Permainan yang Kita Hindari

*ditulis menjelang ketemu salah satu big boss!

“Kenapa lo selalu berpikir bahwa sama dia, lo akan mengacaukan semuanya seperti yang udah-udah? Kenapa nggak mikir kalo kali ini lo akan lebih baik buat dia?”

Amanda Kasella

Pertanyaan itu membuat saya kaget. Kejadiannya sudah dua tahun lalu sih, tapi mendadak terlintas di kepala. Dan meskipun kata-kata itu konteksnya cinta-cintaan, tapi postingan ini justru lebih fokus pada cita-cita dan pengembangan diri.

Harus saya akui, saya punya rasa takut. Tidak mengakuinya sama saja berkata tidak cacingan tapi gatalnya tetap terasa di dubur. Biarpun banyak yang bilang saya adalah risk-taker, saya pribadi merasa dulu saya orangnya play safe. Saya tidak berani berusaha lebih, karena takut mendapatkan hasil yang sama saja.

Saya takut kalah. Saya takut apabila saya berusaha lebih tapi hasilnya sama saja. Makanya saya menghindar dari beberapa permainan (ya, hidup kan isinya cuman permainan).

Tapi semakin kita takut, maka yang kita takutkan akan terus ada, semakin besar, dan menghantui. Seperti cacingan, kalau tidak minum combantrin ya akan tetap sakit. Hidup akan terus menekan kita. Mau terus lari dan jadi pecundang? Atau mau berjuang, tak peduli kalah menang tapi jadi terhormat karena sudah mau banting tulang?

“Kenapa takut? Lawan dari takut sebenarnya adalah harapan”

Mas Ivandeva

Dan untuk bisa punya harapan, kita hanya perlu percaya. Untuk bisa jadi lebih baik dan meninggalkan hal-hal yang buruk misalnya, kita perlu percaya kepada diri sendiri. Kita bisa kok, berubah. 

Dan saat kita sudah ada di titik terbawah hampir berputus asa, kita tak perlu mengincar jadi sangat baik. Yang kita butuhkan hanyalah progress kecil, baby step. Karena bahkan mie instan pun tidak instan. Kalau sudah kelewat lapar, saya langsung kremes indomie goreng seperti mie kremez atau anak mas. Dan tetap berpikir positif dan mengapresiasi usaha kita.

Ya, kalau saya percaya, kalah menang itu suratan langit selama kita sudah berusaha maksimal. Dan satu-satunya cara untuk menaklukkan rasa takut adalah dengan menghadapinya, menungganginya seperti menunggangi kuda-kudaan dari kayu! (Jadi inget HIMYM episode ibunya robin naik pesawat)

Dan memang di saat akhirnya kita percaya dan mulai berani memperjuangkannya, mungkin jalannya tidak akan seperti yang kita inginkan. Misalnya sudah minum combantrin ternyata masih cacingan, memang iklan menipu! Saya sudah melihat banyak contoh, termasuk yang pernah saya alami dan yang anggota-anggota keluarga saya alami. Sering terjadi hal-hal yang tak terduga. Yang awalnya nampak dipersulit, ternyata justru dipermudah di akhirnya.

Proses dari langit itu unik, tiap orang punya blueprint-nya masing-masing. Tiap orang punya misi, tingkat kesulitan, dan jumlah level-nya masing-masing. Tidak bisa dibandingkan, tidak perlu di-iri-iri-kan atau di-dengki-kan.

Memang kadang orang lain bisa berpendapat, tapi kalau kata lagu AADC, “Cinta itu kita yang rasa, bila sengsara hati kan merana.” 

Soal cita-cita dan cinta adalah urusan kita masing-masing. Tidak selamanya kita perlu mendengar kata-kata senior, kata-kata teman-teman. Selama kita percaya dan hati kita bilang jalanin, ya jalanin aja!

Maka kumpulkanlah kepercayaan, kau bisa jadi yang lebih baik dari yang kemarin, kau bisa taklukkan dunia! Kau bisa taklukkan semua permainan ini!

Yang penting kau tahu, mau ke mana jiwamu menuju, dimana rumah dan persinggahan akhirnya. Maka yang lain, tak penting. Dan karena tidak penting, maka silahkan bermain game yang paling sulit sekalipun. Kalau kalah juga cuman game.

*Postingan ini rada-rada mengarah nostalgia IBM Apprenticeship banget sih, judging from quoted quotes.

One thought on “Permainan yang Kita Hindari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s