakan selotip. Dan selotipnya direkatkan ke cover buku. Saya kurang suka dengan hal ini, sebab ini membuat sampulnya tidak bisa diganti, atau harus mengupas selotip yang menempel di buku apabila hendak menggantinya. Dan lagi, menurut saya, plastik mika yang saya gunakan sudah cukup menempel tanpa diselotip.

Oh iya, untuk tekniknya sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda. Di beberapa kesempatan, saya juga menggunakan selotip apabila plastik yang saya gunakan bukan plastik mika. Namun, saya menyelotipnya pada persilangan antar lipatan (lihat tahap 6) dan hasilnya seperti buku di bawah ini. Bila dicermati sebenarnya ada selotip di sana, namun tidak ditempelkan pada cover asli buku.

IMG_20131214_220943

Q: Apakah teknik ini dapat digunakan untuk sampul dari bahan kertas?

A: Tentu saja pada dasarnya teknik ini dapat digunakan untuk sampul dari bahan kertas, seperti kertas kado, kertas HVS atau bahkan kertas sampul warna coklat yang biasa kita gunakan waktu SD (yang dilengkapi dengan gambar, kata-kata motivasi, pancasila, dan jadwal pelajaran yang tidak pernah bisa kita gunakan karena jamnya tidak cocok dengan jadwal yang kita punya). Namun dibutuhkan sedikit penyesuaian, apalagi jika Anda hendak menggunakannya untuk buku tulis. Pada buku tulis yang tipis, kita tidak perlu melakukan pengguntingan seperti di langkah ke-4. Kita bisa langsung melipat bagian bawah dan atas dari buku dengan menyelipkannya dibawah halaman dari buku (yang biasanya dijilid dengan menggunakan stepler sebanyak dua buah).

sumber gambar :http://tokoalattuliskantor.com/wp-content/uploads/products_img/sampul%20buku%20bergambar%20cokelat.jpg

Q: Sepertinya Anda menggunakan handle dari gunting untuk menekan lipatan sampul pada buku. Apakah ada alasan khusus, bisakah kita menggunakan jari-jemari saja?

A: Ya, sebenarnya bisa menggunakan jari, namun alasan sebenarnya hanya masalah fisika saja, luas permukaan handle gunting lebih kecil dan punya ketegangan dan kekerasan yang lebih tinggi dari jari kita.

Q: Di awal tutorial ini Anda mengatakan bahwa Anda melakukan kegiatan ini di malam minggu. Apakah Anda tidak punya aktivitas lain?

A: Tentu saja ada. Tak lama setelah saya menyelesaikan sampul buku ini, Mirza dan Husna mampir ke rumah saya untuk menonton Arsenal vs City (maklum mereka belum pasang internet di hostel barunya).

One thought on “Tutorial Menyampul Buku Tanpa Menggunakan Selotip

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s