Gara-gara satu dua hal, saya jadi sedikit nostalgia masa-masa di kampus. Sungguh masa-masa itu ngangenin dengan segala buku, pesta, dan cintanya.

Nah, kali ini saya ingin berbagi pengetahuan yang saya dapatkan saat aktif di organisasi kemahasiswaan. Bukan apa-apa, saya hanya ingin supaya bila ada yang melakukan hal sejenis, mereka paham risiko yang ada dan bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan untuk terjadi.

Jadi dulu setting acara ini adalah sebuah seremoni. Memang dibuat seperti lawakan biar berkesan, dengan muatan moral tertentu. Hal ini biasa disebut “jembatan keledai”. Bagaimana agar memuat isu politik dan sosial terkini dalam suatu interaksi ‘teatrikal‘.

Menjadi Danlap (Komandan Lapangan) di atas Kuda tentu berbeda dengan menjadi Danlap di atas kaki sendiri. Ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

1. Pahami betul cara mengendarai Kuda

Kuda jingkrak tak terkendali seperti ini saat Anda berada di atasnya bukanlah sesuatu yang bagus! Selain mengerikan, juga bisa membahayakan anda dan orang lain. Maka dari itu Anda perlu memahami cara mengendarainya.

Kuda adalah makhluk hidup, jadi Anda perlu menyayanginya dan berteman dengannya. Jika Anda memakai Kuda sewaan, pelajari dulu cara mengendarainya kepada si abangnya. Tanyakan karakteristik tertentu dari Kuda ini. Latihlah diri Anda supaya terbiasa dan tahu cara mengendalikannya. Ajak si Kuda berkeliling di medan sekitar lokasi.

Ingatlah bahwa Kuda adalah teman. Dia bukan bawahan Anda, tapi dia adalah partner Anda! Berbicaralah dari hati ke hati dengannya, elus-elus kepalanya dengan kasih sayang!

2. Sediakan ruang gerak yang cukup bagi Anda saat menjadi Danlap Berkuda

Bagian olah ruang ini sangat penting. Jangan sampai ruang gerak Kuda terlalu sempit. Hal ini demi menjaga keamanan apabila Kuda mendadak berputar balik.

Menurut saya jarak seperti di foto ini terlalu sempit! Jika Kuda mendadak panik dan berputar balik maka akan membahayakan audiens!

Oh iya, waspadai jika Kuda butuh buang air. Lebih baik tanya abang-abangnya apakah Kuda ini akan pup dalam waktu dekat atau tidak. Jangan sampai audiens terkena imbas/percikannya.

3. Gunakan teknik olah suara yang bagus

Sebab anda tidak mungkin membawa mikrofon atao TOA di atas kuda. Tangan Anda digunakan untuk mengendalikan Kudanya.

4. Kuda bisa saja mundur dan berputar balik saat kaget

Jadi waspadalah jika Anda menyuruh audiens untuk melakukan yel-yel atau mars, apalagi yang pake menghentak-hentakkan kaki. Lebih baik Anda mundur dulu dari “panggung“.

5. Tetap tenang apapun yang terjadi

Ya, hal-hal yang tidak diinginkan mungkin akan terjadi saat orang awam mengendarai Kuda. Misalnya Kuda mendadak lari, atau jingkrak kayak yang di atas tadi. Kuncinya tetap tenang, jangan panik, dan jangan kehilangan pegangan serta pijakan.

6. Ingatlah bahwa ada banyak hal yang perlu dipikirkan

Men, ini Kuda, makhluk hidup, bukan robot yang kalau dipencet reset atau tombol powernya bisa langsung inactive dan berhenti. Apalagi kalau kita hanya orang awam, tidak biasa berkuda, lalu tiba-tiba kepikiran ide gila, “Men, gimana kalo gw jadi Danlapnya naik Kuda ajah?” 

Jika Anda memang serius ingin melakukan skenario seperti ini tolong diriset lebih lanjut, diplanning sebaik mungkin. Kalau perlu berteman dengan Kudanya serta abang-abangnya lebih lama, jangan cuman sepuluh dua puluh menit doang. Perhitungkan semua risikonya. Bikin teklap dan juklak sedetail mungkin, terutama untuk safetynya! Jangan hanya mengandalkan keberuntungan atau nomor 8 semata!

Fail to prepare, preparing to fail!

7. Masih ada banyak cara untuk membuat pertunjukan menarik, tidak harus dengan Kuda

Ngapain sih mesti naik Kuda? Plislah, kayak nggak ada cara lain aja.

Era informasi udah berkembang, teknologi otomotif pun demikian. Bahkan orang udah bisa ngukur vital sign hanya dengan kamera gadget. Kita bukan hidup di era para wali yang masih naik Singa kemana-mana, apalagi di dunia Indosiar yang ke pasar aja naik Naga. Masak mau jadi Danlap aja naik Kuda?

8. Berdoa, berdoa, dan berdoa, dan berdoa

Poin ini adalah poin paling bener dan paling nggak ngasal dalam postingan ini. Ini adalah inti dari semua yang saya tulis di sini!

Sungguh, jika Anda masih keukeuh ingin naik Kuda untuk seremoni semacam ini, banyak-banyaklah berdoa, kurangi maksiat, perbanyak amalan sunnah, mohon perlindungan Yang Di Atas. 

Tidak ada yang bisa menjamin keselamatan seremoni Danlap berkuda melainkan Tuhan Sang Maha Pencipta.

Saya aja habis kelar acara sebenernya deg-deg-an banget. Nyampe rumah sujud syukur karena tidak ada korban luka maupun korban jiwa dari acara ini. Sungguh itu semua karena berkah dan rahmat dari Alloh Subhaanahu wa ta’aala.

Please, jangan main-main pake Kuda, apalagi kalo Kuda liar. Cukup saya aja yang merasakan beban mental dan penyesalan setelahnya! Semoga generasi esok lebih keren, kreatif, dan lebih baik!

Salam Nostalgia, Rousyan!

Jangan lupa bayar ongkos Kudanya bro!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s