Saya selalu berpikir saat seseorang ulang tahun bumi berputar seperti biasanya. Bukan sebuah hari dimana kita menjadi center of gravity. Lalu ketika pertanyaan itu muncul saya jadi berpikir. Tak banyak kado yang pernah saya beri, tak banyak pula yang saya terima. Gitu sih rasa-rasanya.

Sebuah kemeja dan dasi, lengkap dengan tulisan, “Kak, cepetan selesain TAnya, baju buat sidangnya kan udah ada :)”

Itu kado paling berkesan dan paling bersejarah

Kurang lebih jawaban itulah saya berikan. Kejadiannya saat saya berusia 19 tahun.

Di ulang tahun ke 20, saya secara kebetulan mendapatkan kesempatan ‘merayakan‘ bersama CEO IBM pada saat kita nongkrong jajan di Paskal Hyper Square setelah peresmian branch Bandung. Menyusul setelahnya kado dari Tuhan berupa admission letter dari NTU.

Ulang tahun ke 21? Mungkin yang spesial darinya adalah banyaknya orang-orang yang mengucapkan kepada saya, memberi saya support. Termasuk di antara mereka adalah orang-orang yang spesial dalam perjalanan hidup saya. Banyak pula pembelajaran hidup yang saya dapatkan di usia 21 hingga akhirnya saya membuat kategori baru: Catatan 21 dan Surat-surat untuk anak saya kelak (sejujurnya saya lebih ‘looking forward to become a father’ daripada menunggu datangnya the one a.k.a pendamping hidup entah kenapa).

Dan hingga akhirnya saya mencapai usia 22 tahun. Seperti biasanya, saya set agar wall facebook saya bisa diisi dan ulang tahun di set public, agar teman-teman tahu saya ulang tahun, lalu jadi punya alasan untuk mengobrol dengan mereka semua setelah sekian lama. Lalu jadi punya alasan untuk saling mendoakan. Ada banyak sekali yang mendoakan kelancaran studi, menyebut-nyebut saya sebagai profesor muda dan lain-lain. Dan tidak sedikit pula yang tidak menyadari bahwa saya ulang tahun, bahkan saat mereka chatting dengan saya di fb chat. Hari tetap seperti biasa kok. Tetap mencoba-coba membuat progress meski akhirnya tidak memuaskan.

Tapi di penghujung bulan Mei, pada akhirnya sebuah kado yang ditunggu-tunggu datang juga. Kadonya dari Tuhan. Saya tidak berhenti terharu dan mbrebes mili di hari ketika kado itu saya terima. Dan saya hanya bisa ingat ini (yang saya terima di awal Mei):

Screenshot_2014-05-28-21-13-20-1

 

Ya, dan pada akhirnya di usia yang sudah dihabiskan sebanyak 22 tahun ini saya bersyukur masih di kelilingi oleh orang-orang baik, oleh teman-teman yang senantiasa mendoakan saya sehingga akhirnya kado yang ditunggu itu terhadirkan pada saya. Ya, Doa adalah kado terbaik sungguh. Sekecil apapun, selama doa itu tulus, itu sangat berarti. Saya terkadang takut didoakan oleh teman-teman, takut menjadi beban karena saya harus bisa memenuhi doa tersebut. Namun rupanya, saya pikir, doa-doa tersebut lah yang membantu kehidupan saya.

Saya tidak bisa lebih terharu lagi di hari ulang tahun saya dan hari saat kado yang dinanti tersebut saya terima.

Banyak yang ingin saya tulis, tidak hanya tentang kontemplasi-kontemplasi yang saya dapatkan terkait usia saya, kado yang ditunggu tersebut, tapi juga tentang studi (riset dan kuliah) saya, tentang seminar Memristor dari Prof Leon Chua yang saya datangi, tentang mainan anak-anak, tentang kreativitas dan berpikir quantum, dan banyak lainnya. (entah mengapa sedang memasuki susah ngeblog period)

Tapi pada akhirnya mungkin hanya ini yang bisa saya tulis hari ini. Mudah-mudahan masih diberikan kesempatan untuk menuliskan apa yang ada di pikiran saya. Serta mudah-mudahan di usia ke-22 ini tema besar istiqomah tetap bisa saya pegang erat. Tak mudah dan tak susah. Hanya kombinasi keduanya. Mudah caranya karena sudah tahu. Susah menjalaninya karena banyak godaan. Mudah menjalaninya karena banyak yang mendukung. Semuanya campur aduk.

Saya berdoa agar saya senantiasa diberi kekuatan untuk menjadi seperti nama saya, Syarif Rousyan Fikri. Dan juga menjadi pemimpin kaum beriman sebagaimana yang didoakan oleh ibu saya saat saya di kandungan, lengkap dengan diterangi oleh Nuurun ‘alaa Nuurin.

Aamiin.

Oh iya, yang bagian dimiringin ini adalah sebagai bukti bahwa saya masihlah remaja biasa pada umumnya. Memang ada rasa sedih saat beberapa orang yang menjadi spesial dan signifikan dalam membentuk jalan hidup kita tidak mengucapkan lagi. Mungkin memang semuanya sudah berbeda. Orang datang dan pergi dan hanya menyisakan memori. Tapi tentu saja akan datang orang-orang baru yang entah bagaimana pertemuannya, sebagai apa, dan dengan cara apapun bisa membuat hidup kita jadi lebih berwarna sehingga lebih bisa menghargai hal kecil.

Hal yang unik. Seperti gambar yang dibuat oleh seseorang yang tidak hobi menggambar.

20140531234702 Screenshot_2014-05-31-23-24-01-1

Terima kasih! Terima kasih pula sudah menjadi orang pertama yang mengucapkan, doanya benar-benar bagus!

May 2014. You’re amazing!

update 1 Juni: baru nyadar di bagian miring memproklamirkan diri sebagai remaja… pffftt

8 thoughts on “22. Kado paling unik yang pernah kamu kasih dan kamu terima apa?

  1. Met lamet lah utk milad ke 22 dri sesama geng 23. Apalah arti kesalahan2 kecil, dibandingkan semangat dan niat utk sama2 mendoakan kesehatan, kesuksesan dan keselamatan.

    Semoga slmt ulg taun ke-23 nya pun jdi doa bhwa selama setahun ke depan maneh bakal mmbawa sebuah perubahan besar. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s