[Postingan yang Anda Tunggu-tunggu] Karena PhD student pun ada yang nasakom (1)

“Wanjir, epic kalo nanti ternyata Fikri jadi rektor ITB pernah IP 1,5 apalagi kalo jadi capres, gua siap kasih testimoni, dulu Fikri stress IP 1,5 jalan dari takashimaya ke old town udah sempet memikirkan karir ke depan sebagai instruktur gym, bikin band indie.” Bombom a.k.a Muhammad Arif di Orchard Sabtu Malam, 7 Juni 2014

Karena PhD student pun ada yang nasakom (1)

-kisah yang anda pikir fiksi, padahal 92% nyata-

Dua hari lalu saya mendadak teringat sebuah quote dibawah yang terjadi setelah latihan UATM:

Screenshot_2014-06-12-14-08-37-1

Ya, sebenarnya masih ragu tiap mau nulis tentang ini karena hal itu juga. Selain itu kan hidup saya sendiri kayak baru mulai gitu, masih banyak halangan dan rintangan yang akan saya hadapi dalam pengembaraan mencari kitab suci. Tapi seperti wahyu yang saya dapatkan setelah ujian terakhir selesai, saya merasa tetap perlu menuliskannya. Karena kalau enggak dimulai bisa aja ga akan pernah ditulis ujung-ujungnya. Selain itu rasanya semalam saya mendapatkan semacam pertanda (ada yang komen di postingan cerita nasakom saya pas S1) sehingga saya putuskan menulis cerita ini. Dan demi menyampaikan cerita yang utuh, maka akan ada grafik GPA(IP) saya pada seri tulisan ini.

Semester 1

Mencetak Rekor: The worst performance they’ve ever seen

Awal Mula

Detail tentang bagaimana akhirnya saya menjadi PhD student akan saya ceritakan di lain post (bisa dibilang salah satu pertimbangan penting saya dalam meng-accept offer dari NTU adalah kisah PhD Grind), yang jelas di awal saya menjadi PhD student di EEE NTU saya mengenal dua orang PhD student lainnya yang seangkatan. Kami sama-sama mengikuti rekrutmen yang di-organize oleh Mas Tegoeh yang merupakan dosen di School of Mechanical and Aerospace Engineering(MAE). Mereka adalah Mbak Fitri (TI UGM 2006-MAE) yang merupakan dosen, dan Delphine (Telekomunikasi ITB 2008-EEE) yang highest GPA di angkatannya. Sedangkan saya sendiri adalah mantan nasakom yang secara tak terduga bisa diterima di program direct PhD.

Salah satu orang yang pertama saya kenal di sini bernama Afin (FT ITB 2003, Mechanical Engineering NUS). Dia bilang pada saya bahwa sudah tepat ambil PhD dan di Singapura, nanti kalau jadi menteri juga cucok lah kalo punya PhD, dan bagusnya di Singapura bakal diajarin nulis dengan bagus. Selain itu di sini kita masih bisa bangun network sama orang-orang penting di Indonesia, pokoknya dia bilang bahwa Singapura ini akan jadi salah satu titik penting dalam kehidupan saya. Kita banyak ngobrolin wacana-wacana kebangsaan, riset, dan teknologi yang disertai impian konyol seperti punya kastil dan naik macan, jadi presiden yang nanti kerjanya nyamperin wapres pas lagi sibuk terus main gitar buat nyemangatin, mau bikin ereksiometer, virtual reality yang enggak-enggak. Hingga akhirnya saya bertanya soal tips-tips ujian dan mendapatkan nilai. Kata Afin sih woles aja karena gak jauh beda lah sama di ITB. Santai aja. Dan sebagai orang yang gak pernah taktik, kalau orang bilang woles aja mah saya akan sangat menyangat woles.

Oh iya dari awal sampai sini juga sempet ngobrol sama elektro 06: Bombom, Aria, Baim, dan Kevin Jo. Waktu itu Kevin Jo berencana resign. Saat itu dia juga sempet bertanya apakah saya yakin mau ambil Ph.D, banyak yang setelah setahun udah cabut. “Tapi ya nanti lo lihat lagilah kalo udah setaun, mungkin aja lo cocok, mungkin aja ga cocok tapi ngerasa udah nanggung juga,” begitu kalimat pamungkasnya.

Sementara itu terkadang saya masih galau soal pilihan hidup yang saya buat. Benarkah mau ambil Ph.D? Apalagi topiknya radar yang saya sama sekali nggak punya basic . Terus kan saya ambil direct Ph.D, kadang mikir, harusnya master dimana dulu kek biar bisa jalan-jalan. Terus saya nanya Delphin apa motivasi dia dan dia jawab dia memang mau jadi dosen atau researcher, jadi lebih baik ambil Ph.D langsung. Oh iya sempet saya keceplosan bilang gini, “Hmm, apa gue jelek-jelekin aja nilai gue yah, biar downgrade jadi master?” Di kemudian hari saya tersadar bahwa nggak perlu dijelek-jelekin juga nilai saya sudah jelek sendiri. Hahaha

6 thoughts on “[Postingan yang Anda Tunggu-tunggu] Karena PhD student pun ada yang nasakom (1)

    1. huahaha, thx udh baca Don! ini mah aing aja yg emang ngacooo..
      postingan selanjutnya mgkn aga lama, tp di postinan yang setelah ini ada garis besarnya kok😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s