Mudik

Huft, akhirnya akan menyempatkan ngeblog lagi.

Lebaran kemarin saya mudik, meskipun hanya cuti 2 hari. Sebelum berangkat sempat salah perhitungan waktu untuk ke airport.Kebingungan, apakah akan ketemu supervisor atau tidak. Tapi akhirnya ketemu supervisor dan untungnya beliau terlihat senang dan mengijinkan saya untuk berlibur dengan tenang sebagaimana saya post di path/tumblr:

Hari ini akhirnya setor draft paper setelah telat 2 minggu. Tadi sempet ragu dan mau kabur aja gausah ketemuan tapi email aja. Soalnya report belom beres juga. Tp timingnya rupanya pas. And It turned out my sup was quite happy about it. Katanya enjoy your celebration.. you’ve been working so hard for the last two months. Find a girlfriend. Katanya schrodinger pas liburan honeymoon ato sama pacarnya balik2 dapet ide banyak. Terus gw disuruh setor 2 ide baru habis liburan.
Untung ketemuan sama doi cepet.. jadi bisa segera ke bandara. Terus karena nggak sempet beli oleh2 pamit ke ibu dan dibilangnya “kita bisa kumpul aja udah disyukuri”

Pas di airport sempet ketipu dengan pergantian gate di changi. Harus jalan dari ujung ke ujung, begitu sampe gate yang bener langsung boarding. Sebelum boarding sempet dikasih tau seorang perempuan tua kalau ada sesuatu yang indah di langit:

Seperti biasanya saya mencoba menulis di pesawat. Tapi entahlah, kali ini pikiran saya bener-bener kosong jernih. Biasanya selalu ada uneg-uneg yang ingin ditulis. Akhirnya tulisannya cuman seperti ini:

Terkadang, inspirasi tidak berwujud pikiran atau gagasan ataupun pencerahan hdup.

Jernihnya pikiran dari berpikir itu sendiri merupakan sebuah inspirasi. Apalagi saat ada alunan musik terdengar sebagai background pada pikiran yang nol.

VF 249, antara Singapura dan Surabaya

24 Juli 2014

Terus rupanya sampai di sana di terminal 2 Juanda yang baru. Saya merasa asing.

Oh iya, secara umum mudik kali ini seru sekali. Apalagi bisa ketemu sepupu dan keponakan yang lucu-lucu. Bisa ngobrol ngalor ngidul sama om dan tante, mulai dari politik, spiritualitas, pseudoscience (bahkan saya baru tahu kalau tante saya ada yang bisa palmistry), sampai science yang beneran. Waktu perjalanan pulang dari Malang ke Juanda juga saya dan om-om ngobrolin tentang penginderaan jauh, sistem informasi geografis, gimana sebenernya pergerakan lempeng tektonik membuat bandara harus selalu dikalibrasi posisinya. Selain itu juga ngobrolin intrik-intrik dibalik industri penerbangan/perkeretaapian. Baru tahu juga kalau rekaman blackbox adam air yang ada di internet itu asli tapi tidak utuh.

Oh iya, salah satu cerita paling epic adalah, saya baru tahu kalau alm. Eyang kakung dulunya punya band keroncong, dan beliau main bass. Keren, dan cucunya nggak pernah tau :))

Apa ya, secara umum banyak sekali hal bisa disyukuri dari mudik ini. Dan di perjalanan pulang akhirnya saya punya sesuatu yang bisa ditulis:

Mengapa perantau harus pulang?

untuk bertemu dengan realita

mengingatkan akan jati dirinya

serta keberadaan orang-orang tersayang

supaya paham harus ia tetap berjuang

 

demi rumah, lautan kan disebrangi

berkelana, itu untuk kembali

dengan lebih menghargai

bersyukur lebih lagi
QZ 8501, antara surabaya dan Singapura

30 Juli 2014

Dan ternyata sunrise dari pesawat itu keren banget!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s