Kerinduan

Ada rasa rindu yang menyeruak
Menyelinap dalam sekejap

Rindu ini asing
Terkadang ia memecah malam hening
Sesekali menikam di siang bolong
Menciptakan ruang yang kosong
Pada jiwa, dalam dada
Menyisakan aku yang seolah terluka
Oleh sesal karena telah menyia-nyiakannya

Saat kemarin ia menghampiri
Aku tak sempat menyadari
Bahwa dia begitu berarti

Bukankah aku punya banyak kenangan bersamanya?
Dengannya aku temukan pintu kebenaran
Setiap tahun ia datang, mengetuk pintu pertaubatan
Tapi yang lalu rasanya menyisakan sendu
Dan entah sudah sejak berapa minggu
Aku merindu

Tuhan, aku masih ingin bertemu dengannya
Lima puluh, enam puluh, atau mungkin tujuh puluh lagi kesempatan
Dan jika Engkau berkenan
Ijinkan aku untuk menyapanya dengan ramah
Penuh syahdu dalam penghayatan
Berkarya nyata dalam kesalehan
Jikalau tidak demikian
Tentu aku akan tersiksa selamanya dalam kerinduan
Bisa bertemu dengannya
Tanpa bisa berbuat nyata
Merugi di dunia

Rindu yang sekejap
Oleh manusia naif ini
Semoga terbalas lunas
Saat kita bertemu lagi

Singapura, 10 Februari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s