Mengejar Ufuk

Dimanakah batasan kesabaran? 

Kalau boleh menebak, saya pikir mereka seperti ufuk, cakrawala. Sesaat kita melihat mereka seolah nyata. Garis yang memisahkan antara bidang dari planet bumi dengan langit yang begitu luas, meskipun terkadang langit biru terang kucing-kucingan dengan langit gelap hitam.

Sesaat kita merasa inilah batas kita. Lewat dari ini kita sudah tidak sanggup lagi. Terlalu berat. Ini garisnya. Perbekalan sudah habis, saya mau pulang saja. Sudah-sudah, cukup-sudah.

Namun ternyata, saat kita menjalaninya, kita masih dapat bertahan. Seperti cakrawala. Kita tak akan pernah bisa mengejarnya, menyentuh tapal batasnya, sebab dia hanyalah garis imajiner.

Iya, saya yakin bersama Yang Di Atas, semuanya menjadi tak berbatas. Ujian yang diberikan ternyata bisa lebih berat, dan kesabaran yang dianugerahkan kepada kita masih bisa lebih luas lagi. Tetapi, saya juga percaya Tuhan akan memberikan sesuatu yang terbaik bagi mereka yang tidak pernah menyerah. Persis seperti yang saya dapatkan dari Guru saya:

Hidup ini adalah sebuah cerita, yang didalamnya terdapat kisah sedih. 

Tetapi kisah sedih ini akan segera berakhir.

Dan kalau itu terjadi maka jadilah orang yang pandai-pandai bersyukur.

Dan, pada saat menunggu bus hari ini saya jadi teringat. Kisah yang saya ingat adalah kisah seorang sufi yang justru sedih ketika hidupnya tenang-tenang saja, tanpa ujian. Sebab, dia paham betul bahwa ujian hidup adalah suatu alat untuk mendekatkan dirinya dengan Tuhan. Seorang yang percaya dengan Tuhan tidak seharusnya mengutuk hidup saat ia mendapatkan ujian, tak seharusnya mengeluh. Karena jika ia bisa melihatnya, hal-hal ini adalah uluran tangan Tuhan, dekapan mesra dari Sang Cinta.

Saya yang dulu hanya sebatas konsep abstrak “sabar itu tidak ada batasnya, tapi ada tempatnya“, perlahan mulai meraba-raba maknanya. Mudah-mudahan saya masih diberi kekuatan.

Oh iya, tadi pagi saya iseng nge-cover lagu yang baru-baru ini sering terngiang karena kebetulan juga sedang baca buku Rectoverso. Jadi karena perenungan tentang ufuk ini diiringi lagu ini, saya jadi merasa ada keterkaitan antara keduanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s