Susahnya Menyingkirkan Ke-aku-an

Memang masih misteri dan dikatakan bahwa ‘roh’ adalah urusan Tuhan. Adapun literatur yang tersedia mengenai Diri Sejati pun tak pernah bisa memberikan penjelasan gamblang. Sebab dalam bahasa terdapat kuantifikasi yang mungkin memiliki galat, berbeda dengan pengalaman langsung yang sifatnya realitas tanpa model.

Lalu saat pagi tadi aku diberikan nasihat,

“Nanti jangan lupa singkirkan ‘aku'”

Aku pikir dia gampang. Ah pastilah bakal aku singkirkan keakuan itu, pikirku. Tapi malam ini saat berintrospeksi, aku pun tersadar keakuan itu belum tersingkirkan sepenuhnya. Ia sempat muncul, menyeruak, dan mengambil alih ketiadaan.

Jasmani

Dalam upaya penghilangan ke-aku-an, sering jasmani kita sendiri menjadi penghalang. Mungkinkah saat kita paksa tubuh ini dan dia sebenarnya merasa tersiksa, justru saat itulah jiwa kita sedang menari-nari bahagia?

Refleksi

Bagaimana seharusnya memandang dunia? Ada yang bilang dunia adalah sebuah cermin besar atas diri kita. Dia tak berubah, dia selalu apa adanya. Kita lah yang membuat dia baik atau kejam.

Tapi cermin, tak akan berfungsi tanpa cahaya. Dan rupanya diri kita pun hanya cermin atau lensa.

Hebat

Maka sekali lagi kita harus pahami betul apa substansi dari hebat. Dengan mengetahui apa sebenarnya yang kita tuju setidak-tidaknya kita dapat lebih memilah dan menenak ke-aku-an.

Lihatlah, semua orang sedang panas-panasnya dengan ke-aku-an, sehingga melupakan hal terpenting dari hidup.

(Rasanya tadi pagi banyak sekali yang ingin ditulis, tapi sayang inspirasinya menguap entah ke mana)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s