Menginterogasiku

“Kak Dian, menurut Kak Dian, Bang Fikri ini orang baik apa orang pintar?” 

Saat kita melakukan perjalanan (ke manapun itu), selalu ada hal baru yang kita dapatkan. Tak jarang, buahnya baru bisa dipetik beberapa bulan ke belakang.

Aku di sini hanya ingin mengungkapkan rasa syukur-ku kepada langit. Segala proses yang terjadi membuatku menyadari, potensi seperti apa yang tersimpan dalam diriku. Ya, justru ketika aku tak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan atas jerih payahku, aku jadi menyadari bahwa aku seharusnya bisa menjadi lebih dari yang sekarang.

Entah apa yang terjadi, tapi sejujurnya aku sering tak menghiraukan apa kata orang. Namun ketika melihat ke belakang, mereka semua benar. Mungkin aku termasuk orang-orang yang beruntung sebab diberikan langit cetakan yang bagus. Aku tak yakin, apakah aku yang terlalu jumawa, atau aku yang tak pernah siap menerima cetakan dari langit ini.

Aku sadar bahwa setiap manusia tentu jauh dari kesempurnaan. Sekalipun orang melihat kita baik, pasti kita masih jauh dari baik. Kacamata manusia lain terbatas. Memang begitu. Dan seharusnya saat ada orang yang melihat kita dari sudut kebaikan, itu bisa menjadi dorongan lebih bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi.

Tapi jangan keliru, ini semua bukan tentang harga diri kan? Aku tidak pernah merasa nyaman dengan sanjungan maupun cacian. Aku bukan orang yang mengejar itu. Aku hanya ingin kelak bisa memurnikan segala tindakan yang mengisi denyut nadiku dengan niat semata mencari kerelaan langit. (Bukankah begitu idealnya seorang manusia?)

Aku tahu mungkin aku sempat pernah dan mungkin masih akan menjadi orang yang tidak baik. Tapi itu bukan berarti aku tak bisa berusaha menjadi lebih baik di masa mendatang. Dan ini bukan tentang kata orang. Orang boleh bilang sekali jahat kita jahat. Orang boleh bilang semua yang ada di masa lalu akan menjadi karma di masa mendatang.

Tapi aku, aku adalah orang Islam. Aku percaya ampunan dan rahmat Tuhan jauh lebih besar dari apapun. Dan untuk menjemput ampunan serta rahmat-Nya, akan ada rukun dan syarat yang mesti dikerjakan.

Aku sejujurnya tak tahu lagi apa yang aku rasakan tentang pikiran-pikiranku. Jika sebelum-sebelumnya aku banyak terkagum akan kompleksitas dan keterkaitan antara hal-hal yang acak, kini pikiranku tak terlalu banyak mengembara. Ia hanya mencoba menikmati apa yang sedang berlangsung. Memetik hikmah yang muncul saat itu juga. Berpikir dan merasa tanpa alur yang jelas.

Iya, persis seperti tulisanku yang ini.

“Kalau menurut saya, karena dia baik-lah, Tuhan memintarkannya”

Maka aku anggap percakapan yang terjadi di bulan Desember itu sebagai doa sekaligus pesan pengingat bahwa aku memiliki misi yang harus diemban kelak. Sebab demikianlah yang digariskan kepada kita, para pengikut Muhammad SAW. Kelak, kita harus menjadi role model, melestarikan akhlak yang mulia, memberikan kemakmuran dan ketenteraman pada bangsa-bangsa, dan seluruh alam raya. Seperti apa yang ditugaskan kepada Guru kita.

Iya, dan apapun yang ada dalam diri kita sebenarnya adalah karena kehendak langit. Bukan karena kita ini hebat. Kalau kita baik, Tuhan akan senantiasa berikan kita keberuntungan. Memberikan ilmu dari sisi-Nya sehingga kita nampak seolah cerdas, padahal kita.. cerdas karena dicerdaskan Tuhan.

Dan kalau dapet amanah, kita harus menerima amanah itu. Karena itu amanah langit. Aku pernah berbincang dengan seorang pengacara top, dia tidak suka ‘politik’ meskipun sahabatnya adalah seorang politikus top di negeri ini. Waktu itu ibuku bilang,

“Enggaklah, dia pokoknya nggak boleh politik-politik-kan”

“Loh gimana sih, kalau nanti suatu saat diminta jadi menteri ya harus mau dong.”

Aku kadang tak mengerti, apa yang direncanakan Tuhan untukku, apakah aku kelak akan menerimanya atau bagaimana. Yang jelas, aku ingin menjadi orang yang lebih baik.

Bukan begitu diriku?

Mari kita tunjukkan. Kita bisa bangkit lagi mau berapa kali pun kita terjatuh! Insya Allah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s