Aku, Dia, Kekasih-Nya, dan Wajah-Nya

Pagi bermula saat kami saling berucap selamat pagi. Lalu aku pun mulai membuka-buka catatan. Hari itu hari yang istimewa, hari yang dinantikan sebab bersamanya lah akan ditunaikan sebuah kewajiban untuk menjalankan hidup. Tak lama kemudian doa dari orang-orang spesial yang kutemui dalam hidup, orang-orang yang dikasihi oleh-Nya pun semakin menambah haru dan kepercayaan bahwa Dia tidak tidur.

Siang hari diajaklah aku makan bersama. Di sana dia katakan sebagai teman akan berdoa untukku supaya dapat melanjutkan apa yang kumulai, namun sebagai seorang dengan peranan hidupnya dia berdoa supaya aku bisa bekerja bersama dia. Sekali lagi aku pun percaya bahwa Dia tidak tuli. Dia mendengar doa kita sehingga dikirimkannya semua yang membuat kita tenang, dikirimkannya orang-orang yang senantiasa memberikan kita semangat dan perspektif baru tentang kehidupan.

Jelang menuntaskannya, ada lagi kawan dari jauh yang mengucapkan doa. Tahu darimana dia? Pasti kawanku yang lain yang memberitahu. Dan semua hal ini membuatku begitu terenyuh.

Aku jalankan dengan gembira dan tulus ikhlas. Sekeras apapun kita berusaha tak bisa kita kendalikan seisi semesta. Maka di situlah upaya kita terangkai pula dalam doa yang tak kenal lelah dan kepercayaan akan rencana terbaik dari Dia. Disertai pula keyakinan bahwa takdir yang baik akan ada bagi mereka yang patuh.

Maka itu aku ada di sini, berusaha lebih keras terhadap diri sendiri. Telah banyak yang aku sia-siakan, alasan yang cukup bisa diterima agar aku bisa lebih menghargai hal-hal kecil ke depan. Telah begitu banyak keakuan yang terpupuk, alasan yang tepat untuk menghilangkannya dan mengubah hidup menjadi sesuatu yang penuh dengan keajaiban dan mukjizat.

Lalu saat itu semua selesai beban pun terangkat. Perjuangan ke fasa yang baru. Hati yang ditempa untuk menerima segala apa yang akan terjadi di masa depan. Serta jasmani yang ditempa untuk terus melanjutkan tugas-tugas yang tertunda.

Dan ceritanya adalah tentang wajah-wajah-Nya. Teman yang bertanya melalui telepon meskipun kami saling sulit mengerti aksen satu sama lain. Keluarga dadakan yang senantiasa memberikan kita kenyamanan pada tempat yang kita sebut rumah. Mereka yang berada nun jauh tapi masih menanyakan kabar. Serta orang-orang yang kita temui secara kebetulan tapi menjadi kawan baik dan memberikan peluang bagi kita untuk bisa mengalahkan hidup.

Semua ini aku pikir tak pernah terlepas dari leluhur-leluhur. Doa-doa mereka, serta anak-anak mereka yang menjadi bapak-ibu bagiku adalah anugerah tersendiri. Apa yang terjadi sehingga aku menemukan orang-orang yang begitu dikasihi-Nya tak pernah lepas dari semua interaksi-ku dengan keturunan leluhurku. Segala yang kami bicarakan, perdebatkan, alami, dan lalui telah mengantarkanku pada titik ini. Sebuah gerbang untuk perjalanan panjang menjemput akhir dari kehidupan yang harus dimaknai dan dijalani dengan penuh keikhlasan.

Saat kita pikir huru-hara telah terjadi bisa saja doa-doa lah yang menyelamatkan. Aku terkadang sedih dan merana berkawan nelangsa mengingat semuanya, tapi mungkin benar, sebenarnya bisa lebih kacau lagi. Kita telah diselamatkan meskipun kita tak pernah sadar. Dan apapun itu yang terjadi telah mengantarkan kita pada titik kesadaran bahwa akhirnya kita hanyalah manusia. Kita tak sempurna, dan tak akan pernah sempurna. Satu-satunya cara untuk membuat hidup kita lengkap adalah bersama dengan-Nya, bersama dengan kekasih-Nya, melihat jelas wajah-wajah-Nya dimanapun kita menghadapkan muka.

Dalam sandiwara ini kita menebak peran apa yang dikirimkan untuk kita. Kita bisa berkata apa saja tapi wajah-Nya akan memberikan reaksi yang sudah terencana. Maka inilah perjalanan untuk berperan dan mencari peran dalam waktu yang bersamaan. Dan terlebih pentingnya lagi, ini adalah sebuah perjalanan besar, pengalaman besar, pendidikan besar dari Sang Maha Guru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s