Orang-orang yang lebih tegar dalam menghadapi kehidupan yang lebih keras

Singkat saja. Saya sudah speechless semenjak pikiran ketika membaca kisah seorang teman saya.

Orang yang sedang mengalami fase hidup yang sama dengan saya, dua kali kehilangan Bapak hingga akhirnya kehilangan Ibu dan menjadi yatim piatu. Dia telah belajar menjadi Ayah, Ibu, dan kakak sekaligus. Dia juga sudah belajar untuk menghadapi segala urusan-urusan yang tak sesimpel yang orang seusianya hadapi. Dia diajari oleh Tuhan untuk menjadi kuat. Tak terbayang di fase hidup seperti sekarang-sekarang ini menerima cobaan seperti itu. Hidup saya jauh lebih lunak dan ringan rasanya jika dibandingkan.

Saya yakin setiap kejadian bermaksud mempertemukan kita dengan orang-orang yang akan menjadi signifikan bagi kehidupan kita. Jika hati kita mau peka, setiap orang membawa dengan mereka kebijaksanaannya masing-masing. Apakah itu musuhmu, orang yang kau benci, orang-orang yang kau anggap pendosa, atau bahkan temanmu sendiri yang tak pernah kau sapa dan kau tahu kehidupannya seperti apa. Kebijaksanaan hidup itulah yang menjadikan mereka seperti sekarang. Diperoleh dari kerasnya perjuangan. Dari hal-hal dan pertemuan acak ini, jika kita mampu berpikir, akan menjadi suatu pola. Dan pola itu yang membawa hati kita untuk bisa meraba dengan rasa, logika, dan air mata, bahwa Tuhan ada dan selalu mengawasi kita dari dekat. Sangat dekat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s