Rabu (28/5) yang lalu saya bertemu supervisor untuk mendiskusikan riset setelah 9 bulan lamanya hiatus. Bukan karena nunggu supervisor melahirkan, sebab beliau adalah seorang lelaki. Penyebabnya adalah karena sesuatu yang akan saya jelaskan di postingan mendatang.😀

Profesor blusukan ke lab

Pertemuan itu terjadi setelah hari kamis (22/5) sebelumnya profesor mampir ke lab dan menanyakan progres saya. Waktu itu saya bilang bahwa saya sedang mengerjakan sesuatu sembari menunjukkan simulasi yang terus berjalan di matlab (padahal sebenarnya sedang browsing atau youtube-an😀, simulasi matlab hanya kedok)

“How long have you been here, is it one and a half”

“It’s about two years”

“So is this your third or fourth semester?”

“Fourth”

“Any progress? We must discuss next week. Write a summary of what you’ve done”

“Okay”

“Next week after monday, we’ll discuss”

Lalu sudah beliau kembali berlalu. Maklum beliau termasuk orang sibuk karena juga merupakan Deputy Head of Division. Oh iya, kenapa after monday, sebab hari seninnya (26/5) ada talk tentang Memristor dari Prof. Leon Chua (iya saya pengen cerita tentang talk-nya di lain kesempatan). Tentu saja setelah itu saya langsung merasa ancaman a.k.a stress karena belum ada progress. Lihat tuh, supervisor aja sampai lupa saya udah berapa lama di sini.

Saya ingat, biasanya hari sabtu dan minggu itu termasuk dalam hitungan hari oleh profesor. Dulu pernah saya mengajukan cuti untuk hari senin pada hari kamis sore (tepat saat jam kantor beres). Lalu beliau bilang, “You still have 4 days, make some progress and write a technical report”. Saya pun lalu berencana untuk mengerjakan di hari sabtu dan minggu. Apalagi hari jumat (23/5) nya saya sempat diskusi dengan seorang post-doc, dan dia bilang dia sudah mengimplementasikan hal yang juga ingin saya implementasikan dengan data real dan berfungsi. Jadi saya pikir dengan memperbaiki bagian yang itu saya bisa melaporkan sebuah progress ke supervisor. Oh iya, jumat itu saya juga ulang tahun. Tapi ya hari tetap saja seperti biasa. Bahkan senior saya sampai nanya pas di lab,

“Today is your birthday, so is there any special arrangement?”

“No, the world moves just like usual”

Lalu saya pun kembali mencoba mengutak-atik program saya tapi tetap tidak jalan. Yah sabtu sama minggu juga sama saja..apa daya, nonton serial lebih menggoda😀 Begitulah dilema procrastination. Saat stress kita merasa butuh hiburan. Tapi setelah hiburan beres semakin stress karena penyebab stressnya belum kelar :))

(btw sekarang nyobain pake pagination, jadi lanjutannya di next page)

6 thoughts on “Tensor: Setelah 9 Bulan Tidak Bimbingan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s