Makmum Masbuk

Post ini singkat saja. Suatu hari saya sedang sholat sunnah sebelum dhuhur di mushola NTU. Lalu ada orang menepuk pundak saya. Saya pun tidak mengeraskan bacaan. Karena ini kejadian pertama kali dalam hidup saya, saya pun jadi awkward. Nah, habis sholat saya malah jadi nepuk si orang yang bermakmum sama saya tadi. Sholat dhuhur. Tapi setelah itu saya merasa agak aneh.

Hari jumat kemarin seperti yang saya tulis di post sebelumnya, kami di lab berdiskusi tentang beberapa hal terkait agama. Nah, teman saya yang dari Pakistan sebenernya merasa aneh dengan orang yang sholat munfarid terus ditepuk pundaknya. Di sana jamaah cuman sekali, ga ada yang model orang munfarid lalu ditepuk jadi imam.

Terus, saya cerita lah tentang kejadian yang saya alami. Komentar dia gini:

“Why did you tap him after he tapped to you? When he tapped to you, then his shalat counted as sunnah because you offering sunnah and when you tapped him you became makmum of sunnah prayer.”

Saya agak aneh dengan ini dan ingin argue dengan dia, tapi ya sudah lah (madzhabnya saja sudah beda, yang madzhabnya sama aja udah beda-beda padahal). Lalu pas ngobrol sama Bombom sang ulama arabia malam ini katanya sih aturan saya nggak usah nge-tap lagi ke dia. Lagian harusnya makmum masbuk nggak boleh jadiin imam lagi sama makmum masbuk lain. Tapi sebenarnya terkadang hal kayak gini umum terjadi.

Tapi ini agak membingungkan sih, kayaknya nanti saya harus nanya ke orang yang ngerti. (Berasa sia-sia gini mata pelajaran Fiqh dan Ibadah Muamalah yang dipelajari dari SD sampai SMA, udah nguap entah kemana?)

Ada yang tahu?

 

3 thoughts on “Makmum Masbuk

  1. yang saya tahu kita bisa mengangkat tangan kanan (saja) setinggi saat takbir. semacam penolakan bahwa kita menolak jadi imam. tentu satu2nya penjelasan yg masuk akal mengapa kita melakukan hal tersebut adalah bahwa kita tidak sedang shalat wajib. tetapi shalat sunah🙂

    1. ya, setahu saya sih ada beberapa pendapat. ada yang bilang diam saja, memberikan isyarat atau justru jadi imam pun tak masalah (karena yang penting niat masing-masing).
      selain itu saya juga agak bingung apakah saya boleh setelahnya bermakmum pada orang yang habis bermakmum kepada saya? huahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s