Fenomena Tindihan+Lucid Dream

Biasanya saya tidak menceritakan mimpi buruk yang saya alami. Tapi hari ini mimpi buruk itu justru menambah keyakinan saya, jadi saya hendak share di blog.

Kronologisnya begini, saya bangun sekitar jam 5 pagi, subuh di sini jam 6. Nah, pada pukul 07.03 saya menerima BBM dari guru ngaji saya:

Screenshot_2014-01-27-13-42-40-1

Nah, setelah itu saya tidur-tiduran di kasur sambil mikirin kenapa saya bisa mikirin orang lain terus-terusan. Karena sangat rileks, jadi saya sadar dalam proses tidur tersebut dan sadar dalam menjalani mimpi (lucid dream).

Nah sampai pada suatu titik, saya melihat makhluk yang menyeramkan dan tersenyum kepada saya. Saya sudah feeling gak enak. Lalu saya teringat Guru saya dan berusaha baca sholawat dan al-fatihah 1x dan al-ikhlas 3x (1-3) dan untungnya bisa (Saya ingat jaman SD dulu pernah tindihan, berusaha baca ayat kursi tapi nggak bisa). Tapi entah mengapa masih belum mempan gitu. Saya sempet mikir, apa karena saya kentut yah sebelum tidur, wah saya mesti tayamum nih sekarang.

Di saat bersamaan, tiba-tiba saya sudah di kamar saya. Jadi tembok tempat sebelumnya tiba-tiba mengelupas dan saya sudah ada di kamar saya. detail-detailnya persis, termasuk tas-tas yang berantakan dan semuanya cukup terlihat meskipun pandangan saya agak kabur. Nah sayangnya di saat transisi itu, tangan saya masih terjebak di atas. Kedua tangan saya seperti memegang sebuah benda. Lalu saya berusaha menarik tangan saya tapi berat sekali. Tadinya saya mau tayamum tapi nggak bisa. Saya masih membaca sholawat dan (1-3).

Masih tarik-tarikan, saya nggak mau melepaskan apa yang saya pegang di langit-langit yang gelap itu. Saya merintih susah payah berusaha menarik tangan sampai ke depan mata, tapi telapak tangan saya tetap tidak terlihat. Di situ saya sudah bisa melihat roommate saya. Saya mau teriak bangunin dia tapi suara saya nggak keluar. Terus saya mau nendang ranjang dia, tapi kaki saya yang masih terbungkus sarung tidak juga bergerak. Saya terus merintih sampai tiba-tiba tangan saya bisa saya tarik (yang menahan dan menarik-narik di atas sudah lepas). Setelah itu tiba-tiba saja saya jadi benar-benar bangun, semua pandangan jadi jelas, dan langit-langitnya sudah tidak hitam lagi.

Lalu jam sudah menunjukkan pukul 7.31.

Apa sebenarnya dibalik fenomena ini?

Sebenarnya dari googling ketemu kalau fenomena ini banyak dipelajari. Tapi ya kalau dalam ranah ilmu pengetahuan kan sifatnya masih mencari kebenaran relatif. Tidak ada teori yang sifatnya benar terus-terusan. Dan teori yang ada sifatnya lebih ke arah penjelasan materialistik.

Tapi kalau kita kembalikan pada tujuan kita yang sebenarnya, fenomena ini adalah sebagai pengingat bahwa manusia tidak hanya jasad saja. Jadi kalau kita hanya berguru jasmani saja ya nanti kita tidak akan berdaya, sehebat apapun kita.

Bayangkan kalau nanti roh kita meninggalkan jasadnya tapi dia roh yang bodoh bagaimana?

Setelah mendapatkan pencerahan seperti ini, saya tersenyum dan tiba-tiba merasa senang (bukannya sedih, takut) mendapatkan pengalaman seperti ini. Saya pun nggak ngerti apakah ini saya lagi delusional apa enggak. Tapi yah diambil hikmahnya saja hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s