Bisikan Tahun Baru

Semalam
Merayap dengan padat ledakan demi ledakan
Di angkasa
Untung bukan sangkakala yang sebabkan semua gegap gempita
Jika tidak, sirna sudah jasad tak lagi ada tawa

Masih
Deras hujan belum letih membasahi tanah
Beradu dengan bau ikan asin entah darimana asalnya
Mengakifkan seluruh indera
Menampar, menyadarkan bahwa

Kita mesti berburu
Selagi masih ada waktu
Tuk basuh masa lalu
Memerasnya dengan pertaubatan
Membilasnya dengan kebaikan
Menghubungkan dua titik hitam
Menarik sekali lagi goresan
Pada satu garis keimanan

Masih, dan akan terus selamanya
Kita belajar untuk memahami kehidupan
Masih, dan akan terus selamanya
Kita berperang dan berkawan dengan kesadaran
Supaya tertunduk kepala kita sembari jalankan
Hidup dengan kesungguhan meski ia bukan sungguhan

Mereka bilang Islam adalah fikir dan dzikir dalam perkalian
Sedang ilmu dan amal menghasilkan keimanan
Mereka bilang hidup itu untuk bergembira
Tiada guna kita khawatir soal dunia
Sebab lima puluh kali seharusnya
Dalam sehari kita memuja
Sembari bekerja di sela antara
Maka doa adalah sarana
Mencari keridhoan Sang Pencipta

Dan kelak garis demi garis yang tergores
Akan menebal dan tak dapat terhapuskan
Membekas tak hanya di luar namun juga di dalam
Hingga kita siap menjadi bejana yang bersih
Siap menampung air hujan tetap jernih
Sebab telah dituliskan cetak biru diri
Sebuah permata akan jadi permata
Dan ulat remeh kelak terbang menjadi kupu jelita
Yang terbang mematuhi keridhoan Sang Raja

Dengar dan taat
Semoga kelak kita tak perlu memasuki surga lagi
Di akhirat

Bekasi, 1 Januari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s